TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 55


__ADS_3

"Saatnya aku melancarkan rencana ku," ucap Mila.


Ia pun pergi ke suatu tempat.


Grameisya kembali ke dalam kamarnya, ia mencari baju yang pas untuk makan ini.


"Tuan, ada paket untuk Anda," ucap Sekretaris Alneozro.


"Dari siapa?" tanya Alneozro.


"Di sini tidak di tulisan nama pengirimnya," jawab Sekretaris itu meletakan barang tersebut di atas meja.


"Baiklah, kamu boleh pergi," ucap Alneozro meraih paket itu dan membukanya.


Ia menekuk aslinya karena saat di buka ada beberapa buah foto yang tidak senonoh.


Ya, foto itu adalah foto Grameisya dengan pria yang sedang melakukan hal yang tidak senonoh.


Alneozro mengengam erat foto-foto itu. "Kurang ajar! Siapa yang mengirim foto seperti ini! Aku akan mencari tahu masalah ini dan tidak akan ku maafkan!" seru Alneozro geram.


Karena ia percaya jika Grameisya tidak mungkin melakukan itu.


Alneozro menghubungi pengawalnya untuk datang ke ruangannya.


Para pengawalnya pun datang.


"Kalian cari tahu siapa yang sudah mengirim paket ini," ucap Alneozro menunjuk sebuah paket yang sudah terbuka.

__ADS_1


Pengawal itu mengambil paket tersebut.


"Baik Tuan." angguk mereka.


Para pengawal itu pun pergi keluar dari ruang Alneozro.


"Siapa yang ingin menghancurkan mu, orang yang membenci mu mereka juga orang yang aku benci," ucap Alneozro.


❤️❤️❤️


Saat malam tiba, Grameisya sudah bersiap-siap dengan baju serba hitam.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


"Ini Papa, ada yang ingin Papa sampaikan pada mu," ucap Deval.


"Hm, pasti ingin bilang suruh aku bicara dengan Alneozro," ucap Grameisya manyun.


Cklek!


Pintu pun terbuka.


"Papa masuk ya," ucap Deval. Grameisya mengangguk.


Deval pun duduk di kursi, sedangkan Grameisya duduk di ranjang.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya Deval melihat Grameisya yang memakai baju yang tidak biasa.


"Aku mau ke beli perlengkapan ku yang sudah habis," jawab Grameisya.


"Beli yang di perlukan saja, solanya mulai sekarang pengeluaran kita di batasi oleh kakek, jadi tidak bisa seperti dulu lagi. Biasanya bisa beli ini dan itu, jadi sekarang tidak bisa lagi, jadi kita harus hemat sekarang," ucap Deval.


"Papa katakan saja yang ingin Papa katakan, karena sebentar lagi mungkin aku akan pergi," ucap Grameisya.


Deval menarik nafasnya, ia juga agak segan untuk mengatakannya. Akan tetapi ini juga demi kebaikan perusahan yang mereka jalani saat ini.


"Begini, kakek memintamu untuk mengingatkan Alneozro untuk mengirimkan surat kerja samanya kepada perusahaan kita, dengan begini baru perusahaan kita bisa terbantu. Kamu kan lebih dekat dengan Alneozro, jadi kemungkinan jika kamu yang bicara maka Alneozro secepatnya bisa menyelamatkan perusahaan kita," ucap Deval.


Grameisya terdiam sejenak.


"Jadi Papa mohon padamu untuk mengatakannya ya," ucap Deval.


"Papa, untuk masalah ini bagaimana aku bisa bantu? Paling aku hanya bisa mengatakannya, jika dia ingin memberikan atau tidak itu urusan dia," ucap Grameisya.


"Iya tidak apa-apa, kamu cukup bilang sama dia aja, untuk masalah lain kita pasrah saja," ucap Deval.


"Ya udah, Papa keluar dulu ya, kamu pulangnya jangan malam-malam, di luar bahaya," pesan Deval.


"Baik Pa." angguk Grameisya.


Deval pun keluar dari kamar Grameisya.


"Kamu sebenarnya baik, tapi entah kenapa kamu malah lahir dari keluarga ini," ucap Grameisya menghela nafasnya.

__ADS_1


Ia pun keluar dari jendela dan terjun kebawah .


__ADS_2