TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 214


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Tidak apa-apa, Pa. Yang penting Papa bisa sembuh," ucap Grameisya.


Seorang perawat datang membawa bubur.


"Permisi," ucap perawat itu masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Eh iya, silakan masuk," ucap Grameisya.


"Nona, ini bubur untuk pasien," ucap perawat itu meletakan di atas meja.


"Terima kasih," ucap Grameisya.


"Sama-sama Nona," ucap perawat itu tersenyum mengangguk.


"Hm ... Tuan Alneozro, boleh aku minta nomor mu," ucap perawat itu malu-malu.


Deval langsung terbelalak, sedangkan Grameisya biasa aja sambil melipat tangannya dan manyun.


"Maaf, nomor ku sedang di pakai oleh seseorang," jawab Alneozro.


"Tidak apa-apa, aku akan Chat setelah nomor Anda kembali pada Anda," ucap perawat itu.


"Tapi yang memakainya ada calon istriku," jawab Alneozro sambil melihat ke arah Grameisya.

__ADS_1


"Oh, Anda sudah punya calon istri ya?" ucap perawat itu merasa kecewa dan pergi. Ia berpikir jika calon istri Alneozro pastilah orang yang terpandang, tidak mungkin berurusan dengan orang papan atas.


"Ehem!" Deval berdehem.


"Eh, maaf Pa, dia hanya Fans," ucap Alneozro mencoba untuk membuat Deval tidak salah paham.


"Iya, Papa tahu kok, orang seperti mu fans ada di mana-mana, semoga saja Grameisya kuat menghadapinya," ucap Deval melihat Grameisya yang tidak terlalu peduli itu.


"Sudah biasa bagi ku Pa, asal dia kuat menghadapi cobaan aja aku tidak masalah," ujar Grameisya.


"Asal kamu ada di samping ku, aku kuat kok," ucap Alneozro.


"Mulai," ucap Lio yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Oh ya, kalian pulanglah dulu untuk istirahat, Papa bisa sendiri kok di sini," ucap Deval kepada Grameisya dan Alneozro.


"Baiklah kalau begitu, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku ya," ucap Grameisya.


"Iya, kalian juga hati-hati di jalan," pesan Deval.


"Iya Pa," jawab Grameisya.


Alneozro dan Grameisya pun keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan rumah sakit.


"Ayo masuk, aku akan mengantarmu ke rumah, istirahatlah di rumah dan jangan kemana-mana ya," ucap Alneozro.


"Iya, aku juga ingin menyelidiki siapa yang sudah berkhianat di rumah itu," ucap Grameisya.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan melaju di jalanan.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️


Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai ke rumah.


Alneozro mencium kening Grameisya.


"Ya udah, masuk gih istirahat ya," ucap Alneozro.


"Iya." angguk Grameisya.


Grameisya turun dari mobil dan menuju ke rumahnya.


"Eh, Nona, bagaimana keadaan Tuan?" tanya Bi Ena yang langsung datang mendekat.


"Dia baik-baik saja Bi, beberapa mungkin akan sembuh dan cepat pulang," jawab Grameisya.


"Oh syukurlah kalau begitu," ucap Bi Ena lega.


"Ya udah Bibi, bawakan aku makanan ke kamar ku ya, aku lapar banget," pinta Grameisya.


"Iya Nona," ucap Bi Ena.


Grameisya pun berjalan masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke atas kasur.


"Benar-benar sudah tidak aman sekarang, semua adalah musuh bagi ku, tapi aku tetap terlihat biasa saja," ucap Grameisya menatap langit-langit kamarnya.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


[Jangan lupa like, vote, komen, iklan, tips dan hadiah terima kasih]

__ADS_1


__ADS_2