
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️☺️...
^^^❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️^^^
Bi Ena membawakan 2 gelas yang berisi soda dingin dan membawanya menuju ke kamar Deval.
"Silakan para Tuan," ucap Bi Ena meletakan minuman itu di atas meja.
"Terima kasih," ucap Lio mengambil minuman itu, ia pun meneguknya.
Wi wi wi wi wi wi.
Sirine mobil ambulans pun datang mendekat dan tak lama berhenti di depan rumah Grameisya.
Lio pun keluar dari kamar Deval dan menuju keluar.
"Tuan Lio!" teriak Mia dan Gladis berlari mendekatinya dengan dandanan yang cukup tebal itu, dan mereka juga memakai pakaian minim.
Melihat itu, Lio berlari menuju ke arah ambulansnya dan masuk ke dalam mobil.
"Ya ampun, ngeri amat! Berasa kayak di kejar badut," ucap Lio.
"Hm ... kalian sana bawa tandu ke kamar Om Deval," perintah Lio.
"Tapi kami tidak tahu tempatnya Dokter," ucap mereka.
__ADS_1
"Kalian masuk aja dalam, aku akan hubungi Alneozro untuk keluar," ucap Lio.
Mereka pun masuk ke dalam dengan membawa tandu, mereka sangat terkejut karena ada dua orang gadis yang berdiri dengan lipstik merah merekah, dan bedak licin di wajah mereka. Saat terkena cahaya matahari, wajah mereka berkilauan.
"Orang gila dua ini nggak mengganggu orang kan?" bisik temannya.
Karena dari tatapan Mia dan Gladis sangat aneh.
"Ku rasa tidak. Tapi sebaiknya diam saja dan jangan melihatnya," bisik perawat laki-laki itu.
Mereka terus berjalan masuk ke dalam dan terlihat Alneozro keluar dari kamar.
"Ah, itu Tuan Alneozro," ucap mereka senang.
Mereka pun berlari ke arah Alneozro.
"Baik Tuan," ucap mereka masuk ke dalam kamar Deval.
Mereka pun mengangkat tubuh Deval masuk ke dalam tandu lalu membawanya keluar.
"Tuan, orang gila itu tidak menganggu kan?" tanya perawat itu pelan melihat kenarah Gladis dan Mia.
Grameisya tertawa kecil. "Mereka tidak menganggu kok, yang mereka ganggu hanya orang tampan saja kok," jawab Grameisya tersenyum.
"Jadi? Kami ini kurang tampan kah Nona?" tanya mereka.
"Hm ... bukan begitu, maksudku yang ketampanannya di atas rata-rata," jawab Grameisya.
__ADS_1
"Ternyata ketampanan kita cuma rata-rata," ucap mereka sedih.
"Bibi, aku ke rumah sakit ya, tolong handle rumah ini," pesan Grameisya.
"Iya Nona," jawab Bi Ena.
Deval di bawa masuk ke dalam mobil ambulan.
Lio pun kembali keluar dari mobil Ambulan dan masuk ke dalam mobilnya.
"Tuan Lio, datang lagi ke rumah ya," ucap Mia melambaikan tangannya sambil kiss bye.
☘️☘️☘️☘️☘️
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah sakit, Deval langsung di bawa ke ruangan untuk di Rontgen segera agar cepat tahu hasilnya.
"Kalian tunggu di luar ya, aku akan memeriksa om Deval," ucap Lio yang langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.
Grameisya duduk di kursi tunggu sambil menghela nafas.
"Apa pandangan mu ke depannya?" tanya Alneozro duduk di samping Grameisya.
"Karena Papa tidak punya saham lagi, berarti Papa sudah kehilangan perusahaannya, jika aku tebak, gedung perusahaan itu pasti di kuasai oleh Hito dan Dodo, aku harus mengambilnya," ucap Grameisya.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan, tips, dan hadiah terima kasih]
__ADS_1