TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 162


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Alneozro terpaksa tersenyum dan ia pun menerima pemberian Buk Mei lalu memberikan kepada Grameisya.


"Selamat Sayang," bisiknya yang membuat Grameisya merinding.


Alneozro berdiri di samping Grameisya sambil memegang tangan Grameisya, kepala sekolah juga berdiri di samping kanan Grameisya dan mereka pun berfoto bersama.


"Jadi acaranya sudah selesai kan? Jadi ayo kita pergi," ajak Alneozro.


"Kau sangat buru-buru, seharusnya aku yang merasa senang di beri kejutan, tapi terbalik," ucap Grameisya manyun.


"Ayo masuk mobil," ajak Alneozro.


Grameisya pun masuk ke dalam mobil dan lagi, Pak Ahmad di tinggalkan.


"Sepertinya Nona tidak membutuhkan ku lagi untuk menjadi sopirnya," ucap Pak Ahmad sedih.


Mia dan Gladis memandang Grameisya yang bersama Neozro hanya manyun.


"Benar-benar membuat orang kesal saja," ucap Gladis sebal.


Perjalanan yang memakan waktu beberapa menit itu, mereka pun sampai di sebuah tempat membuat Grameisya terpana.

__ADS_1


Tempat itu di sebuah pantai. Ada dekorasi yang sangat mewah, di sana ada 2 orang yang memakai baju formal.


"Waw, kau bawa aku ke pernikahan siapa ini, tapi kok sepi amat?" tanya Grameisya.


Alneozro menatap Grameisya manyun. "Bukan pernikahan siapa, tapi kalau kita nikah sekarang kamu mau?" tanya Alneozro.


"Jangan bercanda, aku belum balaskan dendam ku ketua agen itu. Setelah selesai baru aku akan berpikir untuk kehidupan ku selanjutnya," ucap Grameisya.


Alneozro diam saja, ia menarik Grameisya keluar dari mobil dan membawanya menuju ke tempat tersebut.


Perlahan-lahan mereka berjalan berjalan sambil di tiup oleh angin sepoi-sepoi di pantai itu, tidak jauh dari sana ada Villa yang cukup besar.


"Itu Villa kamu?" tanya Grameisya.


"Menurutmu?" tanya Alneozro.


Mereka pun berdiri di dekat dekorasi mewah itu.


"Ini kejutannya?" tanya Grameisya melihat sekeliling.


"Bukan." Alneozro bertepuk tangan dan datang 2 orang itu membawa buket uang yang berisikan 100 lembar uang dolar dan buket bunga mawar 99 tangkai.


Yang satunya membawakan sebuah kotak hitam.


Alneozro mengambil kotak hitam itu dan membukanya membuat Grameisya menekuk alisnya.


"Kamu ingatkan berlian ini adalah pernah aku berikan kepadamu waktu di mall itu? Tapi sayangnya kau malah menolaknya. Tapi kalung berlian ini tepat aku simpan dan ku jaga seperti aku menjaga hatiku. Kamu masih ingatkan saat waktu itu kamu berhasil menangkap beberapa pencuri di mall itu dan aku melepaskannya dan kau sangat marah padaku. Aku melepaskan mereka dan pada akhirnya mereka semua sudah tertangkap dan sekarang mereka ada di penjara karena mereka sudah melakukannya sudah ratusan kali termasuk tokok kecil," ucap Alneozro.

__ADS_1


"Baguslah kalau gitu," jawab Grameisya.


"Mulai saat itu, aku penasaran dengan mu dan mencari tahu tentang mu. Akhirnya aku tahu kalau kau sekolah di SMA itu dan sampai saatnya aku di undang untuk datang acara makan bersama. Biasanya aku selalu di undang ke sekolah mana pun, tapi aku tidak pernah datang. Aku datang karena mu. Akhirnya aku pun tahu kalau kita punya musuh yang sama dan kita telah berpergian bersama. Kau telah membawaku hingga aku jatuh hati padamu. Jadi di hari ini, aku ingin menyatakan perasaan ku padamu. Aku sangat mencintai mu, aku sangat ingin bersama mu, hingga seharian aku salah tingkah. Maukah kau menerima cintaku?" tanya Alneozro sambil berlutut.


Grameisya menatapnya dengan mata sayu.


"Maaf, kau adalah orang yang luar biasa, aku tidak bisa," jawab Grameisya.


"Kenapa? Aku sangat mencintaimu Grameisya, sangat mencintaimu, tolong terima aku," jawab Alneozro.


"Aku tidak bisa," jawab Grameisya lagi.


Alneozro menundukkan kepalanya, tanpa terasa air matanya menetes. Ini adalah untuk pertama kalinya ia menangis karena cinta.


Ia berdiri perlahan dan langsung memutar badannya dan pergi. Hatinya benar-benar hancur rasanya sangat sakit dari pada di iris oleh pisau.


Sakitnya tak bisa ia gambarkan lagi, pikirannya kini seperti benang kusut. Ia juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan, dunia rasanya berhenti dan ia ada di tengah-tengah bumi.


Oh, inikah rasanya sakit hati?


Amar, Jun dan Lio keluar dari balik dekorasi itu, mereka juga tampak kecewa dan hanya terdiam tak bisa berkata-kata.


Mereka semua menarik nafas berat dan melihat makanan dan minuman yang sangat banyak itu yang kini nganggur tanpa ada yang meminumnya.


Mereka hanya melihat kepergian Alneozro dengan langkah gontai menuju mobilnya.


Mereka terlihat menunggu dan tidak semangat mau melakukan apa pun.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2