
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
☘️☘️☘️☘️☘️
Tak lama mereka pun sampai di rumah, Grameisya langsung masuk ke dalam kamarnya.
Ia berganti pakaian lalu menuju kamar Gladis.
Tok! Tok!
Tok! Tok!
Grameisya mengetuk pintu Gladis.
"Hey Gladis! Buka pintu kamarmu!" teriak Grameisya.
Cklek!
Pintu pun terbuka, terlihat Gladis dengan muka sedihnya.
"Aku udah minta uang sama Papa, tapi dia nggak mau ngasih. Mama juga bilang nggak punya uang. Aku harus gimana?" tanyanya dengan nafas berat.
"Begitu ya, ya udah, kalau gitu videonya aku hapus, karena Mia sudah bayar jadi hanya video saja yang ada," ucap Grameisya.
"Grameisya, tolong beri aku kesempatan donk, aku akan bayar, tapi aku nyicil ya," ucap Gladis.
__ADS_1
"Nyicil? Gimana?" tanya Grameisya.
"Kalau aku sekolah aku pasti akan dapat uang jajan, jadi uang jajanku akan ku berikan padamu," ucap Gladis.
"Berapa uang jajan mu di beri biasanya?" tanya Grameisya.
"Waktu itu 500 ribu, nggak tau sekarang," jawab Gladis.
Grameisya berpikir. Anggap saja saat ini ekonomi sedang sulit, ia mendapatkan uang jajan 300 ribu.
Anggap saja dia bayar 250 perhari. Untuk mencukupi 20 juta, ia ia butuh 80 hari, itu berarti itu hampir 3 bulan ia untuk menyelesaikannya.
"Baiklah, tapi kau transfer sendiri ke rekeningku tanpa perlu aku memintanya. Satu hari saja kau telat maka kau tidak akan berbaik hati lagi. Kalian yang buat masalah, aku yang harus meyelesaikan masalah kalian. Ingat itu," ucap Grameisya meninggal kamar Gladis.
Grameisya pun menuju ke mobil.
"Pak, Bapak istirahat aja di rumah. Aku pergi sendiri saja," ucap Grameisya.
"Eh, beneran tidak apa-apa Nona pergi sendiri?" tanya pak Ahmad.
"Iya," jawab Grameisya.
"Ya udah, Nona hati-hati di jalan ya, jangan ngebut," pesan pak Ahmad.
"Iya Pak." Grameisya pun masuk ke dalam mobil dan ia duduk di kursi pengemudi.
Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan menuju rumah Alneozro.
Saat di jalanan, Grameisya melihat seorang bapak-bapak sedang di pukul oleh berapa orang yang memakai baju hitam.
__ADS_1
Grameisya memelankan mobilnya dan melihat bapak itu di tendang oleh para pria itu.
Akan tetapi, satu pun dia antaranya tidak ada yang membantu bapak itu, para warga hanya melihat dari kejauhan.
Grameisya menepikan mobilnya dan berhenti.
Ia pun keluar dari mobilnya, tadinya ia tidak ingin ikut campur. Tapi melihat bapak itu berdarah di kepalanya dan mereka terus memukulinya.
"Berhenti kalian!" perintah Grameisya.
Ke 4 orang itu melihat ke arah Grameisya.
"Ada apa?" tanya salah satu pria itu menghadang Grameisya.
"Dia salah apa sampai kalian memukulnya sedemikian rupa?" tanya Grameisya.
"Kamu sebaiknya tidak ikut campur kecuali kamu mau membayarnya," ucap pria itu.
"Dia punya hutang apa?" tanya Grameisya lagi.
"Dia hutang sama kami, dia tidak membayarnya hingga bunganya menumpuk. Hutangnya itu sebesar 50 juta. Jadi apa kamu ingin membayarnya?" tanya pria itu.
Grameisya melihat ke arah bapak itu. "Anda punya usaha apa?" tanya Grameisya.
"Saya punya kebun cabe, tapi beberapa bulan ini saya gagal panen, tidak tahu siapa yang sudah meracun kebun saya itu, akhirnya saya tidak bisa memanennya dan tanahnya juga tercemar. Jadi saya tidak bisa menanam tanahnya lagi," ucap bapak itu menangis.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah ya. Terima kasih 🥰🥰]
__ADS_1