
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Terima kasih Papa, atas restunya," ucap Alneozro tersenyum senang.
"Ya udah, ayo kita pergi," ucap Deval membalikan badannya dan ia menyeka air matanya.
Deval masuk mobil sendiri, Alneozro dan Grameisya masuk di mobil Alneozro. Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan menuju lapas.
☘️☘️☘️☘️☘️
Perjalanan yang memakan waktu hanya beberapa menit itu mereka pun sampai di lapas.
Deval pun meminta untuk bertemu dengan Defgi kepada petugas yang sedang bertugas hari itu.
__ADS_1
"Baik Pak, tunggu sebentar ya," ucap petugas itu mengangguk dan ia pun kebelakang.
Tak lama kemudian, Defgi pun datang sambil tersenyum.
"Kau datang menjengukku, apa kau punya cara untuk mengeluarkan ku?" tanya Defgi.
"Aku ke sini bukan untuk mengeluarkan mu, tapi aku datang untuk memberi kabar duka untukmu, semoga saja setelah ini kau sadar," ucap Deval.
"Oh, kabar apa itu?" tanya Defgi penasaran.
"Defli meninggal," ucap Deval.
"Bukan kami yang membunuhnya! Tapi aku yang telah membunuhnya secara tidak langsung! Kau sudah membunuh perasaannya! Kau yang membunuh karakternya hingga ia bunuh diri! Jika kau tak percaya, baca surat ini!" teriak Deval melemparkan surat itu di atas meja.
Dengan perlahan, Defgi mengambil surat itu. Ia tahu betul tulisan putranya itu dan ia pun membaca surat tersebut.
"Tidak mungkin! Ini pasti surat palsu, ini surat palsu!" teriak Defgi menginjak-injak surat ini. Tidak! Ini semua gara-gara anak kamu, ini semua gara Grameisya. Kau yang sudah membuatnya bunuh diri! Kau yang sudah membunuhnya!" teriak Defgi yang ingin menangkap Grameisya, tapi ia di pegang oleh kedua petugas agar tidak di lukai oleh Defgi.
__ADS_1
"Tangkap dia! Mereka yang sudah membuat aku terpenjara di sini! Mereka juga yang membunuh anakku!" teriak Defgi hingga keluar terlihat urat lehernya.
"Defgi! Ku harap kau sadar, tapi iblis yang merasuki mu malah bertambah parah. Sepertinya penjara ini tidak cukup membuat mu sadar, dan kematian anakmu juga tidak membuat kau untuk bertobat. Kalau begitu, tinggallah di sini untuk selama-lamanya. Sudah Nak. Mari kita pulang," ajak Deval.
"Kurang ajar! Ku bunuh kalian ku bunuh!" teriak Defgi.
Mereka pun keluar dari lapas, Deval mengusap wajahnya dan menarik nafas berat.
"Papa tidak tahu lagi harus bagaimana? Papa nggak bisa jaga keluarga ini dengan baik, Papa emang payah," ucap Deval.
"Tidak Pa, semua ini sudah jalan takdir kita. Yang penting lakukan saja hal yang terbaik. Oh ya Pa, bagaimana perusahaan Papa sekarang?" tanya Alneozro.
"Ya seperti itulah, nggak naik dan nggak turun, terima kasih atas bantuan dana waktu itu, setidaknya dengan dana mu waktu itu perusahaan Papa bisa bertahan hingga hari ini," ucap Deval.
"Baguslah kalau begitu, aku akan beri tahu pada sekretaris ku untuk mengirimkan dananya lagi," ucap Alneozro.
"Terima kasih banyak Nak. Kau sungguh sangat baik," ucap Deval tersenyum senang tapi di senyum itu masih menyimpan duka.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah ya terima kasih]