
...☘️☘️☘️Happy reading ☘️☘️☘️...
...-...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Alina pergi mencari kedua orang tersebut dan ia menemukan kedua orang itu masih ada di dalam ruang VIP tersebut.
"Kalian berdua benar-benar tidak becus!" teriak Alina tiba-tiba.
"Ma-maaf No-Nona, dia terlalu kuat," ucap pria itu memegang tangannya.
"Bukan dia yang terlalu kuat, tapi kalian yang lemah!" ucap Alina geram.
"Beneran Nona, dia memang kuat, pergelangan tangan ku patah," ucap pria itu.
"Iya Nona, tubuh sakit karena di banting olehnya," ucap pelayan wanita itu.
"Alah, alasan kalian saja! Memperkerjakan kalian sungguh membuatku rugi!" ucap Alina kesal.
Ia pun meninggalkan ruangan tersebut.
"Tunggu dulu Nona!" panggil pria itu.
"Kenapa lagi? Minta bayaran?" tanya Alina.
"Iya Nona, setidaknya biaya pengobatan tangan saya yang patah," ucap pria itu.
"Cih! Sungguh menyebalkan!" Alina mengambil uang dari dompetnya lalu membuangnya kelantai.
"Kerja nggak becus! Minta bayaran! Nggak tahu diri!" maki Alina meninggal mereka.
Alina memegang tangannya yang sakit. "Aku harus ke dokter untuk mengecek apa jari tanganku, sakit sekali," ucap Alina.
__ADS_1
"Di TV dia sangat baik dan lemah lembut, ternyata aslinya sangat kasar!" ucap pria itu setelah memungut uang tersebut.
"Sudahlah, uangnya bagi dua," ucap wanita pelayan itu.
"Mana bisa bagi dua, lihat tanganku sampai patah begini, aku yang lebih banyak," ucap pria itu tak terima.
"Ya udah sini uangnya, aku juga mau ke tempat tulang urut," ucap wanita pelayan itu.
"Sial! Aku pikir dia yang kaya itu setidaknya tidak pelit, tapi lebih banyak orang memberi sedekah dari dia!" omel pria itu.
"Sudahlah, sana cepat obati tanganmu," ucap pelayan wanita itu.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
Ponsel Alneozro berbunyi.
"Tunggu sebentar ya," ucap Alneozro segera mengangkat telponnya.
"Tuan, kami sudah menemukan 5 orang," ucap pengawalnya.
"Di mana mereka sekarang?" tanya Alneozro.
"Sudah kamu bawa mereka ke markas," jawab pengawalnya.
"Baiklah, kami akan ke sana sekarang," ucap Alneozro. Ia pun memutuskan panggilannya.
"Ayo kita pergi," ajak Alneozro.
"Kemana?" tanya Grameisya yang masih mengunyah makanan.
"Ayo, ikut saja. Oh ya, kau ke sini dengan supir mu?" tanya Alneozro.
__ADS_1
"Iya." angguk Grameisya.
"Suruh dia pulang," ucap Alneozro meraih tangan Grameisya dan membawanya keluar.
"Hey tunggu dulu, aku belum bayar," ucap Grameisya.
"Sudah ku bayar, tapi lain kali kau yang bayar ya," ucap Alneozro.
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut. Grameisya berlari menuju ke arah mobil pak Ahmad.
"Pak, pulang dulu saja ya, aku ada urusan," ucap Grameisya.
"Baik Nona, Nona tetap harus hati-hati ya," pesan pak Ahmad.
"Iya, Bapak juga," ucap Grameisya.
Perlahan-lahan mobil pak Ahmad meninggalkan restoran tersebut.
Setelah menjauh, Grameisya pun masuk ke dalam mobil Alneozro.
Mobil pun melaju di jalanan.
"Ada apa?" tanya Grameisya penasaran.
"Sudah ada 5 orang tertangkap, kita bisa mendapatkan keterangan dari mereka," ucap Alneozro.
"Benarkah? Baguslah jika begitu," ucap Grameisya.
Tak lama, mereka pun sampai di markas.
Mereka pun masuk ke dalam markas tersebut dan masuk ke sebuah ruangan.
Ada 4 orang pria dan satu orang wanita. Mereka duduk di sebuah kursi panjang yang di jaga oleh pengawal bersenjata.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️