Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 81


__ADS_3

Sepuluh hari kemudian. Jadwal keberangkatan Dakota berbarengan dengan teman-temannya. Karena waktu perjalanan menuju Paris memakan waktu cukup lama, kurang lebih 16 jam. Sebenarnya waktu produktif Dakota berada di Paris itu hanya 2 hari, walau perusahaan memberinya cuti dinas selama 4 hari, 2 hari yang tersisa itu digunakan untuk perjalanan dan istirahat saja.


Yohana dan teman penari lainnya sengaja menginap di Sanggar, supaya mereka berangkat menuju Bandara tidak terlambat. Jadwal penerbangan mereka pukul 04.00 dini hari. Sementara Dakota tetap menginap di Kediaman Reinhard, bahkan malam itu dia sangat sibuk merapikan barang bawaannya juga barang bawaan Fano.


“Kau tidak perlu repot-repot menyusun barang bawaanku, nanti ada pelayan yang merapikan” ucap Fano melihat Dakota sudah beres-beres, dia sedang duduk santai di sofa kamar mereka sambil memainkan handphonenya.


“Aku ini istrimu, hanya menyusun pakaian pribadimu saja” ucap Dakota menyelesaikan pekerjaannya.


“Hari sudah larut, kau harus bangun pukul 02.00 wib nanti, waktu yang tersisa hanya 3 jam dari sekarang, kau harus istirahat, seharian ini kau juga sibuk di kantor” ucap Fano mengkhawatirkan keadaan istrinya.


“Iya” singkat Dakota, seolah-olah mengabaikan perkataan suaminya.


Fano langsung beranjak ke kasur dengan wajah kesal. Sedari tadi sepulang dari kantor, Fano sangat ingin bermesraan dengan istrinya karena dia tidak akan bertemu dengan Dakota selama 2 hari, namun Dakota tetap sibuk mengurus urusannya. Dakota memang sibuk akhir-akhir ini, dia harus mengurus teman-teman penarinya juga. Haris hanya membantu mengurus pasport mereka saja, sementara untuk teman-teman penarinya, Dakota harus mengurus surat izin mereka, karena teman-teman penari Dakota juga bekerja di perusahaan yang berbeda-beda.


Tidak berapa lama kemudian, Dakota sudah selesai menyelesaikan barang bawaannya, dia langsung beranjak kekamar mandi untuk membasuh wajahnya dan mensikat gigi. Setelah merasa sudah bersih, Dakota langsung keluar dari kamar mandi, dia langsung mematikan lampu kamar mereka, kemudian beranjak kekasur. Dakota sudah mendapati Fano berbaring di atas kasur, namun ada yang berbeda dari suaminya itu, Fano berbaring memunggungi Dakota.


“Tumben dia tidur membelakangiku” gumam Dakota. Dakota langsung menarik selimut, menyelimuti Fano. Namun selimut itu dilepas oleh Fano, Fano tetap membelakangi Dakota. “Dia belum tidur, apa dia marah padaku” gumam Dakota kembali.


“Suamiku, kau belum tidur” ucap Dakota. Dakota langsung memeluk tubuh Fano. Fano masih terdiam, tidak merespon ucapan istrinya.


Karena Fano belum juga merespon ucapan Dakota, dia mulai bertindak agresif, Dakota langsung menindih tubuh Fano, Fano tetap tidak ada respon. Tangan Dakota sudah meraba-raba pundak Fano, bahkan tangannya yang satu lagi sudah mengelus dada Fano.


“Apa yang kau lakukan” ucap Fano bersuara, dia langsung membalikkan badannya, akhirnya tubuhnya sudah terlentang, dia tidak tahan lagi dengan tindakan istrinya. Bahkan Dakota sudah duduk diatasnya sedang menatap wajah Fano.


“Apa kau marah” ucap Dakota menatap mata Fano. Fano langsung mengalihkan pandangannya kesembarang arah.


“Bisakah kau turun, waktu istirahatmu tidak banyak” ucap Fano, dia terlihat cuek menghadapi Dakota.


“Suamiku, lihat aku” ucap Dakota mengarahkan wajah Fano untuk tetap menatapnya, dengan sigap Dakota mendaratkan bibirnya pada bibir Fano. Dakota mencoba bertindak agresif seperti sebelumnya saat Fano menciumnya, namun dia tidak pandai mengarahkan ciuman itu, saat dia menjulurkan lidahnya, Fano tidak merespon ciuman itu membiarkan Dakota bertindak. Fano ingin mengetes kemapuan Dakota sudah meningkat atau tidak. Ternyata Dakota tidak pandai mengarahkan ciuman itu.


“Hah..” Dakota malah mendesah menahan nafasnya. Kembali dia menatap wajah Fano.

__ADS_1


“Apa kau masih marah, aku akan berpisah denganmu dan tidak akan bertemu selama 2 hari nanti” ucap Dakota manja, dia langsung memeluk tubuh Fano, menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Fano.


“Sedari tadi aku menunggumu, kau tetap mengurus urusanmu, sudah tahu akan berpisah denganku, masih saja mengabaikan aku” ucap Fano sambil mengalungkan tangannya memeluk erat tubuh Dakota yang sudah menindihnya.


