Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 45. Fano di Kota X


__ADS_3

“Sayang, kalau kamu marah maralah padaku” ucap Fano kembali. Dia memandangi istrinya masih terdiam meraba tubuhnya.


“Aku sangat marah padamu, bahkan aku juga sangat membencimu” ucap Dakota, dia malah meninju abs suaminya itu.


“Ya, marahlah” ucap Fano menerima pukulan istrinya itu. Baginya pukulan istrinya itu bukan apa-apa bahkan tidak terasa sakit.


“Kau bahkan berpelukan dengan wanita lain, mengabaikan aku saat menelvon dan tidak sempat mematikan panggilan kita, kau lebih memilih wanita yang mengajakmu untuk acara berbaque party, kau juga tidak mengabari aku setelah itu. Kau ... aku sangat membencimu, kau sudah membuat aku khawartir” ucap Dakota masih meninju tubuh Fano.


Tinjuan itu bertubi-tubi Dakota layangkan membuat Fano merasakan sakit juga jika di pukul bertubi-tubi.


“Sayang” ucap Fano menangkap tangan istrinya.


Fano menatap dalam wajah istrinya itu, bahkan pandangan mata mereka sudah bertemu. Tangan istrinya yang sudah dia pegang tadi dia genggam erat, sembari jarinya menyisihkan rambut Dakota yang menghalangi wajah cantik istrinya itu.


“Kau harus tau, aku tidak pernah tertarik pada wanita lain, jika kau ingin tahu kebenarannya aku akan menceritakannya padamu” ucap Fano menatap lekat pada istrinya.


Dakota hanya mengangguk pertanda dia setuju untuk mendengarkan penjelasan suaminya walau sebenarnya matanya sudah ngantuk berat dengan samar-samar memandangi wajah suaminya.


# Saat Fano di Kota X.


Kota X juga merupakan kota yang menjadi prioritas Fano, pasalnya di Kota X terdapat cabang perusahaan terbesar kedua dari Reinhard Group, jika cabang perusahaan di Kota X bermasalah dia selalu turun tangan langsung kelapangan. Karena dampak kerugian yang dihasilkan dari cabang perusahaan akan besar apabila tidak ditangani langsung olehnya selaku Presdir utama. Setibanya Fano di Kota X dia langsung menghadap pada papanya di hotel milik keluarganya.


“Ck ... ck ... kau tiba lebih lama dari yang diperkirakan” ucap Pak Purnomo memandang sinis pada Fano yang baru saja duduk dikursinya. Dia sudah memainkan jentik jarinya pertanda semua pelayan diruangan itu sudah boleh keluar dan mempersilahkan dia dan putranya untuk bicara empat mata. Semua pelayan dan pengawalnya menunduk dan undur diri, jentikan jarinya itu sudah menjadi kebiasaan dari Pak Purnomo.

__ADS_1


“Cuaca hari ini buruk, bukannya kau tau juga penerbanganku di tunda” ucap Fano merapikan posisi duduknya menghadap Pak Purnomo. Kalau sudah berbicara empat mata dengan papanya itu, Fano tidak sungkan dan menganggap papanya itu sebagai client atau teman bisnis, kalau dirumah baru dia memanggil papa.


“Wanita yang gagal bertunangan denganmu bahkan lebih dulu tiba, dia sudah menginap di hotel ini” ucap Pak Purnomo.


“Apa maksudmu?” tanya Fano tidak percaya dengan ucapan papanya.


“Bagaimana bisa Kamila di Kota X, apa mungkin Henri yang memberitahukannya” batin Fano.


“Siapa lagi yang aku maksud. Dia sangat berpengaruh di Kota X ini, bahkan banyak client yang dia kenal. Aku harap kau tidak mengecewakan lagi. Apa lagi perusahaan sedang bermasalah, kau tunjukkan nanti pada client bahwa kau masih akrab dengannya. Client juga tahu kau belum menikah tidak ada alasanmu untuk tidak dekat dengannya, selama ini kau tidak pernah punya pacar selain wanita itu yang pernah gagal bertunangan denganmu yang terekspos oleh media” jelas Pak Purnomo.


“Kenapa kau begitu peduli dengan urusan pribadiku, karena siapa aku tidak sempat pacaran” sahut Fano. Dia menyindir papanya, karena sudah memberikan tugas besar padanya diusianya yang masih muda.


“Siapa bilang aku peduli urusan pribadimu, aku hanya peduli dengan perusahaan. Selagi wanita itu berkaitan dengan client, maka dia harus dimanfaatkan” ucap Pak Purnomo.


