TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 179


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


☘️☘️☘️☘️☘️


Perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam itu, mereka pun sampai di tempat kelahiran Melisa.


Mobil sport keluar dari jet dan mendarat di tanah.


"Ayo masuk," ajak Alneozro.


Melisa pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melesat di jalanan hingga mereka sampai di makam keluarga Edult.


Makam mereka di kuburkan di atas tanah di mana rumah mereka yang di bakar.


Grameisya kembali meneteskan air mata. Ia berlutut dan menangis terisak di makam Edult.


"Papa, Mama," isaknya menjatuhkan air mata ke tanah pemakaman tersebut.


"Aku datang menjenguk kalian. Aku datang karena aku sudah membalaskan dendam ini, maaf karena aku sempat bersekutu dengan orang yang sudah membantai kalian. Maaf karena ketidak tahuan ku. Tapi aku datang membawa jantung mereka yang ku persembahkan untuk kalian. Ini adalah bukti jika aku sudah membalaskan dendam kalian," Grameisya mengeluarkan 2 jantung yang masih penuh darah itu dan meletakan di makam.


"Semoga saja ada anjing yang lewat memakan jantung ini," ucap Grameisya kesal.

__ADS_1


"Balas dendam ku sudah terbalaskan, aku pergi dulu," ucap Grameisya berdiri.


Alneozro mengambil tangan Grameisya dan menyeka tangan itu yang penuh darah tersebut.


"Ayo kita pulang," ajak Alneozro.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya kembali lagi ke jet pribadi Alneozro.


'Selamat tinggal keluarga ku, Entah kapan aku ke sini lagi. Aku sudah bertemu dengan seorang Papa yang menyayangiku. Aku ingin mengurus masa depanku. Perjalanan ku masih panjang setelah aku pindah ke tubuh ini. Aku akan meneruskan kisah hidup ku,' batin Grameisya.


Jet pun lepas landas ke udara untuk kembali.


Semuanya sudah selesai. Dendam terbalaskan, setidaknya musuh yang terkuat mereka sudah musnah. Jika ada masalah lagi itu hanya semut-semut kecil yang hanya mengigit saja.


☘️☘️☘️☘️☘️


Mereka pun sampai di negaranya.


"Kamu ke rumah ku saja dulu ya untuk istirahat. Aku akan menelpon Lio untuk mengecek kesehatan mu," ucap Alneozro.


Grameisya mengangguk.


Mereka pun turun dari jet dan kembali masuk ke dalam mobil.


Mobil pun melaju menuju rumah Alneozro.

__ADS_1


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo," jawab Lio yang sedang mengantuk.


"Halo, ke rumah ku sekarang dan bawa peralatan medis mu yang lengkap!" perintah Alneozro.


Mendadak Lio langsung terbangun.


"Apa yang terjadi? Kau terluka parah?" tanya Lio kaget.


"Datang saja kau ke rumahku!" perintah Alneozro yang langsung memutuskan panggilannya.


Alneozro mengambil kepala Grameisya dan meletakkan di bajunya.


"Tidurlah, kau pasti lelah kan?" ucap Alneozro.


"Iya." angguk Grameisya memejamkan matanya dengan menarik nafasnya. Ia merasakan kenyamanan saat bersandar di pundak Alneozro.


"Aku harap, kau bukan sepertinya. Aku tidak ingin ada pengkhianatan lagi, aku sungguh lelah hidup dalam kepura-puraan," ucap Grameisya.


Alneozro meraih tangan Grameisya dan mengengamnya.


"Aku akan terus setia padamu, akan mencintai selamanya. Aku hanya ingin kau adalah yang terakhir di hatiku," ucap Alneozro.

__ADS_1


Mobil pun terus meluncur dengan mulus di jalan hingga mereka sampai di rumah.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2