
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Tok! Tok!
"Ini makanan Nona," ucap Bi Ena membuka pintu kamar Grameisya.
"Iya Bi, letakkan saja atas meja, aku akan memakannya sebentar lagi setelah mandi," ucap Grameisya.
"Baik Nona." angguk Bi Ena.
Bi Ena pun keluar dari kamarnya, Grameisya menatap kepergian Bi Ena hingga ia keluar menutup pintu, yang ia lakukan sama seperti biasa ia lakukan tanpa ada perasaan yang di buat-buat.
"Apa aku juga mengecek yang lain juga kah? Aku harus diam-diam menyelidiki mereka semua," ucap Grameisya.
Grameisya pun mengambil piring yang berisi makanan tersebut, ia mencium bau makanan itu. Mungkin di letakkan sesuatu di dalamnya.
"Sepertinya ini aman," ucap Grameisya melahap makanannya.
Ia pun melahap makanannya hingga tak bersisa di piring.
☘️☘️☘️☘️☘️
"Eh, kok aku ketiduran? Gimana dengan Papa?" tanya Grameisya saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 20:20.
Grameisya pun mengambil handuk dan ia pun segera mandi.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, Grameisya pun menuju ke arah mobil.
"Pak Ahmad, tolong antarkan aku ke rumah sakit," pinta Grameisya.
"Baik Nona." angguk pak Ahmad.
Grameisya pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melesat di jalanan.
"Bagaimana keadaan Tuan Nona?" tanya Pak Ahmad.
"Dia akan membaik beberapa hari ini," jawab Grameisya.
"Maaf Nona, kemaren saya ingin membawa Tuan ke rumah sakit. Tapi di larang oleh Tuan Dodo dan Tuan Hino, mereka bilang, tidak akan ada yang tanggung jawab atas biaya pengobatan Tuan Deval," ucap Tuan Ahmad.
"Tidak usah pedulikan mereka berdua, anggap saja mereka sudah mati," ucap Grameisya.
"Baik Nona," jawab Pak Ahmad.
"Baiklah." angguk Grameisya setuju.
Mereka pun masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ke dalam ruangan di mana Deval berada.
Cklek!
Pintu terbuka.
"Papa." Grameisya mendekati Deval.
"Kamu kenapa datang, istirahatlah, besok kamu harus sekolah," ucap Deval.
__ADS_1
"Bagaimana perasaan Papa sekarang?" tanya Grameisya.
"Setelah di beri obat, Papa merasa enakan kok," jawab Deval.
"Oh syukurlah kalau begitu. Papa sudah makan?" tanya Grameisya.
"Sudah, di rumah sakit Tuan Lio sangat enak, Papa di khusus kan di sini," ucap Deval tersenyum.
"Papa, aku ingin memberi tahukan sesuatu, tapi Papa jangan emosi ya," ucap Grameisya.
"Ada apa?" tanya Deval.
"Yang menyebarkan foto-foto itu adalah ulah Adinda, tapi dia sudah di tangkap sekarang, Papa ingin aku apakan dia?" tanya Grameisya.
"Terserah kamu saja, yang pastinya Papa tidak ingin melihat dia lagi. Papa benar-benar sangat membencinya," ucap Deval.
"Baiklah kalau begitu jika itu yang Papa inginkan," ucap Grameisya.
Malam ini Grameisya memilih untuk tidur di rumah sakit saja.
☘️☘️☘️☘️☘️
Ke esokkan paginya. Grameisya pun pulang bersama Pak Ahmad.
Sesampainya di rumah, Grameisya pun masuk ke dalam rumah.
Grameisya masuk ke dalam kamar agar ia bisa segera mandi untuk bersekolah.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan, tips, dan hadiah terima kasih]