
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...-...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah Grameisya.
Di rumah tampak terdengar suara riuh renda.
"Sepertinya ada keributan lagi di rumah nih," ucap Grameisya.
Mereka pun segera turun dari mobil.
"Oh, untuk mereka berdua para saksi itu jangan keluarkan dulu, tetaplah di mobil, nanti aku akan memberi kode kepada kalian untuk keluar," ucap Grameisya kepada pengawal Alneozro.
"Baik Nona," jawab pengawal tersebut.
Grameisya dan Alneozro pun menuju ke rumah, tapi mereka berhenti dan mendengarkan perdebatan mereka.
"Kakak! Kau benar-benar keterlaluan!" teriak Deval marah.
"Keterlaluan apa? Ini sudah ada di dalam surat wasiat Papa, kalian masih bersyukur di beri 1% saham, kalian malah memintanya lebih. Dasar nggak tahu diri! Atau kalian semua pergi dari rumah ini!" ucap Defgi bersikeras.
"Mana mungkin Papa memberi saham hanya 1% kepada kami lalu memberi seluruh hak penuh perusahaan kepadamu! Itu tidak mungkin! Kau pasti sudah merubah surat wasiatnya bukan?" tebak Papa Mia.
"Mana ada aku merubahnya, ini asli. Benarkan Pak Ado?" tanya Defgi kepada notaris itu yang sebelumnya mereka sudah bersekongkol.
"Ini benar Tuan," jawab Ado.
"Tidak masuk akal! Kalau begitu jual rumah ini dan kita bagi," ucap Papa Mia.
"Hey Hino, bukannya kau kemaren tidak setuju dengan masalah ini? Kenapa kau diam saja?" tanya Deval.
__ADS_1
"Aku ... aku ... terserah saja apa yang terjadi," ucap Papa Gladis.
"Apa! Jadi kamu terima hanya di beri 1% saham perusahaan?" tanya Deval.
"Aku ... aku ... Ikut saja," ucap Hino membuang pandangannya ke samping dan tidak berani menatap kedua kakak dan adiknya itu.
Hino tidak mau berdebat karena ia sudah di sogok dengan saham 10% oleh Defgi.
"Rumah ini juga milikku! Dan rumah ini tidak akan di jual karena ini adalah satu-satunya peninggalan dari Papa! Dan kalian ingin menjualnya! Kalian benar-benar tidak punya hati! Kalau kalian tidak suka kalian pergi dari rumah ini!" bentak Defgi.
'He-he-he, kalau mereka pergi dari rumah ini baru aku menjualnya, setidaknya rumah ini bisa di hargai milyaran,' batin Defgi tersenyum.
"Jadi bagaimana kami bisa mengolah hanya dengan 1%, itu tidak ada gunanya, di tukar dengan permen saja tidak dapat," ucap Papa Mia.
"Aku punya tawaran menarik. Aku akan memberi kalian masing-masing 7%, tapi kalian keluar dari rumah ini," ucap Defgi tersenyum licik.
"Apa! Apa ini caramu mengusir kami demi untuk menguasai seluruh harta Papa!" ucap Deval ketus.
"Mengusir tetap saja mengusir! Kau benar-benar serakah Defgi!" ucap Deval marah.
"Kalau seperti ini mereka tidak akan ada habisnya, ya udah kita masuk," ajak Grameisya.
Saat melihat Alneozro masuk ke dalam, mereka semua terdiam.
"Ah, Tuan Alneozro datang berkunjung ya, Maaf datang seperti ini," ucap Defgi datang mendekati Alneozro.
"Lanjutkan saja, anggap saja aku tidak ada di sini, aku akan duduk di belakang saja," ucap Alneozro.
"Mana bisa begitu Tuan, Anda adalah tamu terhormat saya. Mari Tuan duduk di sini," ucap Defgi.
Alneozro pun duduk di samping Defgi.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
"Oh ya Tuan, bagaimana kerja sama di perusahaan kami? Masih lanjutkan?" tanya Defgi senyum.
"Apa menurut Tuan Defgi perlu di lanjutkan?" tanya Alneozro.
"Ya mesti donk Tuan, bekerja sama dengan perusahaan Anda adalah hal yang sangat di nanti-nantikan oleh semua orang," ucap Defgi tersenyum manis.
"Aku akan bekerja sama dengan Tuan Deval saja."
"Apa! Jadi Tuan tidak ingin bekerja sama dengan saya?" tanya Defgi menekuk alisnya. "Dia hanya punya 1% saham perusahaan. Bekerja sama dengan Anda maka itu akan merugikan perusahaan Anda," ucap Defgi tak terima.
"Ini bukan masalah hanya mempunyai 1% saham saja. Tapi karena ... dia adalah pekerja yang handal dari yang saya lihat," ucap Alneozro tersenyum.
"Tuan, saham saya lebih banyak dari dia, kalau kita bekerja sama maka akan banyak keuntungan yang kita dapatkan," ucap Defgi.
"Percuma jika saham banyak, tapi pemiliknya tidak bekerja dengan efisien. Maka saham yang banyak sekali pun akan tetap habis begitu saja," ucap Alneozro.
"Jadi maksud Tuan, saya bekerja tidak efisien?" tanya Defgi.
"Mungkin kalau yang lain iya, tapi kalau Anda tidak," ucap Alneozro.
"Ah benarkah? Apa aku bekerja dengan efisien?" tanya Defgi merasa senang.
"Bukan, Anda tidak layak berada di sini lagi," ucap Alneozro melihat ke arah Grameisya.
Grameisya mengangguk dan ia pun pergi keluar untuk memberi kode kepada pengawal Alneozro untuk membawa kedua orang saksi untuk masuk ke dalam rumah.
"Apa maksud Anda Tuan?" tanya Defgi tak mengerti.
"Bawa mereka masuk!" perintah Alneozro.
Kedua orang itu di bawa masuk dan Defgi sangat-sangat terkejut.
❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1