
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Jadi Tante tahu dari mana Alina kecelakaan?" tanya Alneozro.
"Dari polisi, polisi yang menelpon Tante, untung saja cepat, jika tidak, mungkin Alina tidak tertolong," ucap Mamanya sedih.
"Nggak tau kenapa Alina bisa kecelakaan begini, saat ini polisi sedang menanganinya," ucap papa Alina.
"Semoga Alina cepat sembuh Om," ucap Alneozro.
Mama dan Papanya menganggu dan melihat ke arah Alina.
Keluarga Alina bagaikan keluarga juga bagi Alneozro, karena mereka berteman sejak kecil.
Setelah menunggu beberapa saat, para wartawan sudah pulang karena pintu tidak di bukankan oleh Mama dan Papa Alina karena kondisi Alina saat ini sedang tidak baik-baik saja.
"Sepetinya mereka sudah pergi, Papa akan pergi memberi tahu pada pihak rumah sakit ini untuk memindahkan Alina ke rumah sakit Lio," ucap Papa Alina.
"Iya Om, aku akan telpon pegawai rumah sakit ku untuk datang membawa ambulan," ucap Lio.
"Iya, terima kasih Lio." angguk Papa Alina, ia pun pergi keluar dari ruangan.
Lio pun keluar untuk menelpon ambulans.
Alneozro dan Grameisya sambil berpandangan. Alneozro mengengam tangan Grameisya sambil mengulum senyumnya.
Tak lama kemudian, Papa Alina pun datang. "Semuanya sudah selesai," ucap Papa Mila membawa surat pindah rumah sakit.
__ADS_1
Tak lama kemudian, ambulan pun datang. Beberapa pegawai rumah sakit datang membantu memindahkan Alina ke rumah sakit Lio.
Alneozro dan Grameisya masuk ke dalam mobil dan mobil mereka melaju di jalanan.
"Maaf ya, ada kejadian seperti ini," ucap Alneozro.
"Nggak apa-apa sih, malang juga nggak berbau," jawab Grameisya.
"Ya udah, aku antar kamu pulang ya," ucap Alneozro.
"Iya, besok aku juga mau sekolah, beberapa hari lagi akan di adakan pertandingan," ucap Grameisya.
"Kalau ada yang tidak paham, kamu tanya padaku ya," ucap Alneozro.
Grameisya mengangguk.
Alneozro membelokkan mobilnya ke arah kiri dan mereka pulang menuju ke rumah Grameisya.
Sesampainya di rumah Grameisya, ia pun turun dari mobil.
"Selamat malam bintang ku," ucap Alneozro tersenyum lalu melajukan mobilnya.
"Dia ini, masih sempat-sempatnya bercanda," ucap Grameisya.
Grameisya pun mengunci bel rumah, tapi satu tidak ada yang membukanya.
"Pada kemana mereka?" tanya Grameisya menekuk alisnya.
Ia menekan bel lagi tapi tidak ada yang membukanya.
Grameisya terus menekan bel rumah hingga setengah jam, tetap aja nggak terbuka.
__ADS_1
"Kenapa ini? Apa macet?" tanya Grameisya.
Ia pun memukul bel itu hingga jebol.
"Akhhhhhhhhh, ini membuat ku geram!" ucap Grameisya.
Ia pun menendang pintu itu beberapa kali hingga pintu itu rusak kuncinya.
Braaakk!
Pintu pun terbuka.
Mia dan Gladis terkejut karena ternyata mereka yang ada menunggu di depan pintu.
"Oh, ini kerjaan kalian rupanya ya," ucap Grameisya membelalakkan matanya.
Plak!
Plak!
2 tamparan keras mendarat di pipi keduanya.
"Sudah aku katakan jangan main-main dengan ku! Apa perlu aku patahkan kaki dan tangan kalian agar kalian berhenti!" teriak Grameisya.
"Kami tadi hanya bercanda," ucap Mia dan Gladis memegang pipinya.
"Main kalian bilang? Sini aku patahkan leher kalian!" ucap Grameisya.
Mereka berdua pun lari terbirit-birit masuk ke dalam kamarnya.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1