
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Defli pun segera di kebumikan, hujan rintik-rintik dan mendung membuat suasa sana menjadi sedih.
Meraka satu persatu menaburkan bunga mawar di atasnya.
Rasa sedih yang sangat mendalam. Ketiga teman Defli juga datang ke pemakaman, mereka bertiga berlutut di samping kubur Defli.
"Maafkan kami Defli. Maaf karena sudah menjauh dari mu, tidak seharusnya kami melakukan itu, jika kami tahu akan jadi seperti ini, kami akan terus menemanimu, kenapa kau malah pergi seperti ini," ucap Ari meneteskan air mata di kubur Defli.
"Maafkan aku Defli. Maaf ... maaf ... Maaf," ucap mereka yang tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi.
Kini hanya tinggal kenangan yang pernah mereka lalui bersama. Namun kenangan itu sudah tidak bisa di ulang lagi.
Alneozro memeluk Grameisya dan Alneozro juga sudah membaca surat surat yang di tuliskan oleh Defli.
__ADS_1
'Selamat jalan Defli, kau sangat mencintai Grameisya, aku akan menjaganya dengan segenap jiwa dan ragaku, berbahagialah engkau di sana,' batin Alneozro melihat batu pusaran Defli.
"Defli, Om akan ke penjara Papa mu dengan membawa suratmu ini agar Papa mu secepatnya sadar. Semoga saja kejadian ini tidak terulang kembali. Om benar-benar menyesal atas kejadian ini, Om benar-benar minta maaf padamu, Om bersalah padamu," ucap Deval kembali menangis dan membanjiri pipinya.
"Papa nggak salah, apa yang Papa lakuin semua sudah benar. Tekanan batin yang ia rasakan membuat ia lebih baik pergi, dengan begini baru ia bisa tenang," ucap Grameisya merangkul pundak Deval.
Deval mengangguk pelan mencoba untuk mengiklankan kepergian Defli.
"Selama jalan Nak. Bahagialah kamu di sana, Doa akan menyertaimu," ucap Deval memegang bahu pusaran.
"Ayo Om. Kita pulang," ajak Alneozro.
Deval mengangguk. Mereka pun perlahan-lahan meninggalkan kuburan Defli yang kini basah oleh gerimis.
"Grameisya, Papa ingin ke lapas, Papa ingin mengabarkan pada Defgi, kamu ikut?" tanya Deval.
"Iya, aku akan menemani Papa," jawab Grameisya mengangguk.
"Aku juga akan pergi," ucap Alneozro.
__ADS_1
"Terima kasih Tuan, tapi Anda tidak sibuk?" tanya Deval.
Alneozro melihat ke arah Grameisya. "Tidak," jawabnya menggeleng.
"Terima kasih jika Tuan ingin datang menemani," ucap Deval tersenyum getir.
"Om jangan sungkan seperti itu padaku, panggil saja namaku, anggap aku seperti anak Om sendiri," ucap Alneozro.
"Tapi ...." Deval merasa tidak enak hati.
"Aku dan Alneozro sudah jadian, maaf belum mengatakan pada Papa," ucap Grameisya melihat ke arah Alneozro. Alneozro tersenyum menatap mata indah Grameisya.
"Benarkah? Akhirnya ada juga kabar baik untukku di saat aku sedang sedih," ucap Deval memeluk Alneozro dan Grameisya sambil meneteskan air mata.
"Iya, apa sekarang aku boleh panggil Anda dengan sebutan Papa?" tanya Alneozro.
Deval menatap Alneozro penuh harapan di matanya.
"Aku benar-benar sangat bahagia, bertambah lagi anakku satu, kalian adalah harta yang tak ternilai bagi Papa, berbahagialah untuk kalian anak-anak ku, sampai akhir menjemput," ucap Deval mengengam tangan Grameisya dan Alneozro dan menyatukan kedua tangan yang kini adalah keluarga yang paling berharga untuknya kini.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Buat kalian semua, ini hanya cerita fiktif belaka, jadi apa pun kejadian di dalam novel ini jangan di lakukan di dunia nyata ya. Apa lagi bunuh diri, itu tidak akan menyelesaikan masalah, orang yang bunuh diri akan kekal di neraka jahanam. Tetap waras ya]