
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Haishhhh, Alneozro. Main api kok nggak ngajak-ngajak sih," ucap Jun sewot.
Perusahaan besar itu kini di lahap oleh api, tapi tidak satupun pemadam kebakaran datang datang.
Ya, semua di halangi oleh pengawal tersebut.
Mereka pun turun dari mobil dan menghampiri Alneozro yang duduk di kursi dengan beberapa pengawal yang siap melindunginya.
"Alneozro," ucap Grameisya.
"Sayang," ucap Alneozro berdiri untuk menyambut kekasihnya.
"Bagaimana? Apa kamu suka?" tanyanya.
"Hm ... suka sih, lalu di mana Adinda?" tanya Grameisya.
"Dia kabur setelah ketahuan aku datang dan membakar perusahaannya," ucap Alneozro melihat ke arah gedung yang kini di lahap di jago merah.
__ADS_1
"Lari ke mana?" tanya Grameisya.
"Saat ini sedang di pantau ia lari kemana, yang pastinya pengawal yang lain sudah mengejarnya. Jadi tidak perlu khawatir, mereka akan segera tertangkap," ucap Alneozro.
"Mereka?" tanya Grameisya menekuk alisnya.
"Iya, sepetinya ada beberapa orang yang ada di mobil," jawab Alneozro.
"Oh." Grameisya mengangguk-angguk.
Para wartawan sedang meliput berita besar tersebut. Berita ini sudah sampai keluar negeri dan di ketahui oleh keluarga besar Alneozro.
"Alneozro lagi-lagi bikin ulah di luar sana. Dia membakar perusahaan besar di luar sana," ucap Kakeknya.
Mama dan Papa Alneozro diam saja, mau bagaimana lagi, anak semata wayangnya itu tidak mau tinggal bersama mereka dan membangun perusahaan sendiri.
"Tapi Pa, karena dia tidak ingin di jodohkan makanya ia pergi membangun perusahaan sendiri, mungkin saat ini dia ingin menuntaskan segala sesuatu yang menghambat pertumbuhan perusahaannya. Lagian selama ini dia membuat masalah tidak pernah melibatkan keluarga dan dia menyelesaikan masalahnya sendiri," ucap Mama Alneozro, Nyonya Alni.
"Tapi sampai kapan, keluarga kita butuh penerus juga," ucap Kakek.
"Kan masih banyak Cucu Papa yang sudah menikah, dan mempunyai anak. Nggak usah Papa pikirkan Alneozro itu. Dia tahu apa yang harus ia lakukan," ucap Nyonya Alni.
"Kalian ini, tidak memikirkan bagaimana dia kedepannya nanti apa? Kalian harus pikirkan masa depannya juga," ucap Kakek pergi meninggalkan ruang tamu.
__ADS_1
Papa dan Mamanya hanya saling berpandangan.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
"Halo," jawab Alneozro.
"Tuan, kami sudah berhasil menangkapnya kedua orang ini," ucap pengawal tersebut.
"Bagus, seret mereka ke sini!" perintah Alneozro.
"Baik Tuan," ucap mereka.
Kini bangunan itu runtuh kebawah, karena bukan hanya gedungnya, tanah tempat bangun itu mereka hancurkan dengan bom terlebih dahulu sehingga perusahaan itu ambruk kebawah.
Para wartawan tidak ada yang berani untuk mewawancarai Alneozro dan hanya mengambil foto Alneozro dari jauh saja.
"Gila! Tuan Alneozro benar-benar bertindak apa yang dia inginkan, apa kelapa negara F tidak bertindak?" tanya mereka.
"Maka dari itu, jangan cari masalah dengan Tuan Alneozro kalau tidak mau hancur, dia bahkan lebih kejam dari Mafia besar yang bermain terang-terangan," ucap mereka.
Beberapa saat kemudian, beberapa pengawal datang membawa orang yang mereka tangkap tersebut ke lokasi kejadian.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like, vote, komen iklan, tips dan hadiah terima kasih]