Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 104


__ADS_3

Mobil Fano sudah membawa Fano menuju Kediaman Pak Admidjaya. Saat diperjalanan Fano sudah sibuk menghubungi ahli IT perusahaannya untuk melacak keberadaan istrinya saat ini. Tidak berapa lama kemudian, handphone Fano berbunyi pertanda pesan masuk melalui chat whatsapp. Fano mengabaikan pesan masuk dari whatsapp itu. Namun pesan masuk itu berbunyi terus, sepertinya pesan masuk itu sudah bertubi-tubi memenuhi isi chat.


“Siapa yang mengirim pesan sebanyak ini” gumam Fano. Fanopun membuka isi dari chat. Begitu terkejutnya dia sudah dikirimi foto-foto istrinya disekap bahkan Dakota sudah pingsan.


“Sial ... berani sekali mereka memperlakukan istriku ...” teriak Fano menekan handphonenya. Tangan Fano sudah gemetar melihat semua gambar yang masuk ke handphoennya, bahkan mulut Dakota dibungkam pakai lakban hitam. Siti dan Yohana juga ikut disekap bersama diruangan itu.


# Kediaman Pak Admidjaya.


Wajah Fano sudah pucat mengetahui istrinya sudah pingsan, apa lagi istrinya saat ini sedang hamil tua. Saat ini mereka menunggu informasi dari ahli IT untuk melacak keberadaan istrinya melalui gambar dan nomor handphone yang sudah mengeirimi foto tadi melalui chat dari Fano.


“Sayang ... kau harus bertahan demi diriku dan anak kita” gumam Fano.


Fano berencana mengabari semua keluarganya baik itu ibu Milen, Pak Purnomo dan juga Haris mengenai kehilangan istrinya. Namun nomor handphone dari mereka tidak ada satupun yang mengangkat, bahkan ada juga yang tidak aktif.


"Kenapa nomor mama tidak aktif" gumam Fano kembali.


Beberapa menit kemudian, Haris dan Eveno sudah tiba di kediaman Pak Admidjaya. Mereka sudah terlihat ngos-ngosan, bahkan wajah Haris sudah terlihat pucat.


“Bagaimana ini, bukan hanya Dakota yang hilang, bahkan kakekku juga hilang” ucap Haris memegangi kepalanya, dia sudah terlihat pusing.


“Apa ... Pak Admidjaya juga hilang” ucap Fano tidak percaya.


“Benar, kita harus melakukan strategi, aku yakin yang menculik mereka adalah pembunuh dari nenekku” ucap Haris. Haris dan Eveno sudah sibuk melacak keberadaan kakeknya.


Naon yang sudah selesai melacak lokasi keberadaan Dakota saat ini, dia juga terkejut mendengar kabar dari kediaman Reinhard bahwa ibu Lena tidak berada di perusahaan ataupun dikediaman Reinhard, bahkan saat Naon menghubungi ibu Lena, handphone ibu Lena tidak aktif.


“Presdir ... gawat Presdir ... nyonya besar juga hilang dari pengawasan” ucap Naon.


“Apa... bagaimana bisa?” teriak Fano, kembali Fano semakin pusing, bahkan mamanya ikut menghilang.


“Kenapa bisa begini, tadi penculik itu tidak mengirimi foto mamaku” ucap Fano.

__ADS_1


“Kita harus segera ke Kota X. Aku sudah menemukan keberadan mereka” ucap Eveno menunjukkan saat ini lokasi keberadaan Pak Admidjaya.


“Tunggu sebentar, ada pesan masuk untuk Presdir” ucap Naon menyerahkan handphonenya pada Fano.


Fano langsung membaca isi chat : Aku rasa kau sudah mengetahui bahwa istrimu ini sudah menghilang dari pengawasanmu. Jika kau ingin istrimu ini selamat, datanglah ke Kota X, kau tidak boleh membawa siapapun, apa lagi polisi. Jika kau melanggar, kau tahu aku bukan orang yang tegaan, aku bisa membunuh wanitamu ini. Ahahaha ... aku lupa, aku juga menyekap papa dan mamamu. Orang-orang yang kau sayang sudah kumpul kebo disini. Ingat ... nyawa mereka tergantung dari tindakanmu. Aku berada di Lokasi perumahan kosong Kota X. Akan kukirimkan alamatnya, dari MP.


“Kalian tidak perlu capek-capek lagi” ucap Fano memberikan hanphonenya pada Haris. Haris langsung membaca pesan itu.


“Kita sudah menemukan lokasi mereka saat ini. Yang perlu kita lakukan adalah kerja sama. Aku akan datang langsung kelokasi itu. Haris kau harus tahu, MP itu adalah kakekmu Pak Sugiono. Kemungkinan dia tidak menginginkan dirimu datang karena kau adalah pionnya, kau harus bisa melakukan pertolongan untuk membantu aku, aku tidak bisa berbuat apa-apa, saat ini aku hanya bisa pasrah, apa lagi papa dan mamaku serta istriku sedang di sekap” ucap Fano.


Haris mengangguki ucapan Fano. Naon langsung menerima handphone Fano. Naon sudah bergegas menuju mobil. Wajah Fano sudah pucat, dia bahkan sudah stres mendapat kabar buruk ini, dia beranjak keluar dari Kediaman Pak Admidjaya. Perjalanan dari Jakarta menuju Kota X memakan waktu selama 3 jam.


