TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 66


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Bunuh saja kamiiiiiiii!" teriak mereka.


"Membunuh kalian itu sama saja itu membebaskan kalian dari hukuman ku. Itu juga akan membuat ketua kalian tetap tenang karena tidak ada informasi yang di dapatkan. Tapi kalau dia tahu kalian masih hidup, maka dia tidak akan tenang karena kapan saja informasi akan bocor. Jadi aku akan membuat kalian semua tidak tenang," ucap Alneozro.


Ia pun menusuk xxx (Adegan berbahaya yang tidak boleh di ketahui)


"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak pria itu kesakitan.


"Bu-bunuh saja kamiiiiiiii!" teriak mereka.


"Boleh aku hanya bicara dengan mereka berdua saja?" pinta Grameisya.


"Baiklah kalau begitu. Ayo kita keluar!" perintah Alneozro.

__ADS_1


Mereka semua keluar dari ruangan tersebut.


"Mau apa kamu?" tanya mereka menahan sakit tapi dengan nada tinggi.


Grameisya menarik nafasnya. "Ano dan Joke. Itu nama kalian kan?" tanya Grameisya.


Mereka menatap Grameisya dan menunggu apa yang ingin di katakan Grameisya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya mereka.


"Aku kenal kalian, kalian berdua adalah orang yang di tolong oleh Melisa, tapi kenapa kalian malah mengabdi kepada kedua agen. Melisa yang sudah memberi kalian tempat ternyaman, tapi karena ketua agen punya kekuasaan kalian malah berbelok dan hanya mendengar perintah ketua agen. Tidak kah kalian tidak tahu balas budi?" ucap Grameisya menatap mereka lekat.


"Aku adalah Melisa," ucap Grameisya menahan emosi.


"Apa! Tidak mungkin! Mana mungkin kau Melisa, Melisa sudah mati, aku melihatnya langsung dia mati di tangan Kino," ucap mereka tak percaya.


"Aku juga tak percaya masih hidup, tapi Tuhan sudah memberi aku kehidupan lagi. Jadi bagaimana setelah bertemu dengan ku kembali, apa kalian tidak senang?" tanya Grameisya.


Mereka terlihat gugup.

__ADS_1


"Ka-kami tidak maksud begitu. Kami juga terpaksa demi melangsungkan hidup," jawab mereka.


"Cih! Bilang saja kalau kalian tergiur dengan uang yang ketua agen tawarkan kepada kalian," ucap Grameisya.


"Tolong kali ini, tolong lepaskan kami, kami berjanji akan setia padamu. Kami bersumpah," ucap mereka berharap belas kasihan.


"Melepaskan kalian lalu kalian kembali ke markas? Kalian anggap aku apa? Kebaikan masa lalu saja belum kalian balas, tapi sekarang kalian minta pertolongan lagi? Mau bagaimana kalian membayarnya?" tanya Grameisya.


"Dengan kami akan mengikuti mu terus dan bersumpah akan hanya setia padamu saja, kami rela mengkhianati ketua agen, kalau kami berbohong, kau bisa membunuh kami," ucap mereka.


"Heh! Sekarang pun aku bisa membunuh kalian, tapi ... karena kalian berada di tangan yang salah, jadi kalian harus menerima penderitaan-penderitaan yang harus kalian rasakan, itu adalah hukuman karena kalian tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih," ucap Grameisya.


"Heh! Dasar wanita j*lang! Kau memang pantas mati! Seharusnya kau sudah mati! Jika ketua agen tahu kau masih hidup maka kau akan menjadi hewan buruan," ucap pria itu geram.


"Heh! Sayangnya mereka tidak tahu, dan selamanya tidak akan tahu. Lagian surat markas besar sudah ku jual kepada ketua mafia, jadi agen rahasia hanya menunggu saatnya kalian mendapatkan musuh baru. Selamat tinggal, nikmati hari-hari mu dengan siksaan hingga kau mau mati," ucap Grameisya.


"Dasar sampah! Aku sumpahin kau mati, dasar wanita j*lang!" pekik merela dengan suara tangis.


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2