TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 92


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...-...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


Maaf, nomor yang Anda tuju tidak menjawab panggilan Anda, cobalah beberapa saat lagi.


"Tidak di angkatnya," ucap Deon.


"Ayo pergi cari dia," ajak Grameisya.


"Nanggung nih, aku masih harus menyelesaikan satu level lagi," ucap Deon.


Tiba-tiba saja kabel ada di tangan Grameisya.


"Ahhhhh kamu ini!" denggus Deon kesal karena Grameisya mencabut kabelnya.


"Ayo pergi cari, kita berpencar. Kalau sudah ketemu kita saling menghubungi," ucap Grameisya.


"Apa kita berdua aja yang mencari?" tanya Deon.


"Ada Gladis dan Mia. Ajak mereka juga," ucap Grameisya.


"Kenapa nggak lapor polisi saja sih?" tanya Deon manyun.


"Ini belum 24 jam, polisi tidak akan membantu mencarinya sebelum 24 jam," ucap Grameisya.


"Haishhhh, lagian Defli ngapain pake acara kabur sih!" sungguh Deon.


Terdengar suara dari ruang kerja Andes. Grameisya penasaran dan mendekatinya.


"Jadi bagaimana?" tanya Hino.

__ADS_1


"Aku yang akan pimpin perusahaan," ucap Deval.


"Mana bisa begitu, aku juga ingin memimpin perusahaan itu," ucap Dodo.


"Dodo, menurut lah, saat ini kita harus membangun kembali perusahaan Papa yang sudah jatuh ini, jadi biarkan aku yang maju," ucap Deval.


"Mana bisa begitu, aku sudah bekerja keras juga untuk perusahaan," ucap Dodo.


"Iya, tapi aku yang lebih banyak berjuang untuk perusahaan, biarkan untuk sementara aku yang pimpin. Jika perusahaan sudah berkembang baru kita bagi keuntungannya," ucap Deval.


Dodo tampak kesal dan tak terima. "Oke! Terserah kau saja," ucap Dodo keluar dari ruang kerjanya.


"Hey minta bantuan dengan mereka saja," saran Deon.


Dodo dan Hino pergi begitu dari ruangan.


"Om tunggu!" panggil Deon.


"Apa lagi!" sergah Dodo membuat Deon terkejut.


"Cari saja sendiri!" teriaknya di depan muka Deon lalu ia pergi dengan menghentakkan kakinya.


"Kalian saja yang carikan, kami masih ada yang kami urus," ucap Hino.


Deval keluar dari ruangan tersebut. Grameisya langsung menghampiri Deval.


"Papa sedang sibuk?" tanya Grameisya.


"Iya, Papa harus bertemu dengan dewan direksi untuk rapat segera pagi ini. Papa buru-buru, kamu sana berangkat sekolah," ucap Deval melihat jam di tangannya dan kemudian meninggalkan Grameisya.


"Kita minta bantuan supir kita saja," ucap Grameisya. "Aku akan ke kamar mereka berdua," ucap Grameisya.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


"Siapa sih?" tanya Gladis yang baru saja bangun, ia terganggu dengan suara ketukan pintu.

__ADS_1


Cklek!


"Kamu, kenapa sih?" tanya Gladis menggaruk kepalanya dengan rambut yang masih kusut Masai.


"Ayo ikut cari Defli, dia belum pulang dari sore kemaren," ajak Grameisya.


"Ah cari saja sendiri, aku masih ngantuk," ucap Gladis.


"Ayo cepat bantu! Atau akan ku botak rambutmu," ancam Grameisya.


Gladis terkejut. "Kau ...."


"Cepat! Atau aku benar-benar akan melakukannya!" ancam Grameisya.


"Iya iya," jawab Gladis sambil menguap.


"Gimana?" tanya Grameisya kepada Deon yang baru saja keluar dari kamar Mia.


"Dia nggak mau," ucap Deon.


Grameisya masuk ke dalam kamar Mia yang kembali tertidur itu.


Grameisya menarik Mia hingga ia terjatuh dari ranjang.


"Aaaaaaaaaaaaa! Kamu ini kenapa sih?" tanya Mia kesal.


"Ayo bangun!" ucap Grameisya Seperi seorang ibu yang membangunkan anaknya.


"Aku masih ngantuk!" ucap Mia.


"Oh apa kau ku seret hingga keluar kamarmu dan membuka baju mu lalu melempar mu keluar dari rumah?" tanya Grameisya.


"Iya iya, aku bangun," jawab Mia merenggut.


Ia terpaksa bangun. "Ayo pergi, tidak perlu mandi, karena menunggu kalian madi kelamaan," ajak Grameisya yang langsung membawa Mia keluar.


❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2