
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Saat turun ke bawah, Grameisya melihat para pembantu berbisik-bisik.
Di meja makan juga terlihat ketiga sepupunya sedang sarapan, mereka sibuk dengan ponselnya dan tidak peduli dengan sekitarnya.
Grameisya datang dan duduk di meja makan.
"Bibi? Apa ada yang ingin di katakan?" tanya Grameisya.
Mereka membalikkan badannya dengan pelan sambil menundukkan kepala mereka.
"Maaf Nona, setelah kami pikir-pikir lagi, kami ingin cari kerjaan di tempat lain saja," ucap mereka pelan takut di marah oleh Grameisya.
"Kenapa? Apa alasan kalian?" tanya Grameisya.
Mereka saling berpandangan satu sama lain, tidak berani untuk menjawabnya.
"Katakan saja, aku tidak akan marah, itu adalah hak kalian ingin mengatakannya," ucap Grameisya.
"Kamu ... kami merasa sudah tidak aman di sini, setiap hari ada saja ancaman membuat kami tidak tenang," ucap mereka.
__ADS_1
Grameisya terdiam sejenak.
"Baiklah kalau begitu, kalian bisa cari kerja di tempat lain, untuk masalah gaji, akan di bayar oleh majikan masing-masing ya," ucap Grameisya.
"Baik Nona," ucap mereka.
"Kalian bilang sama orang tua kalian untuk bayar mereka, karena mereka ingin pergi dari sini," ucap Grameisya.
"Kenapa aku? Kan itu urusan mereka, bukan aku," ucap Mia.
"Heh Longor! Selama ini yang melayani kamu siapa? Dia bahkan lebih berjasa dari pada Mama mu. Meskipun di bayar, setidaknya mereka sudah mengurus kamu dari pada orang tua kamu," ucap Grameisya.
Mia manyun dan ia pun berjalan menuju kamar Mamanya.
Ia mengambil ponselnya dan menelpon orang tuanya di luar negeri.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi."
"Aduh, gimana ini? Mama dan Papa nggak angkat telponnya lagi, aku juga nggak punya uang," keluh Deon.
Deon pun berjalan dengan lesu keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Hm ... Grameisya, orang tua aku nggak bisa di hubungi, jadi bagaimana aku harus membayarnya?" tanya Deon bingung.
"Orang tua kamu kerja apa sih sebenarnya?" tanya Grameisya.
"Enggak tahu, akhir-akhir ini mereka nggak bisa di hubungi, jadi bagaimana aku harus membayarnya?" tanya Deon tak berdaya.
"Kau punya mobil kan? Jual saja mobil mu itu, lalu belikan ke mobil yang harganya lebih murah lagi. Dengan begitu, kau punya uang buat bayar mereka dan uang jajan mu," saran Grameisya.
"Iya juga ya, ya udah kalau begitu aku ke showroom mobil saja hari ini," ucap Deon.
Dodo dan Hino keluar dari kamar, mereka terlihat masih mengantuk.
"Hoaam ... ada apa sih pagi-pagi begini? Berisik banget," ucap Hino menguap.
"Tuan, kami minta maaf, kami tidak bisa bekerja di sini lagi," ucap pelayan pribadi yang selalu mengurus keperluan mereka sekeluarga.
"Oh, kalau mau pergi ya pergi aja," ucap Hino sambil duduk di kursi sambil mengantuk.
"Iya, sebelum kami pergi, kami ingin meminta gaji kami yang belum di bayar itu," pinta mereka.
"Hey! Kalian yang ingin berhenti kenapa minta uang! Kalau mau pergi ya pergi saja!" ucap Hino ketua.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan, tips,, dan hadiah terima kasih]
__ADS_1