TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 170


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Mereka masing-masing melahap makanannya hingga habis dan kemudian mereka pun bubar untuk melakukan aktifitas masing-masing.


"Grameisya, Papa pergi dulu ya, doa kan semoga semua berjalan dengan lancar," ucap Deval.


"Iya Pa." angguk Grameisya.


"Moga aja kerja sama Papa sama Alneozro berjalan dengan lancar," bisik Deval matanya sambil melirik ke kiri dan kanan.


Grameisya tersenyum. "Eh, tapi Pa, aku mau minta izin sama Papa, untuk beberapa hari ini aku izin tidak masuk sekolah dan ingin berlibur? Apa Papa mengizinkan aku?" tanya Grameisya.


"Sama siapa?" tanya Deval.


"Sama dia," jawab Grameisya tersenyum tersipu.


"Hm ... Papa tau orangnya. Ya udah pergilah, tapi tetap harus hati-hati ya, kalau ada apa-apa beri tahu Papa," ucap Deval menepuk pundak Grameisya tersenyum.


"Oke Papa," ucap Grameisya.


"Papa pergi dulu ya, moga aja semuanya berjalan lancar," ucap Deval menarik nafasnya dan menghempaskan dengan kuat.

__ADS_1


Ia pun berjalan keluar dari rumah dan menuju mobilnya.


'Oh, dia mau pergi rupanya? Aku bisa melakukan sebebasnya,' batin Heru tertawa kecil.


Grameisya mendekati mobil Pak Ahmad. Pak Ahmad, Bapak di rumah saja ya, tidak perlu mengantar ku," ucap Grameisya melambaikan tangannya lalu meninggalkan mobil tersebut.


Grameisya masuk ke dalam mobil Gladis.


"Kenapa kamu masuk ke sini?" tanya Gladis bingung.


"Kenapa? Kitakan sepupuan, lagian kita juga searah. Oh ya, mana setoran mu?" pinta Grameisya.


"Iya iya iya," ucap Gladis manyun. Ia mentransferkan uangnya ke rekening Grameisya.


Tririt!


Anda mendapat penambahan saldo 250.000.


"Kenapa 250.000?" tanya Grameisya.


"Cuma di kasih segitu," jawab Gladis.


"Oke, baiklah," jawab Grameisya mengangguk.


Gladis melihat ke arah Grameisya untuk menunggu Grameisya keluar dari mobilnya.

__ADS_1


"Kamu ... kenapa nggak keluar-keluar dari mobil ku?" tanya Gladis.


"Aku numpang mobilmu, pak supir ayo jalan!" perintah Grameisya.


Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan. Gladis manyun sambil melihat keluar jendela.


☘️☘️☘️☘️☘️


Perjalanan yang memakan waktu beberapa menit itu, mereka pun sampai di sekolah.


Grameisya segera turun dari mobil. "Terima kasih ya atas tumpangan mu," ucap Grameisya melambaikan tangannya.


"Untuk para pemenang dan peserta lomba, harap berkumpul di aula." Terdengar dari pengeras suara.


Para peserta lomba berkumpul di aula. Ada sebagian dari mereka tidak datang. Sepertinya mereka sakit karena di hajar Grameisya semalam, sedangkan Grameisya sendiri baik-baik saja.


Mereka semua pun berkumpul. Ada beberapa tempelan plaster di tangan Ferdi.


Ia menatap kesal ke arah Grameisya.


"Kamu kenapa?" tanya Grameisya setengah mengejek.


"Kau pikir kau bakal menang selama-lamanya setelah nanti ke pertandingan Nasional? Nggak semudah itu, aku mendapatkan gelar juara tingkat nasional setelah bekerja keras. Kamu jangan berbangga dulu," ucap Ferdi.


"Terima kasih sudah peduli dengan ku, tapi tidak menyangka, sang si gelar juara malah kalah telak dengan orang biasa seperti ku. Jadi sekarang kamu di sebut apa?" tanya Grameisya menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Heh! Aku itu teledor saja, tapi lihat saja nanti, aku akan mengalahkan mu di pertandingan nasional nanti," ucap Ferdi.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2