
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Saat baru saja mobilnya ingin pergi, mobil Alneozro sampai di rumahnya.
"Itukan mobil Grameisya," ucap Alneozro yang langsung ngejar mobil Grameisya.
Tin! Tin!
Tin! Tin!
Alneozro mengklakson mobil Grameisya membuat pak Ahmad memelankan laju mobilnya.
"Ada Tuan Alneozro Nona," ucap Pak Ahmad.
Grameisya melihat kebelakang dan ia diam saja.
Alneozro membuka kaca jendela mobilnya.
"Grameisya, berhenti dulu!" panggilnya sambil membunyikan klakson lagi.
__ADS_1
"Bagaimana Nona? Apa berhenti?" tanya pak Ahmad.
"Berhenti," jawab Grameisya.
Pak Ahmad memelankan mobilnya lalu berhenti di pinggir jalan.
Alneozro buru-buru turun dari mobilnya dan menghampiri mobil Grameisya lalu mengetuk jendela mobil Grameisya.
Perlahan-lahan kaca jendela mobil Grameisya terbuka.
"Grameisya, kenapa kamu pergi?" tanya Alneozro.
"Kamu nggak ada di rumah, untuk apa aku berlama-lama di sana," jawab Grameisya datar.
"Maaf, aku tidak tahu kalau kau akan datang, jika aku tahu aku tidak akan pergi," ucapnya.
"Iya aku tahu. Maafkan aku, ayo kembali ke rumahku," ajak Alneozro.
"Tidak usah, kau pasti sibuk. Aku pulang saja, aku akan belajar sendiri," ucap Grameisya menutup kaca jendela mobilnya.
"Ayo Pak kita jalan," ucap Grameisya.
Perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan Alneozro. Tapi ia tak mau tinggal diam begitu saja. Alneozro masuk ke dalam mobilnya dan melaju mengikuti mobil Grameisya.
__ADS_1
"Dia ini kenapa ya? Malah ngikutin?" tanya Grameisya.
"Itu karena dia sangat menyukai Nona," jawab pak Ahmad.
Jika di ingat-ingat dulu, ia juga menyukai Kino, sampai ia rela berkorban untuk Kino. Ia akan melakukan apa pun untuk orang yang ia cintai dulu. Bahkan ia yang berjuang membunuh musuh di medan perang mempertaruhkan nyawanya, tapi Kino yang mendapat nama. Tapi sedikit pun ia tidak ada merasa di rugikan, ia rela di kesampingkan asalkan Kino tetap menjadi orang pertama di hatinya.
'Cih! Itu cinta apa obsesi? Nggak tau sebodoh apa aku dulu karena buta oleh cinta, sampai rela mempertaruhkan nyawa untuk orang yang aku perjuangkan, pada akhirnya aku mati di tangannya,' batin Grameisya tersenyum kecut.
'Tapi ... jika Alneozro terobsesi padaku? Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin melukai perasaannya, aku tidak ingin dia menjadi seperti diriku yang dulu,' batin Grameisya melihat kebelakang dan mobil Alneozro masih mengikutinya.
Tak lama, mereka pun sampai di rumah. Grameisya turun dari mobil dan begitu Juga Alneozro.
"Grameisya, tunggu!" panggil Alneozro yang langsung berlari ke arah Grameisya dan berdiri di depan Grameisya.
"Tolong jangan marah, aku mohon," ucap Alneozro merasa bersalah.
"Siapa yang marah, ya udah ayo masuk," ajak Grameisya tersenyum meskipun hatinya dongkol karena ia tahu Alneozro datang ke rumah sakit.
Andai, Alina adalah orang baik, Grameisya tak mungkin marah. Tapi Alina pernah mencelakai dia, itu yang membuatnya benci.
"Kamu tidak marah?" tanya Alneozro mengekor Grameisya dari belakang.
"Tidak," jawab Grameisya datar.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu, kau datang karena ingin belajar tentang perusahaan kan? Aku akan mengajari mu sampai kamu mengerti," ucap Alneozro.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...