
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Tuh, wartawan pada datang, selesaikan masalah kalian," ucap Grameisya.
Mia dan Gladis malah berlarian ke dalam kamarnya lalu menutup pintu kamarnya.
Bel pun berbunyi.
"Permisi!" panggil wartawan dari luar.
"Ah, biarkan saja wartawan itu menunggu, toh nanti juga pulang sendiri," ucap Grameisya yang tidak peduli.
Grameisya pun berjalan masuk ke dalam kamarnya.
"Entah kenapa aku malah pindah ke keluarga yang penuh masalah ini, ini entah berkah apa kecelakaan!" sungut Grameisya masuk ke dalam kamarnya dan membuka bajunya, lalu merebahkan tubuhnya di kasur.
☘️☘️☘️☘️☘️
Karena keluarga ini tidak beres makan dari itu kau aku tempatkan di sini, jika yang lain tidak beres, tapi ada satu-satunya kau yang masih waras. Tolong jaga keluarga ku, tolong jaga Papaku, karena hanya dia yang terbaik.
Maaf jika mereka semua menyusahkan mu, tapi inilah keadaannya keluarga ini. Aku yakin kau bisa membuat perusahaan kakekku kembali bangkit.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️
Grameisya terbangun lagi.
"Lagi-lagi aku memimpikan dia, apa jangan-jangan dia masih ada? Dia belum sepenuhnya pergi?" tanya Grameisya memegang kepalanya.
Grameisya melirik jam sudah menunjukkan pukul 17:40 menit.
"Perasaan baru sebentar aja tidurnya kok udah bangun jam segini?" tanya Grameisya setelah melihat jam di dinding.
Grameisya pun bangun dan ia menuju meja makan.
"Bibi, aku mau makan," ucap Grameisya duduk dengan menghempaskan tubuhnya di kursi.
"Sebentar ya," ucap Bi Ena.
Grameisya melahap makanannya.
Tak lama kemudian, Deval pulang dengan wajah lesu.
Grameisya menjengah kepalanya dan melihat Deval berjalan dengan langkah gontai.
"Papa!" panggil Grameisya.
Deval melihat ke dalam dan terlihat Grameisya sedang duduk di meja makan.
__ADS_1
Deval pun berjalan dan datang menghampiri Grameisya,lalu duduk di kursi.
"Tuan mau minum apa?" tanya Bi Ena.
"Air putih saja, buatkan makanan juga untuk ku Bi," pinta Deval.
"Baik Tuan," jawab Bi Ena.
Bi Ena membawakan segelas air putih dan meletakkan di atas meja, Deval pun meneguk air putih itu.
"Papa kenapa?" tanya Grameisya lagi.
"Angka persentase perusahaan semakin menurun, mana beberapa hari lagi sidang Defgi. Entah mana satu yang harus Papa urus," ucap Deval dengan wajah kelelahan.
"Jadi bagaimana dengan Hino dan Dodo?" tanya Grameisya.
"Mereka entah berapa hari ini entah apa yang mereka lakukan. Heru juga sudah tidak ada kabar. Entah kemana dia pergi," ucap Deval.
"Apa mereka berdua tidak bisa di andalkan?" tanya Grameisya.
"Ya seperti ini, mendadak menghilang, setelah pulang nanti akan Papa beri tahu mereka. Sebenarnya mereka itu maunya apa? Kerja enggak, tapi mau hasilnya," ucap Deval tampak kesal.
"Jadi bagaimana kerja sama dengan Alneozro?" tanya Grameisya.
"Saat ini Papa tidak tahu apa yang di rencanakan oleh Tuan Alneozro, tapi yang pasti saat ini dia memang sudah membantu 1 M. Tapi untuk masalah angka perusahaan kita turun di pasaran dia sama sekali belum bergerak, entah dia memang tidak bergerak. Yang pasti saat ini belum ada kejelasannya. Papa ingin bertanya segan, biarkan saja nanti dia sendiri yang akan menjelaskannya," ucap Deval.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...