TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 159


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


☘️☘️☘️☘️☘️


Ke esokkan harinya.


Hari ini adalah hari di mana pertandingan bela diri.


Grameisya menuju meja makan dan melahap sarapannya.


"Di mana Defli?" tanya Grameisya yang hanya melihat ke 3 sepupunya yang sudah memakai seragam sekolah.


"Nggak tau, mungkin di kamarnya," jawab Deon.


Grameisya berdiri dan mengetuk pintu kamar Defli.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


Cklek!


Pintu kamar terbuka.


Defli terlihat yang baru saja habis menangis, ia belum lagi memakai baju sekolah.


"Kau kenapa tidak sekolah? Kau tidak ingin melihat pertandingan ku hari ini?" tanya Grameisya.


"Eh iya, aku akan bersiap-siap," ucap Defli mengangguk berusaha untuk tersenyum.


Ia mungkin masih sedih karena dulu ia sudah kehilangan Mamanya, kini Papanya.

__ADS_1


Grameisya kembali menuju meja makan dan melanjutkan sarapannya.


Tririt!


Sebuah pesan masuk.


Grameisya melihatnya dan di ponselnya sebuah M.bangkin masuk.


Anda mendapatkan penambahan uang sebesar 300.000,-


'Hm ... di luar dugaan,' ucap Grameisya mengangguk-angguk.


Defli keluar dari kamarnya dan ia sudah memakai seragam sekolah lalu duduk di kursi.


Pembantu menyiapakan sarapan untuk Defli, semua mata memandang ke arah Defli.


"Silakan Tuan muda," ucap pembantu itu.


"Terima kasih Bibi," ucap Defli.


Defli pun melahap makanannya hingga habis.


Mereka semua pun berangkat sekolah.


☘️☘️☘️☘️☘️


Sesampainya di sekolah.


Hari ini tampak beda hari biasanya. Di aula sudah berkumpul seluruh murid.


"Pantas saja," ucap Grameisya melihat ke arah seorang pria yang duduk di samping kepala sekolah.


Siapa lagi kalau bukan Alneozro. Para murid perempuan semuanya melihat ke arah Alneozro, mereka mengambil Poto Alneozro sambil ketawa-ketawa.


Sepertinya senang sekali mereka.

__ADS_1


"Baiklah, untuk para peserta harap berganti pakaian," ucap pak Ali.


Para peserta pun menuju ke depan dan mengambil seragam bela diri. Mereka pun pergi ke kelas dan memakai bajunya.


Seluruh peserta berbaris di tengah-tengah Aula.


"Peraturan pertandingan untuk para peserta. Tidak boleh memukul kepala, dan bagian ********, selebihnya bebas. Wasit akan menghitung poin kalian dan pertandingan ini adalah tanding bebas. Apa kalian mengerti?" tanya Pak Ali.


"Mengerti," jawab para peserta.


"Baiklah, acaranya akan di mulai sekarang! Semuanya tepuk tangan yang meriah," ucap pak Ali.


Terdengar suara bergemuruh tepuk tangan dari para murid yang menyaksikan pertandingan tersebut.


"Para peserta di harapkan duduk di kursi yang sudah di sediakan," ucap pak Ali.


"Baiklah, untuk pertandingan pertama yaitu Fazri melawan Hendri," ucap Pak Ali.


murid yang di panggil berdiri dan memberi hormat lalu mereka pun berjalan menuju di tengah pertandingan tersebut.


Keduanya memberi hormat kepada penonton kepada wasit dan hormat sesama peserta.


"Baik, ingat peraturan tadi?" tanya wasit.


"Iya Pak." angguk mereka.


Mulai.


Karena ini adalah pertandingan bebas mereka bebas melakukan gerakan apa saja asalkan bisa membuat lawannya jatuh.


Fazri melayangkan tinjunya ke arah perut Hendri, dengan sigap Hendri menangkap kaki Fazri lalu mendorongnya dengan kuat.


Hendri 10 poin


Fazri bangun kembali lalu mendorong Hendri dengan kuat dan mereka pun terjatuh bersama.

__ADS_1


Untuk yang sama-sama terjatuh tidak ada poin.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2