TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 125


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Tuan Alneozro."


"Tuan Alneozro." Sapa mereka sopan sambil menundukkan kepala memberi hormat.


Mereka tampak senang kedatang Alneozro.


"Wah, Tuan Alneozro, sangat sulit bertemu dengan orang penting seperti Anda," ucap mereka berkumpul mengelilingi Alneozro.


Seperti bertemu dengan Alneozro lebih penting dari acara pestanya.


Mereka berbincang-bincang dengan Alneozro, dan juga kameranya hanya berfokus ke arah Alneozro saja.


Dan para wartawan meliput berita Alneozro.


Pembawa acara kebingungan untuk memulainya dari mana karena semua orang berpusat pada Alneozro saja.


"Ehem! Cek! 1 2 3, maaf semuanya, harap tenang. Karena acaranya sebentar lagi akan di mulai," ucap pembawa acara melalui mikrofon.


Orang-orang melihat sekilas ke atas panggung lalu mereka kembali lagi berbincang.

__ADS_1


Pembawa acara tampak manyun.


"Ayo, acaranya kira mulai, Afifa sudah siap," ucap Nyonya Afi kepada pembawa acara yang saat itu mereka keluar dari belakang.


"Cek! Cek! Harap semuanya tenang. Acara kita segera di mulai," ucap pembawa acara.


Orang-orang itu tidak beranjak dari tempat mereka berdiri. Terpaksalah pembawa acara menyuruh pemudik untuk segera bermain musik.


Pemusik itu pun memainkan musiknya, barulah tamu menghadap ke depan.


Acara pun di mulai, Afifa keluar dan ia sangat mempesona di malam itu.


"Sangat cantik," ucap Grameisya.


"Tapi tidak secantik kamu," ucap Alneozro memiringkan kepalanya ke arah Grameisya.


Lio melihat kebelakang l, ia benar-benar tidak mendapati Alina.


"Kemana dia? Apa dia beneran nggak datang?" gumam Lio.


"Kenapa?" tanya Jun melihat Lio yang sedang kecarian.


"Nggak apa-apa, cuma Alina belum juga datang," ucap Lio merasa sedikit khawatir.


"Kayanya dia memang tidak datang deh, ya udahlah kalau dia nggak datang. Atau aku telpon kan wanita lain untuk menemani mu?" tanya Jun.

__ADS_1


"Ah, tidak perlu.Aku tidak seperti mu," ujar Lio.


"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga." Mereka bernyanyi bersama.


Afifa pun meniupkan lilinnya lalu kemudian memotong kuenya.


"Kue pertama ini akan saya berikan kepada Tuan Alneozro," ucap Afifa tersenyum melihat Alneozro yang sedang di gandengan Grameisya.


Ia tidak peduli Alneozro ada pendamping atau tidak, tapi ia sangat senang Alneozro datang ke acara ulang tahunnya.


Saat itu ia turun ke bawah untuk menyuapkan kue pertama untuk Alneozro.


'Hm ... dia ingin menyuapkan Alneozro kue ya?' batin Grameisya.


Grameisya mendadak hilang di keramaian, lalu muncul di antara orang-orang yang sedang memberi Afifa jalan ke arah Alneozro.


Grameisya muncul lalu ia mengulurkan kakinya saat Afifa melangkah ke depan.


Kaki Afifa nyangkut di ujung sepatu Grameisya lalu ia pun terjatuh tepat di depan Alneozro dan kuenya juga jatuh ke lantai.


Semua orang yang datang mereka terkejut terbelalak. Herannya tidak ada yang datang membantu berdiri dan melihat begitu saja.


"Afifa!" teriak Mamanya yang berlari ke arah Afifa. Begitu juga dengan Tuan Afi.


Afifa benar-benar malu, wajahnya merah, ia berdiri sendiri lalu menarik roknya yang panjang itu ke atas lalu pergi begitu saja masuk ke dalam.

__ADS_1


"Kamu yang lakukan?" bisik Alneozro ke telinga Grameisya membuat telinga Grameisya memerah karena nafasnya.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2