
"Oh itu ya, aku takut jika kamu nggak mau naik jet ku," jawab Alneozro.
"Ya udah, kita nggak punya waktu banyak lagi," ajak Grameisya.
Mereka pun kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya di jalanan untuk menuju ke jet pribadi Alneozro.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di sebuah bandara yang mungil.
"Ini bandara khusus untuk jet kamu saja kah?" tanya Grameisya.
"Tentu saja iya, ayo masuk," ajak Alneozro.
"Kita ke Negara H," ucap Grameisya.
Mereka malam itu pun langsung berangkat menuju Negara H.
Mungkin perjalanan waktu memakan 3 jam jika di udara.
Sekitar pukul 03:00 dini hari, mereka pun sampai di Negara H.
"Jadi bagaimana? Apa langsung ke markasnya? Atau mau istirahat?" tanya Alneozro.
"Langsung ke markasnya, karena perjalanannya cukup jauh," ucap Grameisya.
Mobil di keluarkan dari jet milik Alneozro dan mereka kembali masuk ke dalam mobil. Kali ini Grameisya yang mengemudi.
🍩🍩🍩
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai di markas besar.
Grameisya, Alneozro dan pengawalnya mengendap-endap dari balik pohon-pohon.
"Kau yakin ini markasnya?" tanya Alneozro memastikan.
"Tentu saja, karena aku sudah pernah ke sini," jawab Grameisya.
"Itu dia," ucap Alneozro saat melihat seorang yang ia kenal keluar dari markas tersebut.
Alneozro terus memperhatikan pria itu pergi berjalan.
"Dia sudah keluar dan pergi sedikit menjauh dari markas. Kalian cepat tangkap dia," ucap Alneozro kepada pengawalnya.
Para pengawal itu pun bergegas dan mendekap pria yang di incar.
Alneozro masuk ke dalam mobil dan mengintrogasi pria itu.
"Kau kenapa malah masuk agen rahasia ini? Kenapa kau malah berkhianat?" tanya Alneozro.
"Aku bukan berkhianat, sejak awal aku memang agen rahasia yang masuk ke dalam perusahaan mu," jawab pria itu jujur.
Melihat itu, Grameisya melihat markas besar itu. Diam-diam ia pun pergi ke markas tersebut dengan menyelinap dari samping markas.
Grameisya memanjat gedung itu hingga ia akhirnya sampai di atas atap.
"Aku ingat jika di sini ada lubang kecil, mungkin aku bisa mengintainya dari sini," ucap Grameisya.
__ADS_1
Baru saja ingin mengintai, sayang sebuah besi yang ia injak malah patah dan ia pun terjatuh kebawah.
Brukkk!
"Siapa?" tanya seorang pengawal masuk ke dalam ruangan yang kosong itu. Ruang tersebut adalah ruang rahasia ketua agen.
Sepertinya ketua agen tidak ada di dalam.
Seorang pria masuk ke dalam dan mengecek. "Tidak ada orang, apa aku salah dengar," ucap pria itu. Karena tidak ada orang pria itu pun berbalik badan.
Dari belakang Grameisya menarik leher pria itu lalu menghantamnya.
"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak pria itu membuat yang lain sadar.
"Suara apa itu?" tanya mereka.
Grameisya memukul kepala pria itu hingga mengeluarkan darah lalu ia menariknya ke sudut ruangan.
Grameisya mengambil beberapa berkas yang penting. "Sepertinya ini saja cukup untuk aku bawa," ucap Grameisya mengengam kertas itu dan ia pun segera keluar dari ruangan tersebut.
Berkas itu adalah surat bangunan tersebut.
Beberapa orang mendatangi tempat tersebut dan tidak melihat seorang pun. Yang merek lihat teman mereka sudah tewas.
"Cepat cari penyusup itu!" perintah pengawal itu kepada pengawal yang lain.
Sedangkan teman mereka itu di bawa keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1