TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 190


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Heh! Ini hanya besi Aluminium saja, kau pikir dengan besi seperti ini bisa mengurungku?" Grameisya menarik besi itu dengan kuat dan membengkokkan besi tersebut.


Grameisya pun melompat turun ke bawah.


"Apa! Kuat sekali tenaganya," ucap Ferdi terkejut.


Grameisya berjalan mendekati Ferdi. Ferdi ingin melarikan diri. Grameisya melompat dan berputar dan mendarat di depan Ferdi. Karena tidak sempat mengerem, Ferdi menabrak Grameisya dan ia pun terjatuh di hadapan Grameisya.


Grameisya menarik kerah baju Ferdi dan mengangkatnya ke atas.


"Kecurangan mu benar-benar parah banget ya. Jika aku tidak bisa melepaskan diri entah apa kau lakukan padaku? Jaring yang biasa di pakai itu tali. Tapi kau merangkap ku dengan besi, apa kau ingin aku menjadi hewan peliharaan mu," ucap Grameisya geram.


"Lepaskan aku!" teriak Ferdi memberontak.


"Oh, kau yakin minta di lepaskan?" tanya Grameisya tersenyum licik.


"Cepat lepaskan aku," pinta Ferdi lagi.


"Baiklah kalau begitu," ucap Grameisya.


Ia menghempaskan tubuh Ferdi ke lantai lalu menendangnya ke sudut ruangan.


Bruuuk!


Krak!


"Aaaaaaaaaaaaakkkkk!" teriaknya kesakitan.

__ADS_1


2 buah tulang rusuknya patah, ia menggulungkan tubuhnya.


Sudut ruangan tadi juga retak karena tubuh Ferdi.


Teman-teman Ferdi datang mendekat. "Ferdi! Ferdi! Kamu baik-baik saja kan?" tanya mereka panik.


"Tu-lang ... tulang rusukku ...." ucapnya terbata-bata.


"Kenapa dengan tulang rusukmu?" tanya mereka tambah panik.


"Patah," ucapnya sambil menahan nafas.


"Heh! Itulah akibat bermain curang. Itu baru tulang rusukmu yang patah. Lain kali aku akan mematahkan semua bagian tubuhmu menjadi 50 bagian!" ucap Grameisya membuat teman-teman Ferdi merinding sambil memegang kuduknya.


"Kalian juga!" ucap Grameisya melihat ke arah mereka semua membuat mereka terkejut.


"Ke-kenapa?" tanya mereka ketakutan.


"Tampar muka kalian sendiri, atau aku tidak akan membiarkan kalian keluar dari sini hidup-hidup!" ancam Grameisya.


"Kalian kan teman-temannya. Sebagai sahabat sejati kalian juga harus merasakan sakit untuk menghormati teman kalian yang udah sekarat ini," ucap Grameisya.


"Karena dia sekarat kami harus bawa dia segera ke rumah sakit," ucap mereka cepat.


"Tampar muka kalian sebelum di benar-benar sekarat," ucap Grameisya.


"I-iya," ucap mereka yang segera menampar muka mereka sendiri.


"Sudah," ucap mereka.


"Bukan sekali, tapi lakukan terus sampai aku bilang berhenti," perintah Grameisya.


Mereka pun menampar muka mereka sendiri.

__ADS_1


"Yang kencang!" teriak Grameisya.


Plak!


Plak!


Plak!


Plak!


Sedangkan Ferdi terus menahan nafas karena sangat sakit.


Wajah mereka tampak merah padam dan rasanya pasti pedar.


Grameisya pun meninggalkan mereka yang masih saja menampar wajah mereka sendiri.


Grameisya pun masuk ke dalam mobilnya. "Ayo Pak jalan," ucap Grameisya.


Mereka pun memberhentikan tamparannya dan celingak-celinguk melihat dan memastikan jika Grameisya benar-benar pergi.


"Ayo, ayo cepat bawa dia masuk ke dalam mobil," ucap mereka segera mengangkat Ferdi masuk ke dalam mobil.


"Siapa yang bawa?" tanya mereka sesama mereka.


"Kau saja yang bawa. Pipiku sangat sakit dan aku harus mengelusnya agar tidak sakit," ucap temannya yang lain.


"Kau pikir kau saja yang sakit? Aku juga sakit," jawab teman Ferdi yang lain.


"Kau sajalah yang bawa, aku nggak sanggup bawa," ucap yang lain.


"Hey! Diam kalian! Apa perlu aku yang bawa!" teriak Ferdi pusing melihat mereka bertengkar, mana ia kesakitan luar biasa.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


[jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah ya terima kasih]


__ADS_2