TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 113


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak pria itu kesakitan dengan memegang tangannya.


"Ayo maju lagi," ucap Grameisya.


Datang lagi 3 orang sekaligus, ini adalah orang terakhir yang Mila bawa.


Grameisya menghentakkan kakinya ke lantai lalu meringankan tubuhnya dan ia pun melompat salto depan lalu menendang kepala pria itu hingga tumbang kebelakang.


Grameisya meninju perut salah satu pria itu hingga ia terpental.


Pria yang satu lagi, antara takut atau harus maju, ia akhirnya memilih untuk melarikan diri.


"Kaburrrrrrrr!" teriaknya. Tapi Grameisya mengejarnya dan tidak membiarkan dia untuk kabur.


Grameisya menariknya lalu melemparnya ke dalam rumah.


Grameisya dengan beringas menarik kerah baju pria itu lalu menghantam wajah pria itu.


Bak! Buk!


Mereka yang melihat itu menutup mata karena ngeri, sesekali melihat penasaran.

__ADS_1


Di sana mereka melihat, baru tahu dengan keganasan Grameisya.


"Gila! Dia monster!" ucap Gladis.


Setelah menghajarnya, Grameisya menarik pria itu lagi dan melemparnya ke arah Mila.


Brukkk!


Mereka jatuh bersamaan.


"Aduuuh!" keluh Mila yang tertimbun oleh tubuh pria yang pingsan itu.


Grameisya pun datang mendekati Mila dengan tatapan tajam. Saat itu Mila melihat Grameisya seperti ingin membunuhnya dengan tatapan yang menyeramkan itu.


"Tolong ampuni aku!" teriak Mila memejamkan matanya.


"Oh, kau minta aku mengampuni mu? Tadi bukannya kau ingin membunuhku?" tanya Grameisya berjongkok mendekatkan wajahnya dekat dengan Mila.


"Bercanda kau bilang? Dengan membawa orang sebanyak itu untuk melukaiku bahkan dengan senjata tajam? Apa kau pikir sedang bercanda dengan nyawa?" tanya Grameisya.


"I-iya Grameisya, Tante ta-tadi hanya bercanda aja kok, nggak maksud apa-apa," ucap Mila tersenyum.


"Oh ya? Kalau begitu aku juga ingin bercanda dengan Tante. Boleh kan?" tanya Grameisya juga ikut tersenyum.


"Tidak, Tante nggak mau bercanda denganmu," ucap Mila menggeleng.


"Ah, jangan gitu donk, anggap saja kita bermain. Ayo para Bibi, sini bawa peralatan masak kalian, pukul dia. Anggap saja kalian sedang memasak daging rendang!" perintah Grameisya.

__ADS_1


Para bibi yang ada di dapur membawa peralatan masak mereka. Apa lagi Bi Ena, ia paling dendam dengan Mila dan Yessy.


"Sini ku rendang dagingnya," ucap Bi Ena membawa spatula dan kuali.


Mereka pun menggebuk Mila dan Yessy.


"Aaaaaaaaaaaaa! Tolong hentikan!" teriak Mila berusaha melindungi mukanya.


Tapi para pembantu itu terus memukulinya hingga wajahnya babak belur.


Setelah puas mereka memukulnya mereka berhenti, karena ada spatulanya hingga patah dan beberapa alat masak aluminium ada yang penyok.


"Sudah berhenti! Mama aku udah terluka parah," ucap Yessy di mana ia juga babak belur, tapi tidak separah Mila.


"Kalau begitu, keluar sekarang dari rumah ini. Bawa juga orang-orang kalian," ucap Grameisya.


Yessy menarik Mila dan dengan bersusah payah membawanya ke mobil.


"Mau ku bantu nggak?" tanya Grameisya.


"Tidak perlu," jawab Yessy.


"Kau pasti akan keberatan membawa mereka kan? Jadi karena aku berbaik hati, jadi aku akan membantumu," ucap Grameisya meliah para pria yang pingsan itu.


Grameisya mendekatinya lalu menariknya dan melemparnya hingga keluar rumah.


Gladis dan Mia saling berpandangan.

__ADS_1


"Aku tidak tahu jika Grameisya sekuat itu," bisik mereka.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2