TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 82


__ADS_3

...☘️☘️☘️Happy reading ☘️☘️☘️...


...-...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Apa tidak apa-apa Nona? Saya hanya takut nanti Anda terganggu," ucap Pak Ahmad.


"Tidak apa-apa, aku tidak terganggu. Lagian entah kenapa masalahnya menjadi rumit sekarang, entah apa yang di inginkan orang itu. Ia seperti sengaja membuat berita seperti itu agar orang lain tidak tahu kebenarannya," ucap Grameisya.


Saat Mia dan Gladis sampai di rumah, mereka langsung di kerumuni oleh para wartawan.


"Nona apa benar Tuan Andes meninggal karena menantunya yang bernama Mila?"


"Nona, di katakan jika Tuan Andes meninggal karena serangan jantung?"


"Apa benar Tuan Andes kena serangan jantung karena melihat berita Nyonya Mila menjadi pelakor?"


"Di mana Nyonya Mila dan anaknya berada sekarang?"


"Kenapa Nyonya Mila menjadi pelakor? Apa yang terjadi dalam keluarga kalian?"


"Nona, tolong jawab pertanyaan kamu."


"Diam!" teriak Gladis dengan mata berkaca-kaca.


"Aku tidak tahu masalah ini dan kalian jangan tanya-tanya lagi!" teriak Gladis hampir menangis.

__ADS_1


"Ayo kita masuk, kita tidak perlu menjawabnya kalau kita tidak tahu," ajak Mia.


"Hey Nona! Kalian belum menjawab pertanyaan kami!" panggil para wartawan itu mengejar mereka hingga depan pintu.


"Kami tidak tahu, dan kalian jangan datang ke sini lagi!" teriak Mia menutup pintu rumahnya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Grameisya pun sampai di restoran tersebut, ia pun masuk ke dalam restoran tersebut.


"Apa Anda Nona Grameisya?" tanya seorang pelayan restoran tersebut.


"Iya." angguk Grameisya.


"Mari ikut saya," ucap pelayan itu.


"Mari masuk Nona, Tuan Alneozro ada di dalam," ucap pelayan itu.


Grameisya pun masuk ke dalam, wanita itu tersenyum licik dan ia pun menutup pintu ruangan tersebut.


"Eh, kenapa pintunya di tutup? Di dalam ruangan ini juga kenapa gelap sekali ya? Apa benar Alneozro ada di dalam ruangan ini? Aku akan mencari kontak lampunya," ucap Grameisya meraba dinding ruangan tersebut.


Hampir saja ia menekan kontak lampu tersebut, dari belakang seorang menangkapnya.


"Lepaskan! Kau tidak mungkin Alneozro kan?" tanya Grameisya.


Orang itu diam saja, pria itu menjepit tangan Grameisya dengan kuat.

__ADS_1


Grameisya berusaha untuk melepaskan tangannya, ia menendang orang itu dari belakang membuat tangannya terlepas.


Orang memeluk Grameisya lagi dengan kuat, Grameisya menarik kepalanya lalu membenturkan kepalanya dengan kepala orang tersebut.


"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak orang itu kesakitan.


Grameisya pun menghidupkan lampunya dan terlihatlah seorang pria yang tidak di kenal.


"Siapa kau?" tanya Grameisya antusias.


"Tidak perlu tahu siapa aku, yang pastinya aku akan menangkap mu," ucap pria itu.


"Katakan siapa yang menyuruhmu? Kau tidak mungkin berinisiatif menangkap ku sendiri kan?" tanya Grameisya lagi.


"Kau tidak perlu tahu siapa dia! Lebih baik kau menyerahkan dirimu atau aku terpaksa harus menggunakan cara kasar," ucap pria itu.


"Keluarkan semua cara mu itu, aku memang sangat butuh sarung tinju," ucap Grameisya siap pasang badan.


Pria itu mengeluarkan pisau. Dan ia pun menyerang Grameisya.


Grameisya mengelak ke kiri, sedangkan pria itu terus mengibas senjatanya secara acak.


Grameisya menunduk dan menendang pria tersebut hingga pria itu mundur kebelakang.


"Heh! Dengan sepeti ini gerakan mu ingin melawanku! Sungguh payah," ucap Grameisya.


❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2