TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 68


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Tidak ada ketua," ucap mereka.


"Apa! Tidak ada! Apa kalian sudah mencarinya dengan benar?" tanya ketua mafia itu.


"Sudah ketua, tetap tidak di temukan," jawab mereka.


"Bagaimana bisa ketemu, surat yang aslinya ada padaku," ucap ketua mafia itu.


"Kenapa bisa ada padamu?" tanya Jost terbelalak.


"Ada seorang yang sudah menjual padaku, tentu saja aku terima. Dia juga menandatanganinya. Ini aku perlihatkan padamu yang salinan saja kalau kau tidak percaya," ucap ketua mafia itu.


Jost terkejut karena itu adalah tanda tangan Edult.


"Ba-bagaimana mungkin! Dia ... diakan sudah mati," ucap Jost, ia sungguh tak percaya ini.


"He-he-he bagaimana? Apa kalian bisa meninggalkan tempat ini?" tanya ketua mafia.


"Enak saja, kami tidak akan meninggalkan tempat ini. Cepat serang mereka, kita rebut kembali surat itu!" perintah Jost.


"Kau pikir kami datang tanpa persiapan ya, ayo tembak mereka," ucap ketua mafia itu.

__ADS_1


Mereka membawa banyak pasukan dan juga membawa robot penembak raksasa.


Mereka pun berperang mati-matian demi sebuah markas itu.


"Cepat kerahkan semua pasukan!" perintah Jost.


"Ketua, ayo berlindung dulu," ucap Alena membawa Jost masuk ke dalam markas. Mereka pun masuk ke dalam ruangan bebas anti peluru dan anti bom di ruang bawah tanah.


Kino menghubungi pasukan mereka yang lain untuk segera membantu di markas besar.


"Sial! Kenapa jadi seperti ini!" seru Jost meninju meja hingga meja itu bolong.


Mereka semua terdiam dan menunggu bantuan datang.


Sedangkan di atas, para pasukan pengawal Jost sedang berjuang melawan pasukan mafia itu.


"Siapa yang sudah mengambil surat itu! Dia pastilah orang yang sudah tahu seluk beluk markas ini, bisa jadi mereka adalah pengkhianat," ucap Jost geram.


"Ada kabar terbaru ketua," ucap Alena.


"Kabar apa?" sanggah Jost.


"Ano dan temannya sudah tertangkap, saat ini mereka tidak tahu berada di mana, entah mati atau hidup belum di ketahui," ucap Alena.


"Apa! Belum selesai masalah satu, dan timbul masalah lain!" teriak Jost.


"Sabar ketua, kami akan bantu menyelesaikan masalah ini," ucap Alena.

__ADS_1


Tak lama kemudian, bantuan pun datang. Mereka kembali bertempur.


Dan pada akhirnya, kelompok Jost kalah dan mereka terpaksa mundur ke markas kecil mereka.


Dan markas besar mereka di kuasai oleh ketua mafia.


"Ha-ha-ha, malam ini kita akan berpesta besar-besaran untuk merayakan kemenangan kita," ucap ketua mafia itu.


"Siaaaaallllllll! Apa saja yang kalian lakukan selama ini! Kenapa kalian semua menjadi lemah! Apa karena aku memanjakan kalian semua selama ini!" teriak Jost yang saat ini ia terluka di lengan kanannya.


Ruang bawang tanah mereka di tembus oleh alat bor bawah tanah milik ketua mafia itu.


"Jangankan surat, markas saja sudah di ambil alih. Ini tidak bisa di biarkan! Kita harus buat rencana untuk mengambil alih markas itu kembali. Markas itu adalah milikku! Siapa pun tidak boleh merampasnya!" ucap Jost penuh dengan emosi.


❤️❤️❤️


Triring! Triring!


Triring! Triring!


"Halo," jawab Grameisya.


"Kamu lagi apa?" tanya Alneozro.


"Aku sedang ingin tidur," ucap Grameisya.


"Aku sudah mendapatkan kabar dari ketua mafia."

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2