TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 64


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Kalian jangan berpikir yang aneh lagi, apa kurang gaji kalian di potong selama 6 bulan? Apa kalian mau di usir dari sini?" tanya kepala pelayan.


"Tidak mau," jawab mereka menggeleng.


"Kalau tidak mau jadi berhentilah apa yang kalian rencanakan, lakukan saja apa pekerjaan kalian. Jangan ikut campur urusan pribadi Tuan," ingat kepala pelayan.


"Baik," jawab mereka sedih.


Di ruangan itu, Grameisya angkat beban. Ia terus berlatih hingga keluar keringat yang sangat banyak.


Alneozro diam-diam mengambil foto Grameisya dari sudut mana pun. Ia sangat menyukai wanita yang ada di rumahnya ini.

__ADS_1


'Kamu sangat cantik,' batin Alneozro tersenyum.


❤️❤️❤️


Sudah 4 jam Grameisya terus berlatih hingga akhirnya ia memilih untuk istirahat.


Grameisya duduk di lantai dengan kaki di luruskan ke depan. Ia menyeka keringatnya dengan handuk kecil.


"Nih, minum untukmu." Alneozro memberikan sebotol air mineral kepada Grameisya.


"Setelah ini nggak mungkin kau latihan lagi kan?" tanya Alneozro duduk di samping Grameisya.


"Iya, setelah istirahat sejenak kita pergi," ucap Alneozro.


"Kamu belum makan dari tadi kan? Makan dulu biar kuat menghadapi kenyataan," ucap Alneozro bergurau.


"Apaan sih kamu, aku udah dari kecil sudah kuat menghadapi kenyataan, hanya saja saat ini aku sedang memperjuangkan kenyataan itu agar aku bisa hidup dengan tenang," ucap Grameisya.

__ADS_1


"Boleh aku tahu apa alasan mu sakit hati dengan agen rahasia itu? Sedangkan dari datamu kau seharusnya tidak ada sangkut paut dengan agen rahasia, kau hanya cucu dari Andes. Sedangkan keluarga Andes sama sekali tidak tahu tentang agen rahasia. Jadi kenapa kau bisa tahu masalah ini?" tanya Alneozro penasaran.


"Saat ini aku tidak bisa memberi tahu padamu, tunggu semuanya selesai, tunggu semua dendam ku terbalaskan. Baru aku beri tahu," jawab Grameisya.


"Tidak masalah kamu tidak beri tahu aku saat ini, aku akan sabar menunggu jawabanmu," ucap Alneozro.


"Menunggu jawaban apa? Apa selama menunggu jawaban dari pacarmu? Eh iya, kau ... tidak ada yang cemburu kah? Aku nggak mau di katakan perusak hubungan orang," ucap Grameisya baru menyadarinya.


Selama ini ia terus bersama Alneozro, meskipun tidak ada maksud lain, tapi jika ketahuan itu membuat yang lain salah sangka.


"Tenang saja, selama ini belum ada yang nyangkut di hatiku," jawab Alneozro.


"Dari yang aku tahu, jika seorang pembisnis, nah orang itu akan di jodohkan dengan anak pembinis yang lain demi mengerat hubungan mereka dan demi untuk membuat perusahaan mereka menjadi besar. Kamu. Di tunang kan dengan siapa oleh orang tuamu?" tanya Grameisya.


"Aku? Tidak ada. Aku tidak ingin di tunang kan dengan siapa pun sampai aku memilih pendampingku sendiri," jawab Alneozro melihat ke atas langit-langit ruangan itu.


"Bagimu melewati ini semua nggak mudah ya. Di luar sana hingga ribuan orang mengantri untuk mendapatkan cintamu, apa kau tidak berpikir untuk memilih mereka satu di antaranya?" tanya Grameisya.

__ADS_1


"Nggak minat, aku lebih baik memilih di depan mataku saja. Sudah, kamu jangan cerewet seperti Mamaku, ayo mandi dulu. Setelah itu kita makan dan baru pergi," ucap Alneozro.


❤️❤️❤️


__ADS_2