TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 87


__ADS_3

☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️


-


❤️❤️❤️❤️❤️


"I-iya. Ta-tapi bisakah berikan kami nomor baru agar mereka tidak nanti tidak dendam kepada kami jika kami menghubungi mereka dengan nomor asli?" pinta mereka.


"Berikan nomor kalian, aku akan menggantikannya nanti," ucap Alneozro kepada pengawalnya.


Salah satu pengawal itu memberikan ponselnya kepada mereka.


Mereka pun menghubungi orang-orang yang terlibat dalam insiden tersebut untuk berkumpul di suatu tempat.


"Sebagian dari kalian tunggu di tempat tersebut dan bawa mereka ke sini!" perintah Alneozro.


"Baik Tuan," ucap mereka.


Beberapa pengawal pergi dari markas dan menuju ke tempat tersebut.


"Sekarang kita pergi ke rumah Andes untuk melihat apa Defgi ada di rumah atau tidak," ucap Grameisya.


"Baiklah," jawab Alneozro.


"Menurutmu apa mereka juga di bawa sebagian?" tanya Grameisya.


"Ya, bawa mereka orang saja," jawab Alneozro.


"Tadinya aku ragu karena takut merepotkan," ucap Grameisya menaik turunkan alisnya.


"Untuk kamu ... apa sih yang enggak," ucap Alneozro tersenyum.


"Ya ya ya. Ya udah kita berangkat sekarang," ucap Grameisya.

__ADS_1


Mereka pun keluar dari ruangan tersebut. 2 orang di bawa oleh pengawal tersebut kendala mobil dengan tangan yang di ikat dan kaki mereka di ikatkan dengan satu sama lainnya.


Saat melewati ruangan tersebut, Grameisya berhenti.


"Boleh aku pergi melihat mereka sebentar?" tanya Grameisya.


"Pergilah, aku akan menunggu mu di mobil," ucap Grameisya.


Grameisya mengangguk dan ia pun masuk ke dalam.


Alneozro dan pengawalnya menuju ke mobil.


Grameisya melihat kedua orang itu di rantai besi seperti seekor anjing.


Mereka terlihat tak berdaya, seperti hidup enggan mati tak mau. Bukan mati tak mau, tapi mereka tidak bisa bunuh diri.


Beberapa pengawal bersenjata juga berjaga di sana.


"Apa lagi yang kau inginkan!" teriak Ano dengan suara lemah.


"Baru beberapa hari kalian sudah terlihat loyo. Bukannya kalian bersemangat untuk kabur?" tanya Grameisya tersenyum sinis.


"Diam kamu! pergi! Pergi!" teriak Ano.


"Haishhhh, baru beberapa hari kalian tidak sanggup, bagaimana kalau satu tahun? Setidaknya kalian hanya di kurung, tapi tidak di jadikan budak," ucap Grameisya.


Ano diam dan tidak menyahut lagi. Dari tatapannya yang penuh dendam itu sangat terlihat jelas.


"Baiklah, aku tidak akan menganggu kalian lagi, nikmati saja hidup kalian di sini. Selamat tinggal," ucap Grameisya meninggalkan ruangan tersebut.


Ia pun pergi buru-buru ke mobil Alneozro dan masuk ke dalamnya.


"Sudah selesai?" tanya Alneozro.

__ADS_1


"Sudah, aku hanya ingin menyapa saja," ucap Grameisya meraih sabuk pengamannya dan memakainya.


"Ayo jalan," perintah Alneozro kepada supirnya.


Perlahan-lahan mobil pun melaju untuk menuju ke kediaman Grameisya.


Beberapa menit kemudian.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


"Halo," jawab Alneozro.


"Tuan, mereka semua sudah kami tangkap," ucap pengawal itu.


"Lepaskan! Lepaskan!" teriak mereka yang di tangkap pengawal dari balik telpon.


"Bagus, kurung mereka dan jangan sampai lepas," ucap Alneozro.


"Baik Tuan," jawab pengawalnya.


"Mereka semua sudah tertangkap," ucap Alneozro menyimpan ponsel di saku jasnya.


"Baguslah kalau begitu. Terima kasih banyak atas bantuan mu," ucap Grameisya.


"Sudah sudah, kau harus mentraktir ku makan besar, aku ingin menghabiskan uang 1 M mu sebagai gantinya," ucap Alneozro.


"Baiklah, kau katakan saja kau mau apa," ucap Grameisya tersenyum.


'Yang aku inginkan adalah ... dirimu,' batin Alneozro menatap Grameisya penuh harapan.


❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2