
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Grameisya melihat ke arah 4 orang itu dengan menatapnya curiga meskipun ia sedang tidak tahu apa-apa.
"Kalian ya?" tanya Grameisya.
"Kami apa?" tanya mereka balik.
"Kalian yang melakukannya kan?" tanya Grameisya dengan membelalakkan matanya.
Grameisya menatap mereka curiga, dengan begitu ia bisa mengetes apa mereka melakukannya atau orang lain.
"Oh, pasti kalian yang melakukannya kan? Ayo ngaku?" ucap Grameisya mendekati mereka semua.
Mereka terlihat sedikit gugup dan saling berpandangan.
"Mana ada kami yang melakukannya, yang kami inginkan adalah uang kami kembali, bukan tanahnya!" ucap salah seorang pria dengan nada tinggi.
"Hey! Orang seperti kalian sudah entah berapa kali aku temui. Mereka sengaja merusak usaha seseorang karena ada yang mereka inginkan, sama seperti kalian kan? Kalian sengaja merusak tanaman cabenya entah bos kalian ingin anaknya atau tanahnya. Ayo ngaku, kalian pikir aku nggak punya pengalaman seperti itu apa?" ucap Grameisya membulatkan matanya melihat ke arah mereka semua.
__ADS_1
"Hey! Kamu jangan ngomong sembarangan ya, karena kamu sudah berani ikut campur terpaksa kami lumpuhkan kamu juga," ucap seorang pria yang memakai baju hitam dengan kalung besi putih di lehernya.
"Majulah, aku memang butuh samsak untuk latihan," ucap Grameisya menerima dengan senang hati.
"Sombong sekali kamu anak kecil," ucap pria itu kesal.
"Ayo tangkap dia, kita nikmati dia nanti," ucap temannya tertawa.
"Benar juga katamu, dia cukup cantik juga," ucap pria itu tersenyum mesum.
"Sebelum kalian menikmati ku, ayo nikmati pukulan ku dulu," ucap Grameisya melayangkan tendangannya ke arah perut pria itu hingga ia mundur beberapa langkah.
"Kuat juga tenagamu, aku sangat suka yang seperti ini," ucap pria itu tersenyum sinis.
Buk!
Satu tendangan itu membuat pria itu terdiam sambil memegang miliknya sambil menahan nafas.
Beberapa detik kemudian, ia pun jatuh.
Bruuuk!
Para temannya mendekati pria itu dan melihat.
__ADS_1
"Waduh, dia pingsan woy," ucap temannya meliah pria itu sudah tidak sadarkan diri lagi.
"Dia kuat sekali," ucap temannya ke arah Grameisya.
"Heh! Dia hanya beruntung saja, ayo kita tangkap bersama-sama," ajak pria yang lain.
"Dengan kalian segini ingin menangkap ku? Ke sinilah jika ingin merasakan pukulan manisku," tantang Grameisya.
"Kau ini membuat orang kesal saja, nanti jangan menangis ya," ucap mereka.
Mereka bertiga pun ingin menangkap Grameisya. Grameisya melompat ke atas lalu memukul kepala salah satu pria itu hingga ia terjatuh.
Grameisya juga melayangkan tendangannya ke arah leher pria itu dan pria itu terjatuh kesamping.
Satunya lagi, pria itu mengarahkan tinjunya ke arah Grameisya, dengan cepat Grameisya menangkap tangan pria itu lalu menghantam perut pria itu dengan lututnya beberapa kali lalu ia pun mengangkatnya lalu menghempaskannya ke tanah.
Brukkk!
Pria itu menggulung tubuhnya karena kesakitan.
Sisanya masih ada yang masih baik-baik saja, Grameisya menarik kerah bajunya lalu menghantam wajah pria itu dengan kuat hingga keluar dari dari hidungnya.
Sedangkan yang satunya lagi, Grameisya menginjak perut pria itu dengan kakinya hingga pria itu ngompol.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...