
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Grameisya pun masuk ke dalam kamarnya, ia melepaskan gaun itu lalu menyimpannya.
Ia belum ingin tidur, Grameisya pun duduk di kursi sambil melihat bola bening yang penuh pemandangan laut yang indah itu.
"Andai aku ada di dalam laut yang indah ini bersama Alneozro, pasti sangat bahagia. Tempat yang nyaman dan adem, tanpa ada masalah," ucapnya tersenyum.
Kembali ke mode sadar.
"Eh, apa-apa ini!" gerutu Grameisya memukul kepalanya.
"Tapi sedang apa dia sekarang?" tanya Grameisya meletakan dagu di tangannya sambil memutar bola bening itu.
Di rumah sakit.
Alneozro duduk di kursi bersama ketiga temannya untuk menemani Alina.
__ADS_1
"Boleh aku bicara 4 mata dengan Alneozro?" tanya Alina dengan suara lemah dan pelan.
Mereka mengangguk lalu meninggalkan Alina dan Alneozro di dalam.
"Haishhhh, seperti sedang ada cinta segi tiga," ucap Amar menarik nafasnya setelah mereka menutup pintu ruangan tersebut.
"Salah, ada segi empat," ucap Jun.
"Kenapa segi empat? Siapa satu lagi?" tanya Amar.
"Aku, aku suka Grameisya juga," ucap Jun.
"Kamu nggak masuk hitungan mah," ucap Amar manyun.
Alneozro menatap Alina penuh tanda tanya.
"Katakan apa yang ingin kau katakan," ucap Alneozro.
"Kau tahukan jika aku mencintaimu Alneozro," ucap Alina.
Alneozro diam saja.
__ADS_1
"Aku menyukaimu sejak kita tumbuh bersama, tapi kenapa kau malah menyukai orang lain, kenapa bukan aku?" tanya Alina.
"Alina, kau sudah ku anggap adikku sendiri, bagaimana mungkin aku menyukai adikku sendiri," ucap Alneozro.
"Bohong! Kau pasti bohong! Tidak mungkin kau sama sekali tidak menyukai ku, waktu hanya ada kau dan aku saja, kita saling bertatapan, makan bersama dan tidur bersama," ucap Alina mengenang masa lalu saat mereka masih SMP.
"Alina, sekali pun kita pernah tidur bersama, tapi kira tidak ada melakukan apa pun. Kau ku anggap adik, selamanya akan terus begitu," ucap Alneozro.
"Tidak Alneozro, aku tidak akan menganggapnya begitu, kau adalah cinta pertamaku, dan selamanya akan terus mencintaimu. Aku tidak percaya sedikit pun kau tidak punya perasaan padaku. Ayo jujur Alneozro, kau juga menyukai ku kan?" tanya Alina penuh harap dengan berlinangan air mata.
Alneozro diam.
Tak bisa di pungkiri, di ia juga menyukai Alina karena hanya Alina satu-satunya wanita ada di matanya.
Seiringnya berjalan waktu, Alneozro ingin memberikannya bunga. Tapi saat ini Alneozro melihat Alina sedang melakukan sesuatu bersama produsernya.
Ia mendengar percakapan mereka, jika Alina melakukan sesuatu dengan produsernya maka Alina akan menjadi artis besar yang terkenal.
Alina melakukan itu agar ia sejajar dengan Alneozro, agar mereka sama rata dan selevel. Agar tidak jelek di mata orang banyak. Agar ia bisa bersanding dengan Alneozro, yang satu ya artis papan atas, dan satunya pria pengusaha, ia ingin menggemparkan dunia jika mereka adalah pasangan yang serasi dan banyak membuat orang iri.
Tapi bukan itu yang di inginkan Alneozro, yang ia inginkan adalah cinta yang tulus.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Makasih ya yang udah komen, aku udah baca komen kalian, maaf nggak bisa balas satu persatu]