Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 132


__ADS_3

Seminggu kemudian. Waktu terus berjalan, namun pagi ini entah kenapa Dakota dan Fano bangun kasiangan. Mereka sudah terburu-buru untuk mandi. Bahkan mereka mandi bareng karena sudah kesiangan. Tidak ada lagi rasa malu atau segan di antara mereka. Sementara itu Alfata masih tidur neyenyak di atas kasur.


“Astaga, istriku ini, pagi-pagi sudah menyerang vitamin R” batin Fano. Maksud vitamin R adalah vitamin Racun.


“Sayang, kenapa kau harus pup segala, di saat kita mandi bareng” ucap Fano sambil menutup hidungnya. Fano tidak tahan dengan suasana di dalam kamar mandi.


“Aku tidak tahan lagi, perutku sangat mules, kau juga sudah tahu biasanya setiap pagi aku selalu melapor” ucap Dakota.


“Tapi tidak saat aku berada di kamar mandi juga kali” ucap Fano. Fano terpaksa membersihkan dirinya didalam kamar mandi. Walau aroma di dalam terasa bau.


“Maaf ya, lanjutkan saja mandi” ucap Dakota.


Alfata yang masih tidur mulai terbangun karena mendengar keributan dari kamar mandi. Tidak lama pasangan suami istri itu sudah buru-buru keluar dari dalam kamar mandi. Alfata yang masih bengong di atas kasur sudah melihat aksi orang tuanya terlihat buru-buru. Bola mata Alfata mulai berputar melihat Fano sibuk memakai kemejanya, sementara Dakota sibuk mengeringkan rambutnya. Dakota dan Fano sedang sibuk merapikan diri mereka di dalam kamar mengabaikan anak mereka yang sudah bangun.


“Bunda” ucap Alfata menghampiri Dakota. Alfata langsung memeluk tubuh Dakota.


“Fata” ucap Dakota mencium pipi anaknya.


“Bunda, kapan bunda dan ayah akan pulang?” tanya Alfata.


“Bunda dan ayah pulang agak larut, Fata baik-baik ya sama kakek dan nenek” ucap Dakota.


“Apa aku tidak boleh ikut, aku juga ingin lihat acara pamerannya” ucap Alfata memelas.


“Nak, bukannya bunda tidak ingin, bunda sangat ingin membawa Fata kemanapun bunda pergi, tapi untuk acara ini bunda tidak bisa bawa Fata. Fata mau kan tinggal di rumah saja, ini demi kebaikan Fata” ucap Dakota.


“Fata, kau bukan anak yang cengeng. Bundamu harus berangkat, nanti bunda telat” ucap Fano.


“Baiklah” ucap Alfata melepas pelukannya dari Dakota. Alfata sudah duduk di atas kasur.


“Kau tidak marahkan?” tanya Fano. Fano sudah melihat wajah Alfata cemberut.


“Fata, nanti bunda beli mainan bagaimana” ucap Dakota merayu anaknya.


“Aku tidak mau mainan” tolak Alfata.


“Bagaimana dengan game” ucap Fano.


“Aku tidak mau” tolak Alfata. Mata Alfata mulai berkaca-kaca.


“Hei, kenapa kau sedih, kami pasti pulang malam ini” ucap Fano meraih tubuh anaknya.


“Kalian tidak pernah membawaku, aku selalu ditinggal dirumah ini” ucap Alfata sambil melap matanya.


“Nak, nanti kalau ayah dan bunda ada waktu liburan, kita pasti berlibur bersama” ucap Fano.

__ADS_1


“Ayah hanya janji, kemarin juga bilang akan liburan” ucap Alfata sambil memukuli bahu Fano.


“Kenapa jagoanku ini manangis” ucap Fano sambil menenangkan anaknya. Mereka langsung keluar dari kamar.


“Kalian tidak sayang padaku” rengek Alfata dalam pelukan Fano.


Sesampainya mereka di meja makan.


“Fata” ucap Pak Purnomo meraih tubuh Alfata dari pelukan Fano.


“Kakek, hanya kakek yang sayang padaku” tangis Alfata dalam pelukan Pak Purnomo.


“Nak, kalian lebih baik berangkat, semakin lama kalian disini yang ada Fata semakin sedih” ucap ibu Lena.


“Fata, baik-baik dirumah ya nak” ucap Dakota mencium kening anaknya.


“Papa kami berangkat dulu” ucap Fano.


“Benarkan ayah tidak sayang padaku, ayah bahkan tidak pamit padaku” rengek Alfata.


“Baiklah jagoan, ayah berangkat dulu” ucap Fano mencium kening anaknya.


“Kalian harus cepat pulang” ucap Alfata.


“Sampai jumpa nanti nak” ucap Dakota melambaikan tangannya pada Alfata.


