TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 201


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Apa tidak ada tanda lain? Seperti dia memakai sesuatu?" tanya Grameisya.


"Dia memakai anting-anting berhuruf AR tapi di lilit gambar ular, apa itu sebagai tanda?" tanya pria itu.


"Sial! Ternyata dia!" ucap Grameisya mengepal tangannya.


"Kau kenal orang itu?" tanya Amar.


"Iya." angguk Grameisya.


"Siapa? Apa musuhmu?" tanya Amar penasaran.


"Lebih tepatnya seperti itu, sepertinya dia ingin menjatuhkan saham Papaku juga, ku rasa kau juga mengenalinya," ucap Grameisya.


"Oh ya?" Amar mengangkat alisnya sambil menggerakkan matanya.


"Adinda Larasati, Papanya punya perusahaan di luar negeri, yaitu perusahaan Adilas grub," ucap Grameisya.

__ADS_1


"Apa! Kamu dan Dia bermusuhan?" tanya Amar terbelalak.


"Dia juga seorang agen rahasia, kau pasti tau agen rahasia yang besar itu kan?" tanya Grameisya.


"Hm ...aku hanya tau tentang itu sedikit saja, tapi mungkin Alneozro tau tentang itu semua," ucap Amar meletakkan tangannya di dagunya sambil berpikir.


'Ya tentu saja dia tahu, karena dia lah yang menghancurkan organisasi besar itu,' batin Grameisya.


"Di mana dia sekarang?" tanya Grameisya kepada pria tersebut.


"Tidak tahu, setelah menyebarkan foto itu dia pergi entah kemana, hanya saja, ia akan datang dalam waktu dekat ke sini," ucap pria itu.


"Bagus, kau yang menjadi umpannya," ucap Amar.


"Heh! Kalau Alneozro yang datang tadi, tempatmu udah ludes di makan api, kau bersyukur cuma aku yang datang, kau malah bertanya kenapa 'aku' pula," ucap Amar.


"Kenapa dengan Tuan Alneozro? Apa Nona ini juga temannya?" tanya pria itu melihat ke arah Grameisya.


"Dia adalah kekasihnya. Ingat itu! Dan kau malah berani menyebarkan fotonya. Aku nggk bisa jamin kalau kau akan baik-baik saja setelah ini jika dia sudah tau apa yang telah kau perbuat," ucap Amar.


"Jadi apa yang harus ku perbuat?" tanya pria itu bingung.


"Maka dari itu. Kau harus menjadi umpan untuk mengelabui perempuan itu datang. Jika dia datang cepat beri tahu aku. Dengan begitu baru aku bisa menyelamatkan usahamu ini," ucap Amar.

__ADS_1


"Baiklah, akan ku lakukan itu," ucap pria itu mengangguk setuju.


"Eh, tunggu sebentar," ucap Grameisya mendapati di sebuah CCTV yang kacanya double.


"Kenapa?" tanya Amar.


"Itu CCTV, coba kamu periksa," ucap Grameisya menujuk ke arah CCTV di sudut kiri.


Amar pun mengambil satu buah kursi dan naik ke atasnya. Lalu ia melihat CCTV itu dan ternyata CCTV itu berlapis dua. Amar menarik sebuah kamera yang berbentuk bundar yang menempel di CCTV itu.


Amar membawa ke bawah. "Apa kau meletakkan kamera itu di CCTV mu?" tanya Amar.


"Tidak, aku hanya memasang kamera sesuai yang di beli," ucap pria itu menggeleng.


"Jangan-jangan kamera CCTV itu adalah punya ...."


"Adinda. Mungkin dia sudah tahu jika kita datang ke sini, itu berarti dia tidak akan datang ke sini lagi," ucap Grameisya.


"Sial! Ternyata dia sangat cerdik sekali ya," ucap Amar.


'Tentu saja dia cerdik, jika tidak dia sudah hancur bersama Josh,' batin Grameisya.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


[Jangan lupa, like, vote, komen, iklan, tipsnya juga ya dan hadiah, terima kasih]


__ADS_2