
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Oh ya, aku ingin mengatakan jika kamu mau pergi latihan ke rumah ku pergi saja. Aku sudah bilang pada mereka jika kamu akan datang setiap hari ke rumahku. Aku juga sudah mengatakan pada mereka jika kamu adalah Tuan rumah di rumah itu, jadi mereka tidak akan berani denganmu. Kamu jangan sungkan, itu rumahku, jadi itu rumahmu juga," ucap Alneozro.
"Ck! Bagaimana aku bisa ke rumahmu? Pembantumu semuanya garang seperti singa," ucap Grameisya manyun.
"Aku rasa lebih garang dirimu ketimbang mereka. Udah sana pergi, latihan lebih sering agar kau lebih kuat lagi," ucap Alneozro.
"Ya baiklah," jawab Grameisya dengan malas ia berdiri dari ranjangnya.
Ia meletakan ponselnya di atas meja setelah panggil terputus dan mengambil handuk lalu ia pun mandi.
Setelah berganti pakaian, Grameisya turun dari kamarnya dan menuju meja makan karena perutnya sudah sangat lapar.
Sebenarnya sudah dari tadi lapar, tapi ia memilih untuk tidur dulu.
Saat menuju ke meja makan, di sana ada Defli yang sedang duduk.
"Kau sudah bangun?" tanya Defli.
"Iya." Grameisya duduk di kursi.
"Nona mau makan apa?" tanya Bi Ena.
__ADS_1
"Aku ingin makan steak daging sapi," jawab Grameisya.
"Baik Nona, sebentar ya," ucap Bi Ena.
"Iya Bi," jawab Grameisya.
"Kamu nggak makan?" tanya Grameisya melihat Defli hanya duduk tanpa ada makanan di depannya.
"Tidak, aku hanya ingin menunggumu di sini," jawab Defli.
"Menunggu ku? Kenapa?" tanya Grameisya.
"Selepas tadi malam, aku cukup sadar diri, kau sangat berbeda kini. Bukan lagi orang biasa. Tapi apa boleh aku tanya sekali lagi?" tanya Defli.
"Tanya apa?" tanya Grameisya menaikkan alisnya.
Grameisya menatap langit-langit, ia sendiri tidak begitu yakin dengan perasaannya saat ini.
"Entah, menurut mu gimana?" tanya Grameisya.
"Dari yang ku lihat, kau juga menyukainya, hanya saja kau tidak menganggapnya," ucap Defli.
"Benarkah? Aku tidak merasakan itu," jawab Grameisya memayunkan mulutnya.
"Sudahlah, asalkan dia buat kau bahagia aku juga senang. Aku sebagai keluarga mu akan terus mendukung apa pun yang kau lakukan," ucap Defli.
"Sebenarnya ada apa dengan dirimu mendadak seperti ini? Aku jadi tak terbiasa," ucap Grameisya merasa heran.
__ADS_1
'Jangan-jangan dia seperti diriku? Jiwa di dalam tubuhnya ada orang lain?' batin Grameisya.
"Bukan seperti itu, hanya saja melihat mu seperti ini membuat aku mengerti tentang artinya hidup, aku tidak akan menyia-nyiakan hidupku lagi, terima kasih Grameisya," ucap Defli tersenyum dan ia pun beranjak dari tempat duduknya.
"Dia itu kenapa sih?" tanya Grameisya bingung.
"Ini Nona makan Anda, maaf ya lama karena masaknya sedikit berbeda dari masakan steak lainnya," ucap Bi Ena menyiapakan makanan untuk Grameisya.
"Tidak apa-apa, terima kasih Bi," ucap Grameisya melahap makanannya.
"Nona bersiap-siap ingin pergi ke mana?" tanya Bi Ena.
"Aku mau ke rumah Alneozro untuk latihan," jawab Grameisya.
"Oh baiklah, Nona hati-hati ya," ucap Bi Ena yang kembali bekerja.
Setelah menghabiskan makanannya, Grameisya pun keluar dari rumah dan menuju ke dalam mobil.
"Ke mana Nona?" tanya Pak Ahmad.
"Ke rumah Alneozro," jawab Grameisya.
"Baik Nona," jawab Pak Ahmad.
Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1