
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...-...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Grameisya mendekati mereka semua dan mereka tertunduk lesu.
"Oh, kalian rupanya wartawan palsu itu?" ucap Grameisya.
Mereka diam tak menjawab dan tak berani menatap Grameisya.
"Katakan, kalian di perintahkan oleh siapa?" tanya Grameisya mengintrogasi mereka.
"Siapa yang sudah menyuruh kalian untuk berpura-pura menjadi wartawan palsu untuk menyerang Tuan Andes?" tanya Grameisya.
Mereka diam seribu bahasa.
"Siapa!" bentak Grameisya membuat mereka yang ada di dalam ruangan tersebut terkejut termasuk Alneozro.
"I-itu ...." mereka kembali terdiam dan saling berpandangan.
"Oh, kalian nggak mau jawab ya, berikan aku besi panas!" pinta Grameisya.
__ADS_1
"Berikan dia besi panas!" perintah Alneozro.
Salah satu pengawal yang ada di sana keluar dari ruangan tersebut dan masuk ke ruangan di mana kedua orang agen rahasia di sekap.
Pengawal itu membawa besi panas tersebut dan memberikan kepada Grameisya.
Mereka berlima terbelalak melihat besi panas itu.
"Kalian ingin di tusuk bagian mana?" tanya Grameisya.
"Ti-tidak mau! Tolong jangan lakukan itu," ucap mereka menggeleng ketakutan.
"Kalau begitu katakan yang sebenarnya, aku tidak mau ada kebohongan meskipun hanya 0,001% sekali pun," ucap Grameisya mendekati besi panas itu ke arah mereka.
"Aaaaaaaaaaaaa!" jerit mereka memejamkan matanya.
"Ka-kami di perintahkan oleh Tuan Defgi," ucap mereka.
"Apa! Tuan Defgi?" tanya Grameisya membelalakkan matanya.
"I-iya." angguk mereka.
"Pantas saja dia bersikap aneh tadi pagi," ucap Grameisya mengingat kejadian tadi pagi.
__ADS_1
"Ceritakan kronologi kejadiannya!" perintah Grameisya.
"Kami di datangi oleh Tuan Defgi dan di minta untuk menjadi wartawan palsu. Tuan Defgi menceritakan masalah Nyonya Mila yang menjadi seorang pelakor. Tuan Defgi bilang, kalau Tuan Andes punya penyakit jantung, meskipun tidak terlalu bahaya dalam kehidupan sehari-harinya, tapi apa bila ia mendapatkan tekanan berat mungkin penyakitnya akan bereaksi. Jadi kami di minta untuk membuat penyakit jantung Tuan Andes kambuh. Kami sama sekali tidak ada niat untuk membuat Tuan Andes meninggal, tapi mungkin tekanan terlalu kuat membuat ia syok dan meninggal," jelas mereka panjang lebar.
"Dengan kata lain, Defgi sengaja melakukan agar kakek Andes meninggal dan ia bisa menguasai harta. Dia benar-benar kejam, bahkan rela membunuh ayahnya sendiri demi harta," ucap Grameisya geram.
"Kami hanya di suruh itu saja, kalau hal lain kami tidak tahu," ucap mereka.
"Kalian di beri imbalan apa?" tanya Grameisya.
"Kamu di janjikan akan di beri uang 20 juta perorangan. Tapi saat ini ia masih memberikan uang muka 1 juta perorangan. Dia bilang akan memberikan sisa uang itu apa bila ia mendapatkan perusahaan Tuan Andes," jawab mereka.
"Sekarang kita sudah tahu permasalahannya, jadi tinggal menangkap orangnya," ucap Alneozro.
"Baiklah, aku akan menelpon polisi," ucap Grameisya.
"Tidak perlu, aku yang akan menelpon polisi," ucap Alneozro.
"Baiklah jika seperti itu," ucap Grameisya mengangguk.
"Aku harap, kalian bersedia menjadi saksi agar hukuman kalian di ringankan," ucap Grameisya.
"Iya." angguk mereka.
__ADS_1
"Kalian tidak mau di hukum sendirian kan? Kalau begitu beri tahu kepada teman kalian yang lain untuk menunggu di suatu tempat. Katakan jika Tuan Defgi menunggu untuk bagi-bagi uangnya!" perintah Grameisya.
❤️❤️❤️❤️❤️