TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 67


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Apa kamu bilang! Kau mengatai ku j*lang!" Grameisya sangat geram, ia memukul wajah mereka hingga hidung mereka mengeluarkan darah.


"Heh! Kau marah kami mengatakan j*lang? Kalau begitu kami akan terus mengatakannya," ucap mereka.


Grameisya menarik nafasnya, ia berusaha tenang.


"Dasar wanita murahan, Kino menyukai mu itu hanya karena kau kuat, tapi siapa sangka dia hanya mempermainkan mu," ucap mereka sambil tertawa mengejek.


'Ayo Grameisya, kamu yang tenang. Mereka sengaja untuk memprovokasi ku karena mereka ingin cepat mati saja, mati hanya membuat mereka tenang. Tidak, mereka harus merasakan siksaan dulu, siksaan yang menyakitkan,' batin Grameisya.


"Terserah kalian mau bicara apa, tapi aku tidak terpancing dengan ejek kan kalian. Ayo maki aku sepuas yang kalian sanggup, dengan begitu aku tidak merasa berdosa untuk menyiksa kalian," ucap Grameisya tersenyum sinis.


"Kalau begitu ayo siksa kami terus sampai kami mati," ucap mereka terkekeh.


"Enak saja menyiksa kalian, terus kalian mati begitu saja? Menyiksa kalian harus pelan-pelan, ya kira-kira satu tahun lah kalian merasakan besi panas. Membayangkan sangat seru mendengar suara teriakan kalian," ucap Grameisya tersenyum.

__ADS_1


Mereka terdiam, selama itu mereka harus merasakan sakit, dan kemudian entah apa yang mereka rasakan lagi.


Grameisya berjalan mendekati pintu dan ia keluar.


"Apa sudah selesai?" tanya Alneozro.


"Sudah." angguk Grameisya.


"Selanjut, apa yang ingin kamu lakukan kepada mereka?" tanya Grameisya.


"Tidak ada, akan terus mengurung mereka dan membuat mereka menderita," jawab Alneozro.


Mereka pun pergi dari tempat tersebut.


❤️❤️❤️


"Hey Jost! Keluar kamu dari markas ini!" perintah ketua mafia yang kemaren bertemu dengan Alneozro dan Grameisya.


Mereka membawa pasukan yang sangat banyak.


Jost, Kino dan Alena keluar dari markas dan melihat bahwa tempat mereka telah di kepung.

__ADS_1


"Kau, untuk apa kau ke sini?" tanya ketua agen.


"Untuk apa kata mu? Tentu saja untuk mengambil markas ini, karena markas besar ini sudah menjadi milikku," ucap ketua mafia.


"Enak saja kau bilang begitu, emangnya kau punya dasar apa mengatakan jika markas ini milikmu? Kau jangan asal bicara yang nggak jelas," ucap Jost.


"He-he-he, siapa yang bicara tidak jelas. Kau yang tidak jelas. Ini adalah bukti jika aku pemilik markas ini." Ketua mafia itu memperlihatkan salinan surat bangunan tersebut kepada Jost.


Jost mengambilnya dan melihat jika surat itu adalah salinan yang asli dari surat bangunan markasnya.


"Dari mana kau mendapatkan ini! Kau yang sudah mencuri surat bangunan ku ya!" teriak Jost marah.


"Enak saja kau bilang aku mencuri, meskipun aku orangnya jahat, tapi mencuri bukan type ku. Yang sebenarnya mencuri itu adalah kamu, markas ini adalah tanah keluarga Edult dan pada akhirnya kau pindah tangani menjadi milik mu, kau yang sebenarnya pencuri itu, benar tidak?" tebak ketua mafia itu sambil tertawa.


"Kurang ajar! Kalian cepat cari mana surat asli markas kita," perintah Jost kepada Kino dan Alena.


"Baik Ketua." Mereka pun berlari menuju ke ruangan ketua mafia. Dan mereka pun mencari-cari berkas tersebut, tapi tidak mereka temukan.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua kembali.


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2