TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 46


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰🥰


❤️❤️❤️


Sedangkan pak Ahmad mengikuti dari belakang.


Tak lama kemudian, Alneozro sampai ke rumahnya dan ia segera membopong Grameisya masuk ke dalam rumah.


"Kenapa?" tanya Lio saat melihat Alneozro setengah berlari masuk ke dalam kamarnya.


"Dia pingsan, tolong periksa dia," pinta Alneozro.


Lio pun segera memeriksa tubuh Grameisya. Ia melihat luka-luka dan lembam di tubuh Grameisya.


"Sepertinya dia habis berantam," ucap Lio melihat ke arah Alneozro.


"Saat aku datang, dia ... berada di ruang tinju," jawab Alneozro.


"Tapi siapa dia sehingga secara pribadi memanggil ku? Apa dia kakak ipar?" goda Lio sambil tersenyum.


"Cepat obati saja dia!" perintah Alneozro.


Lio menjadi manyun, Ia mengambil kotak peralatan medisnya dan mulai mengobati Grameisya.


"Hm ... sepertinya aku harus membuka bajunya agar bisa memperban tubuhnya," ucap Lio.

__ADS_1


"Apa! Kau boleh melihat gadis mana pun, tapi jangan melihat tubuhnya!" ucap Alneozro menatap sahabatnya itu tajam.


"Kau ini, aku kan seorang dokter, jadi aku harus melihat pasien ku mana saja yang perlu aku obati," ucap Lio.


"Karena kau dokter, maka dari itu kau sudah terlatih, seharusnya kau tidak melihat pun kau bisa memperban dia tanpa melihat," ucap Alneozro.


"Haishhhh, aku tidak tahu apa yang istimewa dari gadis SMA ini sehingga kau begitu peduli dengannya hingga aku bahkan tidak boleh melihat tubuhnya hanya untuk mengobatinya. Tapi tidak masalah, akan aku lakukan itu," ucap Lio setuju.


"Ah pokoknya kau tidak tahu tentangnya, cukup aku saja yang tahu," ucap Alneozro.


"Nona! Nona!" teriak pak Ahmad tergopoh-gopoh di pintu utama.


"Maaf, Anda tidak boleh masuk!" hadang pengawal Alneozro.


"Ada apa di luar? Kamu cepat lakukan itu, aku pergi melihat keluar!" perintah Alneozro.


"Kau ini, padahal kita berteman, tapi aku malah seperti pesuruh mu," ucap Lio manyun.


Alneozro tidak mempedulikan omelan temannya itu dan ia pun menuju pintu utama.


"Ada apa ini?" tanya Alneozro melihat para pengawalnya yang sedang memegang seorang pria paruh baya.


"Dia ingin masuk Tuan," jawab pengawalnya itu.


"Kamu siapa?" tanya Alneozro saat melihat ke arah pak Ahmad.

__ADS_1


"Saya adalah supir pribadi Nona Grameisya, Anda tiba-tiba membawanya ke sini, lalu saya datang malah tidak boleh masuk," jawab Pak Ahmad.


"Lepaskan dia!" perintah Alneozro. Para pengawal itu pun melepaskan Pak Ahmad.


"Nona Anda sedang di obati, jadi Anda tidak perlu khawatir," ucap Alneozro menenangkan.


"Bagaimana saya tidak khawatir, saya tidak melihatnya saat ini," ucap pak Ahmad.


"Anda tidak perlu khawatir, Anda pulang saja, saya akan menelpon Tuan Andes nanti jika Nona Grameisya ada di rumahku," ucap Alneozro lagi.


"Kalau begitu telpon Tuan besar Andes sekarang, agar aku bisa percaya!" pinta pak Ahmad.


"Baiklah kalau begitu," ucap Alneozro.


Alneozro mengambil ponselnya dan menelpon kakek Grameisya.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo, Tuan Alneozro. Selamat sore," jawab Tuan Andes sambil tersenyum senang.


"Selamat sore. Oh ya, aku menelpon Anda karena ingin mengatakan jika Nona Grameisya sedang di rumah ku, harap Anda memberi izin," ucap Alneozro.


"Apa? Grameisya? Oh baiklah Tuan, tidak apa-apa, mohon harap maklum, jika dia ada berkata kasar pada Anda, karena dia masih anak-anak. Tapi maaf, kenapa Grameisya bisa ada di rumah Anda?" tanya Kakek Andes penasaran.

__ADS_1


__ADS_2