TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 45


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


❤️❤️❤️


Grameisya menarik leher pria itu dengan kuat lalu menendang wajah pria itu.


Buk!


Hantaman keras itu mengenai hidung pria itu hingga hidungnya mengeluarkan darah.


"Sial! Kau ingin cari mati rupanya!" ucap pria itu tampak marah. Ia menyeka darah dari hidungnya sambil menatap Grameisya geram.


Pria itu membuang handuk kecil untuk menyeka hidungnya itu.


Ia pun ingin menangkap Grameisya. Grameisya pun menghindar dan ia pun salto depan dan menghantam kepala gundul pria itu dengan tumitnya.


Tak habis di situ, Grameisya menunduk dan melakukan serkel bawah membuat pria itu terjatuh ke lantai.


Dengan cekatan, Grameisya menarik kaki pria itu lalu memutarnya.


"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak pria itu kesakitan.


"Mengaku kalah atau aku akan mematahkan kaki mu?" tanya Grameisya menekan kuat kaki pria itu.


Pria itu mengangkat tangannya. "Aku ... aku menyerah," ucap pria itu dengan suara terbata-bata.


Grameisya pun melepaskan pria tersebut sambil melihat gadis itu. Gadis itu tampak gugup.


Akan tetapi dari belakang, pria itu bangun lalu menangkap Grameisya dari belakang. Ia pun menghempas Grameisya ke lantai.

__ADS_1


Bruuuk!


"Nonaaaaaaaaa!" teriak pak Ahmad panik.


Saat itu Grameisya tak lagi bergerak.


"Nona! Nona! Kau baik-baik saja kan?" tanya Pak Ahmad mendekati Grameisya, ia tampak gugup dan gemetaran.


"Ha-ha-ha rasakan itu!" ucap gadis itu merasa sudah menang.


Perlahan-lahan jari jemari Grameisya bergerak. Ia pun berusaha untuk berdiri dan bangkit.


"Oh kau masih bisa bangun rupanya," ucap pria itu tersenyum sinis. Ia pun kembali menendang Grameisya membuat Grameisya kembali terpental.


"Nona, menyerah sajalah, jangan siksa diri Nona seperti ini," ucap Pak Ahmad dengan mata berkaca-kaca.


"Iya, lebih baik kau menyerah saja," ucap gadis itu.


Pria itu berjalan ke arah Grameisya dan ia menendang Grameisya. Akan tetapi Grameisya menangkap kaki pria itu.


Pria itu terkejut dan berusaha untuk menarik kembali kakinya, akan tetapi tidak bergerak sama sekali.


Grameisya pun menarik kaki pria itu lalu ia menendang kaki kiri pria itu membuat pria itu terjatuh. Tanpa pikir panjang lagi Grameisya memutarnya dengan kuat.


Krak!


Terdengar suara patah tulang.


"Aaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaa!" teriak pria itu kesakitan.

__ADS_1


"Jadi bagaimana? Apa kau belum menyerah juga?" tanya Grameisya.


"Sakiiiiiiiiittttt! Tolong jangan teruskan lagi!" teriak pria itu memukul-mukul lantai saking sakitnya.


"Siapa suruh kau curang, aku bahkan bisa mematahkan leher mu," ucap Grameisya melihat ke arah gadis itu.


Gadis itu terlihat merinding dan gemetaran ketakutan.


"Grameisya!" panggil Alneozro yang baru saja sampai di depan pintu.


"Alneozro," ucap Grameisya. Akan tetapi ia tiba-tiba saja pusing dan tanpa sadar ia terjatuh.


"Grameisya!"


"Nona!"


Alneozro langsung memeluk Grameisya.


"Grameisya! Grameisya!" seru Alneozro menepuk-nepuk pipi Grameisya.


Karena Grameisya tidak sadarkan diri, Alneozro membopong Grameisya berlari menuju mobilnya tanpa mempedulikan pak Ahmad.


"Tuan, mau Anda bawa kemana Nona kamu!" teriak pak Ahmad.


Ia secepatnya melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!

__ADS_1


"Halo," jawab Lio, ia adalah teman Alneozro. Ia seorang dokter spesialis Traumatologi.


"Datang ke rumah ku sekarang!" perintah Alneozro cepat dan ia pun langsung mematikan panggilannya.


__ADS_2