TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 117


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Ia ingat waktu itu ia pernah mengambil senjata api waktu ia di culik waktu itu. Ia pun menyisipkan di pinggangnya.


Ia mengikat rambutnya kebelakang.


"Oke, aku siap sekarang," ucap Grameisya.


Grameisya pun menuju kamar pak Ahmad.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


"Siapa?" tanya pak Ahmad membuka pintu dengan mengantuk.


"Aku Pak," jawab Grameisya.


Cklek!


Pintu pun terbuka.


"Eh, Nona Grameisya, ada apa Nona?" tanya Pak Ahmad.


"Minta kunci mobilnya Pak," pinta Grameisya.

__ADS_1


"Oh sebentar." Pak Ahmad pun berjalan ke dinding di mana ia sering menyangkutkan kunci mobil di sana.


"Ini Nona," ucap pak Ahmad memberikan kunci itu.


"Terima kasih," ucap Grameisya yang langsung pergi ke luar rumah.


Grameisya pun langsung menuju garasi mobil dan ia pun segera masuk ke dalam mobil.


Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan.


Pak Ahmad kembali baring. "Eh, Nona mau ke mana malam-malam begini ya?" tanya Pak Ahmad keluar dari kamarnya dan berjalan keluar dari rumah.


Tapi sayangnya mobil sudah menjauh. "Ya ampun, seharusnya aku yang menyertainya, kenapa aku malah memberikan kuncinya," ucap Pak Ahmad memukul kepalanya dengan tangannya.


Mobil terus melaju di jalanan. Di jalanan Grameisya terus memikirkan Papanya, karena setelah berpindah. Papanya yang baik dengannya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Grameisya melihat tempat tersebut, sebuah gedung terbengkalai.


Tempat itu terlihat sepi tanpa orang. Grameisya pun menelpon Adinda.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Kamu langsung masuk saja," ucap Adinda dan langsung memutuskan panggilannya.


Grameisya melihat tempat gelap itu dan perlahan ia pun masuk ke dalam.

__ADS_1


Saat masuk, ia menginjak tanah yang terasa empuk, tiba-tiba saja ia masuk ke dalam lubang dan tubuhnya terangkat oleh sebuah jaring ke atas.


"Sudah ku duga, tidak mungkin mudah masuk ke sini," ucap Grameisya.


"Akhirnya dapat juga kau," ucap seorang pria, sepertinya pria itu yang menjaga jebakan itu.


Di sana ada dua orang yang menjaganya.


Ia mengambil pisau di sepatunya lalu memotong jaring-jaring itu. Ia pun bisa melepaskan diri dan turun ke bawah.


"Oh, kau bawa senjata rupanya," ucap pria itu mencoba untuk menangkap Grameisya. Grameisya menghindar lalu memukul pria itu lalu menusuk perutnya dan memasukan mulutnya dengan tanah.


"Kurang ajar! Sini kamu!" teriak pria itu mengeluarkan senjata tajamnya lalu mengibaskan ke arah Grameisya. Grameisya menangkap tangan pria itu lalu mematahkannya.


Belum lagi pria itu menjerit kesakitan, Grameisya memukul pundak pria itu hingga pingsan.


"Aku harus lebih berhati-hati lagi," ucap Grameisya.


Ia pun berjalan di tepi tembok tersebut. Di sana, ia melihat orang sedang bercakap-cakap. Sepertinya mereka sedang berjaga.


Dari belakang Grameisya menangkap leher salah satu pria itu lalu memutarnya kebelakang dan menghempasnya.


"Sepertinya kamu lolos dari jebakan yang di pasang ya, ayo kita tangkap dia," ucap mereka.


Di yang berjaga pintu 2 ada 5 orang. Dan mereka semua menyerbu ke arah Grameisya.


Grameisya melompat ke atas dan kebetulan di atas ada kayu penyangga atap dan ia bergelantungan di kayu itu dan menendang mereka dari atas.


...❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


[Mari kita bersama mendoakan untuk Palestina, semoga Allah memberi yang terbaik untuk mereka. Doakan semoga saudara kita selamat di sana 🤲🤲 Aamiin]


__ADS_2