“Hati-hati di jalan” ucap ibu Lena mengantarkan anak dan menantunya berangkat kerja.


###


Tibalah waktu untuk acara pameran besar-besaran dari IndoBoutik. Acara pameran dilakukan mulai dari pukul 14.00 wib sampai dengan selesai. Sedari pagi semua karyawan di IndoBoutik sudah sibuk mempersiapkan acara itu, begitu juga dengan Dakota. Ada banyak hal yang harus Dakota siapkan. Bukan hanya mempersiapkan dirinya dan hasil desainnya, tapi juga mempersiapkan mentalnya. Karena dia akan menyambut rencana Sena dan Beni pada dirinya.


Sesampainya Dakota di IndoBoutik. Dakota sudah mencek semua ruangan untuk pameran beserta model yang akan memakai gaun yang mereka rancang.


“Benarkah Irma akan datang, kalau benar ... aku ingin lihat wajahnya seperti apa saat ini, aku sangat penasaran” batin Dakota.


“Nyonya Dakota” ucap Yoki menghampiri Dakota.


“Ada apa Yoki?” tanya Dakota.


“Sesuai dengan perintah dari Nyonya untuk kamera pengawas sudah di pasang di setiap sudut ruangan” ucap Yoki.


“Sudah kau cek, kamera pengawas itu bagus semua, tidak ada yang rusak” ucap Dakota.


“Sudah Nyonya” ucap Yoki.

__ADS_1


“Bagus, tolong pesankan sarapan untuk ku dan untuk Siti” ucap Dakota.


“Baik Nyonya” ucap Yoki undur diri.


Setelah Yoki keluar dari ruangannya.


“Siti, bagaimana dengan Kela?” tanya Dakota.


“Nyonya, Kela sudah menyamar menjadi pelayan, dia setuju dengan rencana kita” ucap Siti.


“Kerja bagus” ucap Dakota.


Sementara itu, dilain tempat.


Sesampainya Fano di Reinhard Group. Fano sudah sibuk dengan kerjaannya. Karena Fano akan menghadiri acara pameran yang diadakan oleh istrinya di IndoBoutik, Fano harus ekstra menyelesaikan tugasnya sampai siang.


“Presdir” ucap Naon menghadap pada Fano.


“Kenapa Naon, sudah kau pesan makan siangku?” tanya Fano. Kebetulan perut Fano sudah keroncongan, karena sedari pagi tadi dia tidak sempat sarapan pagi di rumah karena anaknya sudah mengambek.


“Sudah Presdir, sebentar lagi akan sampai. Namun ada hal penting yang harus saya sampaikan” ucap Naon.


“Apa itu?” tanya Fano penasaran.


“Dari rekaman pengawas yang sudah kami pasang pada jam tangan Septa. Dipastikan hari ini Mr. Pich akan hadir di acara pameran hari ini” ucap Naon.


“Kau serius” ucap Fano. Fano sangat terkejut mendengar informasi yang di sampaikan oleh Naon.


“Benar Presdir, Septa sudah mengirimkan pesan rahasia pada kami. Mr. Pich akan hadir sebagai pasangan Irma, kebetulan Irma datang sebagai tamu dari perusahaan keluarga Sugiono. Namun Septa mengatakan bahwa Mr. Pich bisa jadi akan memakai topeng wajah. Septa mengatakan agar kita tidak bertindak gegabah, karena Mr. Pich sedang mengetes kita. Septa memberikan saran agar kita pura-pura tidak kenal dengan Mr. Pich. Kehadiran Mr. Pich hanya melihat situasi saja” uca Naon.


“Aku belum bisa sepenuhnya percaya pada ucapan Septa, suruh bodyguard memperketat keamanan di IndoBoutik juga di rumah” ucap Fano.


“Saya akan laksanakan, tapi Septa berkata jujur Presdir. Kemungkinan Mr. Pich ingin melihat tugas dari Sena untuk merayu Presdir nanti, alangkah baiknya Presdir dan Nyonya Muda sudah mempersiapkan diri. Presdir harus menghadapi Sena, agar Mr. Pich tidak curiga, kita harus mendekati mangsa secara perlahan” ucap Naon.


“Apapun itu rencana dari kedatangan Mr. Pich, kenyaman istriku yang paling utama, aku akan menghubungi team penyidik untuk segera mengawasi acara dari IndoBoutik” ucap Fano.


“Baik Presdir, saya akan laksanakan tugas saya” ucap Naon undur diri.


BERSAMBUNG...............


Hai reader Wanita Presdir, maaf author upnya akhir-akhir ini telat, dikarenakan author sedang sibuk bekerja. 🙏


Mohon like dan komentarnya ya untuk menyemangati author. Sesekali di Vote juga boleh.😊


See You 🙋🙋🙋

__ADS_1


__ADS_2