TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 91


__ADS_3

☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️


-


❤️❤️❤️❤️❤️


Sekitar jam 21:20 menit, Deval, Hino dan Dodo pulang ke rumah. Mereka terlihat letih dan capek.


Mendengar ada orang berbincang, Grameisya terbangun dan ia keluar dari kamarnya.


Deval duduk di sofa dengan tangan di kepala. Grameisya pun datang mendekat.


"Papa," sapa Grameisya duduk di sebelah Deval.


"Grameisya." Deval membetulkan duduknya.


"Bagaimana keputusan tadi Pa?" tanya Grameisya.


"Sidangnya akan di lakukan 2 Minggu lagi. Saat ini hukuman terberatnya adalah hukuman mati, paling ringan hukuman seumur hidup," ucap Deval.


"Dia pantas mendapatkannya, jadi bagaimana dengan Hino?" tanya Grameisya.


"Dia sudah menyadari kesalahannya, Papa juga belum memikirkannya untuk menghukumnya. Sekarang yang terpenting ada masalah di depan mata yang harus Papa urus," ucap Deval dengan suara berat.


"Jadi untuk perusahaan bagaimana?" tanya Grameisya.


"Besok pagi akan di bahas di ruang kerja. Setelah ada titik terangnya nanti baru akan di bahas di perusahaan. Adanya Tuan Alneozro bekerja sama dengan perusahaan kita, perusahaan kita benar-benar terbantu. Moga saja kerja samanya tetap langgeng," ucap Deval tersenyum melihat ke arah Grameisya.


Grameisya diam saja.


"Ya udah, kamu tidur lagi sana, besok kan harus sekolah," ucap Deval.


"Iya Pa. Selamat malam," ucap Grameisya.


"Selamat malam kembali," ucap Deval.

__ADS_1


Grameisya pun kembali ke dalam kamarnya. Ia menatap langit-langit kamarnya.


"Setidaknya masalah ini sudah selesai, tinggal masalah Jost dan Kino. Aku benar-benar akan membalas mereka," ucap Grameisya mengengam tangannya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Ke esokkan harinya.


Grameisya sudah bersiap-siap ingin berangkat sekolah, ia duduk di kursi meja makan.


Akan tetapi, untuk hari ini tidak ada dari sepupunya yang duduk di sana.


Di atas meja sudah tersedia sarapan, tapi orangnya tidak ada.


"Bibi, kemana mereka?" tanya Grameisya.


"Entahlah Nona, mereka tidak ada yang keluar," jawab Bibi pelayan.


Grameisya ingat jika Defli pergi dari rumah pas kejadian itu. Ada di mana dia? Apa sudah pulang.


"Tidak tahu Nona, kami dari semalam tidak melihatnya," jawabnya menggeleng.


Grameisya pun berjalan untuk menuju kamar Defli.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


"Defli! Apa kau ada di dalam?" panggil Grameisya.


Tidak ada jawaban.


Tok! Tok!


Tok! Tok!

__ADS_1


"Defli! Defli! Kau ada di dalam kan?" panggil Grameisya lagi. Ia memegang gagang pintu, tapi pintunya tidak terkunci.


"Eh, terbuka," ucap Grameisya.


Ia pun membuka pintu dan melihat ke dalam kamar. Kamar itu tampak kosong.


"Defli tidak ada, itu berarti dia tidak pulang," ucap Grameisya.


Ia kembali menutup pintu kamarnya dan berlari menuju kamar Deon.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


"Siapa sih," gerutu Deon.


Cklek!


"Kamu, kenapa?" tanya Deon saya itu sedang memegang PS.


"Astaga! Pagi-pagi seperti ini kau malah bermain game. Di mana Defli? Dia tidak ada di dalam kamarnya," ucap Grameisya.


"Ya mana aku tahu," ucap Deon menekuk alisnya.


"Kemaren di pergi dari rumah, sampai sekarang dia belum pulang, kamu coba telpon dia ada di mana," ucap Grameisya.


"Telpon aja sendiri," ucap Deon manyun.


"Cepat sana telpon!" perintah Grameisya setengah membentak.


"Iya iya iya! Bawel," ucap Deon berjalan masuk ke dalam kamarnya dan mengambil ponselnya.


❤️❤️❤️❤️❤️


[Maaf ya nggak bisa balas satu persatu komen kalian, tapi terima kasih sudah komen dan membuat ku senang 😘😘]

__ADS_1


__ADS_2