TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 139


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


......☺️☺️☺️......


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Grameisya pun pergi menuju ke kantor kepala sekolah.


"Ayo Grameisya, kepala sekolah sudah menunggu kamu," ucap Pak guru.


Grameisya pun masuk ke dalam ruangan kepala sekolah.


"Duduk," ucap kepala sekolah.


Grameisya pun duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan kepala sekolah.


"Kamu pasti tau kan jika video sepupumu sudah beredar dan tranding di media sosial? Ini malah memperburuk keadaan, nama sekolah kita di pertaruhkan. Meskipun kamu menang dalam pertandingan ini, tapi tetap saja tidak bisa membersihkan nama baik sekolah ini," ucap kepala sekolah.


"Yang buat masalah adalah mereka Pak. Jadi keluarkan saja mereka, ini tidak ada sangkut pautnya dengan ku," ucap Grameisya menekuk alisnya.


"Tapi mereka adalah keluarga mu juga, jadi ini juga ada hubungan denganmu," ucap kepala sekolah itu.


"Meskipun begitu, aku tidak sama dengan mereka. Tolong Anda sedikit konsisten sedikit Pak, siapa yang bersalah dia yang di hukum, jangan Anda pukul sama rata. Jika seperti ini orang yang tidak bersalah akan merasa tidak adil. Anda adalah kepala sekolah, tolonglah bersikap adil," ucap Grameisya.


Kepala sekolah terdiam.


"Tapi ... yang kita pikirkan adalah jangan sampai masalah ini akan menjadi besar. Begini, saya punya ide, kamu dekatkan dengan Alneozro?" tanya Kepala sekolah.


"Lalu?"


"Kamu bisa meminta Tuan Alneozro untuk menekan permasalahan ini, seperti berita tentang dia tranding agar masalah berita di sekolah kita di lupakan," ucap kepala sekolah.


"Maksud Anda, kita gunakan dia?"


"Iya."

__ADS_1


Grameisya terdiam.


Memang berita Alneozro yang sangat di cari-cari oleh para wartawan dan stasiun televisi dan berbagai media massa, tapi ia tidak akan menjual nama Alneozro. Tidak akan ia lakukan itu, Alneozro sudah baik kepadanya selama ini, kecuali Alneozro akan melakukannya sendiri, namun untuk ia memintanya, itu tidak akan pernah terjadi.


"Tidak, aku tidak akan lakukan itu. Aku akan cari cara sendiri agar bisa menekan berita miring ini," ucap Grameisya berdiri. Ia pun meninggalkan ruang tersebut.


Grameisya menarik nafasnya lagi berdiri di depan kantor.


"Kenapa aku sih? Ini adalah masalah mereka. Tapi aku juga kena imbasnya, kalau begitu aku akan cari cara untuk agar mereka juga terlibat untuk masalah ini. Aku tidak mau aku sendiri saja yang berusaha untuk menutupi kesalahan mereka," ucap Grameisya.


☘️☘️☘️☘️☘️


"Untuk para seluruh peserta harap berkumpul di aula. Saatnya pembagian hasil pertandingan matematika tertulis kemaren."


Para peserta pun kembali berkumpul dan mereka duduk di kursi yang ada di sana.


Defli juga ikut melihat hasil pertandingan tersebut.


"Baiklah, Bapak akan mengumumkan dari hasil yang terendah hingga tertinggi," ucap pak Ali.




Alisa dengan nilai 7,6




Nando dengan nilai 7,9



__ADS_1


Gerry dengan nilai 8,0




Bobby dengan nilai 8,2




Syila dengan nilai 8,5




Ardi dengan nilai 8,8




Cantika dengan nilai 8,9




"Di tangan Bapak ada 3 orang, siapakah itu?" tanya pak Ali penuh dengan tanda tanya.


"Aku pasti menang," ucap Ferdi percaya diri.


"Baiklah, inilah hasilnya," ucap pak Ali

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2