“Jangan marah lagi ya, aku minta maaf” ucap Dakota.


“Humm” singkat Fano menjawab.


Dakota yang masih menindih tubuh Fano mulai agresif, tangan Dakota sudah masuk di balik baju Fano, dengan lembut mengelus dada Fano, bahkan mulut Dakota sudah bergerak menciumi leher Fano.


“Sayang, waktu istirahatmu tidak banyak” ucap Fano menangkap tangan Dakota.


“Aku bisa tidur di pesawat nanti, aku juga menginginkanmu” ucap Dakota tetap menjilati leher Fano.


“Baiklah, jangan salahkan aku kalau kau nanti mengantuk” ucap Fano, dia langsung membaringkan tubuh Dakota, dengan pergerakan cepat tangan kanan Fano sudah masuk dibalik pembungkus area sensitif istrinya, tangannya itu dengan lembut menari-nari dibalik pembungkus kecil itu, sementara tangan kirinya sudah meremas gunung kembar Dakota dan mulutnya bekerja menciumi leher Dakota, sesekali dia mencium bibir Dakota. Suhu tubuh mereka dengan cepat terasa panas, tindakan Fano membuat Dakota menggeliat tidak bisa menahan diri.


“Ahhh ... ahhh ....” Dakota malah mendesah mengeluarkan suara saat Fano menyatukan juniornya pada area sensitifnya. Tubuh Dakota kembali bergoyang efek dorongan dari Fano.


Malam itu menjadi malam yang panjang bagi mereka. Bahkan selesai mereka bercinta, Fano tidak bisa tidur, sementara Dakota tetap memejamkan matanya, walau waktu istirahatnya hanya sebentar. Fano hanya menatapi wajah istrinya yang sudah tertidur.


“Istriku ini sangat cantik, dia juga masih muda, kalau sampai aku kehilangan dirinya, aku tidak yakin bisa menemukan orang yang sama seperti dirinya lagi” gumam Fano memandangi wajah istrinya.


“Tidak ... tidak ... aku tidak akan pernah berpisah dengannya. Itu tidak akan pernah terjadi”.


“Aku ... aku ... hahhh”.


“Ada apa denganku, kenapa aku merasa dalam waktu yang lama aku akan berpisah dengannya.”


Fano hanya bisa bergumam menggenggam jari-jemari Dakota dengan erat.


Waktu terus berjalan, bahkan hari sudah menunjukkan pukul 02.00 wib. Karena Fano tidak bisa tidur, dia langsung membangunkan istrinya untuk segera merapikan diri. Naon dan Siti juga sudah merapikan diri, ternyata Siti ikut berangkat dengan Dakota. Fano mengantarkan keberangkatan Dakota sampai kebandara. Selama di perjalanan tadi, tangan Fano selalu menggenggam tangan istrinya.

__ADS_1


“Suamiku, aku hanya berpisah 2 hari denganmu” bisik Dakota pelan di dalam mobil itu, Naon sedang menyetir sedang Siti duduk di samping Naon. Fano tetap menggenggam tangan istrinya.


Sesampainya di Bandara Sokarno-Hatta. Naon langsung membawa barang bawaan Dakota, Naon dan Siti langsung masuk keruang tunggu. Sementara penari lainnya sudah berkumpul di ruang tunggu. Tidak berapa lama Haris juga Yohana sudah melambaikan tangan melihat pasangan suami istri yang akan berpisah.


“Kenapa Fano belum melepaskan tangannya” bisik Yohana pada Haris.


“Walau pria itu sudah tua, dia masih terlihat seperti anak kecil, takut ditinggalkan” bisik Haris pada Yohana. Yohana malah terkekeh mendengar ucapan Haris.


“Padahal hanya 2 hari ditinggal oleh istrinya, tindakan Fano terlihat seperti kekasih yang akan berpisah lama” bisik Yohana kembali.


“Dia memang pria yang kekanakan” bisik Haris. Haris dan Yohana masih memandangi Fano dan Dakota. Mereka sudah melihat Dakota sedari tadi, Dakota sudah menarik tubuhnya untuk segera masuk keruang tunggu, namun Fano masih tetap menahan tubuhnya.


Tidak berapa lama suara dari bandara sudah muncul menandakan bahwa waktu penerbangan untuk pukul 04.00 wib tujuan ke luar negeri segera siap-siap.


“Suamiku ....” ucap Dakota mengingatkan suaminya. Fano langsung memeluk erat tubuh istrinya.


“Aku mencintaimu, tolong jaga diri baik-baik disana” bisik Fano mencium kening istrinya.


“Iya, aku akan jaga diri” balas Dakota.


Dengan berat Fano melepaskan pelukannya, wajahnya sudah terlihat sedih. Dakota langsung masuk keruang tunggu, melambaikan tangannya pada Fano.


BERSAMBUNG.........


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, 😊


Jangan bosan ya Reader untuk beri Vote, like dan komentar kalian😍


Oya, mampir kenovel baru saya, judulnya Putri Boma dijamin seru😊


See You🙋🙋🙋

__ADS_1


__ADS_2