TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 186


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Sesampainya di rumah.


"Istirahatlah," ucap Alneozro.


"Iya, aku akan tidur," ucap Grameisya.


"Terima kasih Nak Alneozro, terima kasih sudah datang membantu ku," ucap Deval.


"Iya Pa," jawab Alneozro kembali masuk ke dalam mobilnya dan pelan-pelan meninggalkan rumah Grameisya.


Deval melangkahkan kaki dengan gontai dan menghempaskan tubuhnya di sofa.


Grameisya juga ikut duduk di sofa berhadapan dengan Papanya.

__ADS_1


"Maafkan Papa ya Grameisya, karena kelalaian Papa kamu malah terlibat. Papa nggak nyangka Heru benar-benar keterlaluan sekali, hingga berani menjebak Papa dan melibatkan kamu," ucap Deval menyesal.


"Papa, nggak ada yang benar-benar baik dan tidak akan berubah orang yang sudah kecanduan judi dan wanita malam. Ia akan melakukan apa pun demi kesenangannya. Dan juga kedua saudara Papa yang lain juga belum tentu mereka baik karena mereka diam saja. Papa harus tetap waspada," ucap Grameisya.


"Iya, Papa sudah bagi semua saham dengan rata, jadi kita semua hanya mengurus saham masing-masing," ucap Deval.


"Baguslah kalau begitu," ucap Grameisya.


"Terus bagaimana dengan rumah ini?" tanya Grameisya.


"Rumah ini adalah satu-satunya peninggalan dari kakekmu. Rumah ini terlalu banyak kenangan tentang kakekmu. Rumah ini juga menjadi saksi bisu pernikahan Mama dan Papa, rumah ini yang melihat mu tumbuh dari kecil hingga sekarang. Papa tidak akan menjual rumah ini, kenangan tersimpan di rumah ini akan mengenang di masa tua Papa nanti," ucap Deval.


"Papa akan tetap mempertahankan rumah ini bagaimana pun caranya. Kalau kita meninggal rumah ini berarti kita kalah. Kalau mereka yang mau pergi, biarkan mereka pergi," ucap Deval.


"Ya sudah kalau itu keinginan Papa, aku akan mendukung Papa," ucap Grameisya.


"Terima kasih ya, karena udah mendukung Papa," ucap Deval.


"Ya udah, aku mau tidur dulu, Papa istirahatlah," ucap Grameisya.

__ADS_1


"Oh iya, kok cepat sekali kamu pulang dari liburannya?" tanya Deval.


"Hm ... kami mau cari teman berlibur yang lebih asik lagi dari tempat yang kemaren lain waktu, ya udah Papa aku istirahat dulu ya," ucap Grameisya berlari menuju kamarnya karena ia tak ingin di tanya lagi masalah libur yang menyakitkan itu.


Grameisya merebahkan tubuhnya di kasur melihat langit-langit kamarnya yang menggantung lampu kristal di atasnya.


"Waktu itu, aku hanya membunuh Josh dan Kino. Tapi aku tidak menemukan Adinda dan selingkuh Kino. Di mana mereka? Aku harus mencari tahu keberadaan mereka," ucap Grameisya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Ke esokkan paginya.


Grameisya bangun dan memakai seragam sekolahnya.


Ia turun ke bawah dan menuju meja makan.


Deval di sana sudah berdiri di depan para pembantu di rumah itu.


"Haishhhh, aku benar-benar minta maaf pada kalian semua. beberapa dari kalian tidak bisa bekerja di sini lagi. Kalian sangat tahu keadaan rumah inikan? Selain perusahaan sudah bangkrut, para orang-orang yang biasa kalian layani kini sudah tidak ada lagi. Jadi tidak ada yang membayar kalian lagi, ini Memnag sungguh berat tapi harus di lakukan, dari pada kalian tinggal di sini tapi tidak punya penghasilan lagi," ucap Deval sedih.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2