# Kembali saat Dakota di culik.


Saat di tempat SPA ibu hamil, Siti yang mengawasi Dakota, tidak menyadari bahwa ada wanita lain yang menyamar sebagai pelayan dari SPA itu. Setelah semua orang selesai relaksasi mendengar stand up komedi dari pemandu, Dakota dan Yohana kembali berkumpul untuk istirahat sejenak sebelum memasuki permandian air hangat. Siti juga ikut bergabung dengan mereka. Namun pelayan SPA menghampiri mereka sambil membawa 3 gelas jus.


“Hai” ucap pelayan SPA menyapa mereka.


“Sudah hamil berapa bulan mbanya” tanya pelayan wanita itu pada Dakota.


“Saya sudah hamil tua mba, nunggu waktunya aja” ucap Dakota.


“Kalian sudah terlihat lelah habis tertawa karena hiburan, silahkan ini diminun” ucap pelayan itu memberikan jus kehadapan Dakota, Yohana dan Siti.


“Mba ... ini jus dalam rangka apa, kenapa kami diberi minum jus?” tanya Siti curiga dengan jus itu.


“Ini sebagai layanan gratis mba ... promosi jus terbaru kami, karena kalian juga sebagai pengunjung baru, mbanya kan baru hami nih, supaya mbanya tidak bosan untuk kembali berkunjung ketempat ini” ucap pelayan itu.


“Lalu, kenapa hanya kami yang diberikan jus ini, yang lainnya bagaimana?” tanya Siti kembali memperhatikan sekitar.


“Hus ... Siti, mbanya sudah bilang ini diberikan pada pengunjung baru, ini juga gratis hanya jus tidak perlu mempermasalahkan ini” ucap Yohana memotong pembicaraan Siti. Yohana langsung meminum jus itu. Semenrtara Dakota sudah melihat Siti menggeleng padanya untuk tidak meminum jus itu. Dakota malah memandangi jus itu, karena Siti memberikan saran padanya, dia tidak meminum jus itu.

__ADS_1


“Lihat, aku tidak apa-apa ... mba ... jus ini sangat enak, makasih loh ... untuk layanan gratis ini” ucap Yohana memberikan gelasnya yang sudah kosong pada pelayan SPA. Pelayan itu sembari tersenyum menerima gelas kosong dari Yohana.


“Apa kalian tidak akan meminum jus ini, lihat aku tidak apa-apa, kasihan mbanya nungguin, minimal minumlah seteguk” ucap Yohana memberikan jus itu pada Dakota. Dakota ragu-ragu, dia langsung menerima gelas yang sudah di sodorkan oleh Yohana. Tidak berapa lama Yohana kembali menyodorkan jus yang di hadapan Siti, Siti terpaksa menerima jus itu karena pelayan SPA itu terlihat orang baik, dia hanya senyum saja. Dakotapun ikut meneguk jus itu, begitu juga dengan Siti.


“Bagaimana rasanya, enakkan?” tanya Yohana. Dakota dan Siti langsung mengangguk.


“Gitu dong, hargai pemberian orang” ucap Yohana mennyerahkan kembali gelas kosong milik Dakota juga gelas Siti yang masih setengah, dia tidak meminum semuanya.


“Terima kasih mba sudah menikmati layanan ini, nanti isi saja kotak keluhan atau pujian untuk kebaikan SPA ini” ucap pelayan itu. Mereka langsung mengangguk.


Namun selang waktu 15 menit kemudian, mulut Yohana mulai menguap begitu juga dengan Dakota dan Siti. Walau Siti tidak menghabiskan jus itu, namun efek dari jus itu sangat besar.


“Ah ... kenapa aku mengantuk sekali, rasanya aku tidak tahan lagi, aku tidur sebentar” ucap Dakota, dia langsung tepar di lantai tempat SPA. Begitu juga dengan Yohana sudah tepar dilantai. Siti mencoba menahan kantuknya, dia bahkan mencari handphonenya. Namun ada seseorang dari belakang memukul tubuhnya.


“Argh ...” ucap Siti meringis kesakitan. Tubuh Siti ikut terkapar kelantai.


“Sial, mereka sudah memasukkan obat tidur dalam jus tadi” batin Siti.


Sementara itu, selang 3 jam kemudian, ibu Lena mendapat pesan misterius dari whatsapp, dia melihat isi chat ternyata berupa foto yang dikirim. Ibu Lena langsung membaca pesan itu. Begitu terkejutnya ibu Lena melihat foto menantunya sudah di sekap. Setelah foto itu, kembali ibu Lena mendapat pesan lagi, saat ibu Lena baca, ibu Lena langsung keluar dari gedung pertemuan menuju Kota X.


Sama juga dengan Pak Purnomo, saat dia sedang sibuk berbincang-bincang dengan tamu, dia juga mendapati pesan yang sama dengan pesan yang didapatkan istrinya. Bedanya pesan itu terkirim pada Pak Purnomo inisial MP, sementara untuk ibu Lena hanya penculik saja. Mendapat kabar buruk mengenai menantunya, Pak Purnomo segera menghubungi Seto, diapun berangkat ke Kota X, tidak memberitahukan kabar buruk itu pada Fano.


“Tenyata mereka benar-benar sudah bertindak, aku sudah menunggu saat ini, hanya saja kenapa saat menantuku sudah hamil tua” batin Pak Purnomo.


BERSAMBUNG.....................


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir🙏


Jangan lupa dukung novel ini ya, tinggalin like dan komentar kalian,😊


Sesekali Vote juga😊

__ADS_1


See You 🙋🙋🙋


__ADS_2