
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Sebentar, kita telpon Alneozro dulu," ucap Amar mengambil ponselnya dan video call dengan Alneozro.
Tin!
"Wah sudah tersambung nih," ucap Amar.
"Halo Alneozro, apa kabar kamu di sana?" tanya Amar melambaikan tangannya.
"Hay kalian semua," jawab Alneozro dengan suara lemah.
"Kamu kenapa?" tanya Amar.
"Tidak ada, aku hanya mengantuk aja," jawabnya tersenyum melihat Grameisya.
"Kenapa nggak tidur? Kau jangan-jangan main sama perempuan ya?" goda Jun.
"Anak satu ini minta di jitak kepalanya, asal nyorocos aja. Emang dia kayak kamu yang pengangguran nggak ada kerjaan?" tanya Lio.
Alneozro tersenyum saja.
"Ya udah kalau gitu, kamu istirahat saja dulu, nanti kamu hubungi lagi," ucap Amar.
"Iya, tapi kalian jangan apa-apakan Grameisya," ingat Alneozro.
"Bukan kami yang apa-apain dia, kami yang takut di apa-apain dia," ucap Jun.
"Ya udah, selamat malam ya," ucap Alneozro.
"Iya." Panggilan pun terputus.
"Kayaknya lelah banget dia," ucap Amar menyimpan kembali ponselnya.
__ADS_1
"Baik aku akan bernyanyi, kalian pesan makanan sana, pesankan untukku juga," ucap Jun memilih lagu untuk ia nyanyikan.
Lio pun memesan makanan dari tablet tang di sediakan di sana.
"Ck! Suara merdu? Suara cempreng begitu di katai merdu? Bagusan suara burung murai lagi," ejek Amar.
Lagu pun di putar, Jun mulai bernyanyi hingga menjerit-jerit.
"Akuuuuuuuuuuuuuu sayangggggggg kamuuuuuuu selamanyaaaaaaaa ...."
Mereka bertiga terpaksa harus menutup telinga saking cempreng dan fals nya.
"Suruh dia berhenti cepat atau tempat ini akan meledak," ucap Lio.
"Cukuuuuup! Juuuuun!" teriak Amar.
"Eh kenapa?" tanya Jun.
"Kau nggak sadar ada yang salah dengan pita suara mu itu? Kau lebih baik pergi operasi pita suara sana! Suara mu itu rusak membuat gendang telinga orang rusak aja," omel Amar.
Ia pun mengambil mikrofon dari tangan Amar dan gantian ia yang memilih lagu.
Tok! Tok!
Tok! Tok!
Lio pun membuka pintu. Pegawai itu masuk ke dalam dan menyajikan makanannya dan meletakan makanan itu di atas meja.
"Terima kasih cantik," goda Jun.
"Sama-sama," jawab pegawai itu undur diri.
"Oke, saatnya makan," ucap Jun.
"Lio banyak kali kau memesan makanan?" tanya Jun mengambil satu piring yang berisi steak ayam.
"Sengaja, biar kamu bangkrut," jawab Lio.
__ADS_1
"Ayo Grameisya di makan," ucap Jun.
Grameisya pun mengambil spaghetti dan melahapnya.
"Ah, kenapa kalian tinggalkan aku, aku juga ingin makan bersama kalian," ucap Amar ikut makan bersama.
"Kalian makan biar aku yang nyanyi," ucap Jun.
"Hey! Jangan lakukan itu!" teriak Amar.
"Bodoh amat, sana kalian makan dengan tenang sambil mendengar alunan suara indah ku," ucap Jun mengambil mikrofon dan mencari lagu.
"Hey! Sontoloyo! Bisa mati tersedak aku mendengar suara mu!" teriak Lio.
"Kalian tenang saja, kali ini alunan musiknya pelan kok," jawabnya dengan santai.
"Haissss! Sudahlah," jawab mereka pasrah.
"Ku tak bisaaaaaaaaaa, melupakan muuuuuuuuuu, sungguuuuuh akuuuuuuuuuuuuuu sayangggggggg kamuuuuuuu!"
BAM!
Lampu tiba-tiba mati dan menjadi gelap gulita.
"Hey! Ini gara-gara suara kamu yang cempreng itu makanya mati lampu," rutuk Amar.
"Eh, nggak mungkin kan karena suara merdu ku mati lampu," ucap Jun menutup mulutnya.
"Suara cempreng mu itu yang buat lampu mati," sahut Lio.
BAM!
BAM!
Mereka mendengar suara keras itu lagi.
"Eh, suaranya dari luar," ucap Grameisya.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️...