
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Oh, kau punya teman rupanya, baguslah kalau begitu, aku ingin melihat siapa temanmu itu," ucap Grameisya.
"Heh! Kau ingin menangkap mereka juga? Kau tidak akan bisa melakukan itu," ucap Adinda tersenyum sinis.
"Oke, silakan lakukan apa yang kau inginkan," ucap Grameisya.
"Ya sudah, ayo kita pulang," ajak Grameisya.
"Untuk kalian semua, jaga mereka baik-baik, jangan sampai lepas. Tetap gunakan masker kalian," perintah Alneozro.
"Baik Tuan," ucap mereka.
Masker itu adalah masker anti bius, obat tidur dan semacamnya agar mereka tetap terjaga apa bila nanti teman Adinda datang dengan membawa gas tidur.
"Dan satu lagi, jangan pernah tergoda oleh kedua siluman ini, jika kalian berani berkhianat, kalian tau apa akibatnya kan?" tanya Alneozro.
"Baik Tuan," jawab mereka.
Orang yang berani berkhianat, orang itu tidak akan Alneozro lepaskan, jika mereka tidak ingin di siksa sebelum mati, lebih baik jangan coba-coba melakukan apa yang di larang Alneozro.
__ADS_1
Mereka semua pun pergi meninggalkan tempat tersebut, tinggallah Adinda dan Alina di dalam ruangan itu.
Jun menatap Grameisya terus, baru pertama kalinya ia bertemu wanita bar-bar yang sadis seperti Grameisya.
Jun tampak ketakutan dan ia cepat-cepat masuk ke dalam mobilnya dan langsung meluncur pulang.
"Eh, kenapa dia?" tanya Grameisya melihat Jun pergi kalang kabut.
"Ah, biasa itu, paling dia ketakutan lihat kamu," jawab Amar.
"Ya udah, aku antar kamu pulang, yang lain kita bertemu nanti," ucap Alneozro kepada teman-temannya.
"Oke," jawab Amar. Mereka pun masuk ke dalam mobilnya masing-masing.
Mobil pun melaju di jalanan.
"Saat ini yang aku pikirkan saat ini, saham Papa semakin menurun karena kasus ini, aku memang punya uang, tapi apa uang yang aku miliki itu apa aku bantu Papa sekarang atau tidak. Jika di bantu, saham Papa tetap akan turun, kalau nggak di bantu lama-lama akan habis. Papa pasti sangat sedih," jawab Grameisya.
"Tidak apa-apa, setelah masalah ini selesai, aku akan bantu bangun kembali perusahaannya. Kamu tidak perlu khawatir," ucap Alneozro membelai rambut Grameisya.
☘️☘️☘️☘️☘️
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah Grameisya.
"Papa ada di rumahkan?" tanya Alneozro.
__ADS_1
"Aku rasa begitu, dia tidak berani keluar rumah karena wartawan pasti mendatanginya," ucap Grameisya.
Mereka pun turun dari mobil lalu menuju rumah tersebut.
"Lho? Kenapa jadi seperti ini?" tanya Grameisya saat melihat rumah yang berantakan dan beberapa pembantu membersihkan kaca pas bunga yang pecah.
"Papa di mana Bi?" tanya Grameisya.
"Tuan di kamar Non," jawab Bi Ena dengan mata berkaca-kaca.
Grameisya berlari ke arah kamar Deval dan melihat Dodo dan Hino juga ada di dalam kamar.
"Eh, Grameisya, kamu sudah pulang," ucap Deval dengan suara lemah, matanya bengkak dan beberapa bagian tubuhnya terluka.
"Kenapa jadi seperti ini?" tanya Grameisya.
Deval menghela nafas. "Heru dan Mila datang untuk mengambil surat rumah ini untuk mereka jual. Mereka membawa pasukan ke sini. Papa di pukul oleh mereka karena Papa tidak memberikan surat tanah itu," jawab Deval.
"Heh! Mereka bersatu demi harta ya, bahkan anak yang meninggal saja mereka tidak peduli, benar-benar tidak punya hati. Jadi bagaimana dengan surat rumah?" tanya Grameisya.
"Surat rumah bisa Papa pertahankan, tapi ... sebagai gantinya ... papa berikan saham Papa," ucap Deval lesu dan tertunduk lesu.
"Kenapa Papa berikan?" tanya Grameisya
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan, tips dan hadiah terima kasih]