Memang Pak purnomo termasuk orang yang dekat dengan Kamila sejak awal dia bertemu dengan Kamila dia sudah memahami dan melihat bahwa Kamila orang yang mudah bergaul dengan pebisnis kelas atas, apa lagi dia juga seorang model, banyak perusahaan yang menawarkan untuk bekerja sama dan jadi model produk ternama.


“Kau juga harus tau, jangan pernah sepele dengan pria misterius yang berinisial MP, saat aku di Kota A aku mendapatkan pesan darinya, dia tahu kau sudah menikah. Aku yakin dia adalah musuh lama perusahaan, bahkan urusan pernikahanmu yang tersembunyi itu dia ketahui. Kalau bisa jangan ungkapkan pada siapapun mengenai istrimu, buat pria misterius itu penasaran kenapa kau menyembunyikan pernikahanmu, kita harus membuat umpan supaya tau apa tujuannya” ucap Pak Purnomo.


“Dia selalu menerorku sejak aku berkeluarga, aku bahkan belum menemukannya. Lagi-lagi lokasi pengiriman pesannya selalu berpindah-pindah tempat” batin Pak Purnomo.


“Aku tidak ingin istriku terlibat dengan masalah perusahaan. Dia hanya keponakan jauh Pak Admidjaya” ucap Fano tidak setuju dengan saran Pak Purnomo.


“Siapa yang suruh kau menyepakati menikah diam-diam dengan keluarga Pak Admidjaya. Aku yakin istrimu itu orang yang ingin dilindungi oleh Pak Admidjaya. Orang tua dari istrimu saja tidak diketahui siapa. Bukankah Pak Admidjaya sangat melindungi privasi dari istrimu. Pikirkanlah baik-baik sebelum kau bertindak” ucap Pak Purnomo megingatkan putranya.

__ADS_1


“Aku akan bergerak seperti biasa" ucap Fano.


“Aku tidak pernah peduli dengan urusan cintamu, aku sudah melihat istrimu, ada sesuatu yang dia sembunyikan. Bahkan penampilannya saja sudah terlihat bahwa dia sangat mirip dengan Milen istri Pak Admidjaya. Apa kau sudah menyelidiki latar belakang istrimu dengan baik, aku dengar istrimu seorang penari berbakat sejak dia SMP, aku yakin dia juga jadi penari Sanggar Elaya milik Pak Admidjaya. Pak Admidjaya menikahkanmu dengan wanita itu karena dia ingin kau melindungi wanita itu. Dia yakin kau bisa bertanggung jawab. Apa kau tidak penasaran apa maksud dari Pak Admidjaya menikahkanmu dengan wanita itu, dia ingin kau terlibat membantunya. Ini pasti berkaitan dengan pembunuhan anak dan istrinya Milen. Hanya saja bukti orangtua wanita yang kau nikahi itu tidak bisa kutemukan” jelas Pak Purnomo.


“Aku yakin orang yang membunuh Milen orang yang berada disekitarnya, tapi sampai sekarang orang tersebut tidak bisa kutemukan” batin Purnomo.


“Kau bahkan menyelidiki istriku sedetail itu” ucap Fano. Dia tidak heran lagi dengan kemampuan dan koneksi papanya itu, selalu dengan mudah mengawasi orang-orang disekitarnya.


“Hebat sekali, ternyata istriku seorang penari dari Sanggar Elaya, apakah aku akan bertemu dengannya di acara Mancanegara nanti” batin Fano.


“Kalau bukan karena Milen, aku tidak akan setuju membiarkan wanita asing masuk kerumahku. Kau bukan kemarin kenal denganku bukan” ucap Pak Purnomo.


“Aku akan lakukan sesuai dengan saranmu. Aku hanya berharap kau tidak akan mengusik kehidupan istriku” ucap Fano.


“Ingat saja, kalau kau salah langkah aku tidak segan-segan menghancurkanmu berkeping-keping” ancam Pak Purnomo sembari melihat sekitar ruangan. Dia sudah melihat bayangan tubuh Mail diluar ruangan. Dia langsung menjentikkan jarinya.


“Aku akan ingat” ucap Fano.


Pembicaraan mereka selesai saat Mail sudah datang keruangan itu karena jentikan jari Pak Purnomo terdengar menjentikkannya diatas meja.


BERSAMBUNG................


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir. Jangan lupa jadiin favorite, like dan komentarnya.🙏🌹

__ADS_1


Vote juga boleh😊


See You🙋🙋🙋


__ADS_2