Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 56. Ruangan Khusus


__ADS_3

Setibanya dirumah, mata Dakota yang sudah berat melihat mobil yang sering menjemputnya sudah terparkir didepan rumahnya. Siti yang sudah standby disamping mobilnya menyambut Dakota untuk naik kemobil itu.


Dakota langsung pamit pada Yohana. Awalnya Yohana khawatir pada sahabatnya itu dan menyuruh Dakota tidur dirumah bersamanya, namun Dakota bersikeras akan kembali ke kediaman Reinhard. Yohana hanya bisa mengerti karena sahabatnya itu sudah berkeluarga. Dia membantu memasukkan barang-barang Dakota kemobil.


“Nona Yohana, kami berangkat dulu” ucap Siti pada Yohana.


“Siti, pelan-pelan saja mengemudinya, nyonya mudamu juga sudah tepar” ucap Yohana melihat Dakota sudah tertidur didalam mobil, malam juga sudah semakin larut.


“Baik nona Yohana” ucap Siti masuk kemobil.


“Tenot” Siti membunyikan klakson mobil itu lalu melaju meninggalkan rumah Dakota.


Yohana hanya melambaikan tangannya, mobil itu semakin menjauh. Setelah mobil itu melaju, Yohana langsung masuk kerumah. Dia juga merasa sangat lelah. Namun ada banyak pertanyaan dihatinya mengenai sahabatnya itu, begitu juga dengan Haris yang selama ini menyamar menjadi Mr. Gipi, dia perhatikan Haris sangat mirip dengan Dakota. Sepanjang acara tadi ada sedikit petunjuk yang tidak bisa dijelaskannya pada Dakota sahabatnya.


Pasalnya saat dansa tadi, dia memperhatikan Mr. Gipi sibuk menatapi tamu undangan dan juga Dakota. Di pertengahan dansa Haris berhenti berdansa, dia beralasan pada Yohana bahwa dia ada urusan. Karena Yohana penasaran bahwa Mr. Gipi adalah Haris, dia mengikuti jejak Mr, Gipi pergi keluar dari Aula. Dia melihat melihat Mr. Gipi masuk keruangan khusus yang ada di Hotel, saat Mr. Gipi memasuki ruangan itu dia membuka mask eyesnya, Yohana yang mengintip dari luar ruangan melihat dengan jelas bahwa Mr. Gipi yang berdansa dengannya adalah Haris.


Yang membuat dia semakin terkejut ketika dia melihat lawan bicara Haris ternyata Fano suami Dakota juga berada diruangan itu. Yohana tidak mendengar sepenuhnya apa yang dibicarakan Haris dengan Fano, namun mereka berdebat bahkan sampai adu tinju, Yohana hanya bisa mendengar nama Dakota yang mereka sebutkan. Yohana sangat terkejut melihat hal itu, bahkan tidak ada yang melerai mereka.


Yohana yakin mereka yang berkelahi itu ada hubungannya dengan Dakota. Yang menjadi pertanyaannya kenapa Haris sampai terlibat untuk Dakota, hubungan Haris dan Dakota setahunya hanya sepupu jauh saja. Dia jadi kebingungan, dia bingung mau menjelaskan hal tersebut atau tidak pada Dakota, ada begitu banyak pertanyaan dalam dirinya.


# Kembali saat acara dansa.


Saat Dakota dan Fano berdansa ternyata ada banyak mata yang mengawasi, salah satunya Haris, dia melihat Fano meninggalkan Dakota di area dansa, padahal dansa belum selesai masih berlanjut. Ketika melihat Fano keluar dari Aula, dia yakin Fano pasti menuju ke ruangan khusus tempat mereka biasa berbincang mengenai bisnis.


# Di ruangan khusus hotel


Driuangan khusus itu sudah tertulis only vvip. Hanya pemilik hotel dan tamu vvip yang bisa masuk keruangan itu.

__ADS_1


Tebakan Haris benar, Fano sudah duduk diruangan itu. Haris menghampiri Fano, dia melihat mimik wajah Fano sudah dingin bahkan auranya tampak ingin membunuh.


Perasaan Fano masih geram dan kesal karena jawaban istrinya saat berdansa tadi, belum lagi kostum istrinya yang terbuka. Dalam pikirannya saat itu ada banyak pertanyaan yang ingin dia ajukan pada istrinya.


Setibanya Haris diruangan itu, dia langsung membuka mask eyesnya. Dia juga sudah melihat Fano tidak memakai mask eyes.


“Kenapa kau meninggalkan istrimu?” tanya Haris berbasa-basi menghampiri Fano, dia sudah berdiri dihadapan Fano.


“Buat apa aku menjelaskannya padamu, urusan keluargaku tidak ada hubungannya denganmu” ucap Fano.


“Kau masuk keruangan ini, berarti ingin membahas hal pribadi bukan? jangan bilang kau mau bahas masalah bisnis” ucap Haris.


“Aku heran denganmu, kau dari tadi selalu mengawasiku. Apa kau bekerja sama dengan istriku” tanya Fano sudah berdiri dari sofa.


“Apa yang kau bicarakan, aku hanya ingin melindungi Dakota” ucap Haris.


“Aku katakan padamu Presdir Fano yang terhormat, Dakota itu wanita yang sangat penting dalam hidupku, mana mungkin aku bukan siapanya” ucap Haris menepis tangan Fano dari kerah bajunya.


“Brengsek ... Ciat ....” Tinju kanan Fano mendarat dipipi kiri Haris. Tubuh Haris mundur kebelakang karena dorongan tinju Fano begitu kuat. Dia sudah memegangi tulang pipi kirinya terasa sakit.


“Kau pria genit dan playboy, bahkan sepupu jauhmu yang sudah menikah juga kau embat, bajinga* ....” pekik Fano kembali melayangkan tinjunya, namun tinjunya itu ditangkis oleh Haris. Haris membalas dengan serangan kombinasi, serangan itu membuat tinju Haris sudah mendarat diperut Fano. Fano tidak merasakan tinju Haris. Fano kembali melayangkan tinju kirinya mendarat dipipi kanan Haris bahkan bibir bagian kanan Haris ikut pecah.


“Eich ....” desah Haris meringis memegangi bibirnya. Fano hanya memegangi pergelangan tangannya karena ditekan oleh Haris saat serangan kombinasi Haris tadi. Ternyata pergelangan tangannya terasa sakit.


“Kau sudah salah paham padaku, aku tidak pernah menganggap Dakota seperti yang kau ucapkan. Dia itu istrimu, ada privasi yang harus dijaganya. Kau harus bisa menghargai itu, dia melakukan itu karena ada tujuannya. Kalau masalah kostum, harusnya kau sadar dengan acara begini sudah biasa kau hadapi, kenapa kau harus marah” ucap Haris menjelaskan.


“Kau bilang masalah kostum itu tidak masalah, aku suaminya. Anak ingusan sepertimu tau apa, bahkan aku belum menyentuh sepupumu itu, kau sudah membuatnya terlihat murahan di depan orang banyak. Kalau untuk gadis lain mau dia telanjangpun dihadapanku itu tidak masalah, tapi istriku aku tidak bisa terima” tegas Fano, dia sudah mulai kesal mendengar ucapan Haris kenapa dia harus marah.

__ADS_1


“Aku minta maaf untuk kostum itu. Kau tau aku penanggung jawab acara ini, kalau pakaian dia berbeda dari penari yang lain, itu tidak mungkinkan, apa lagi dia juga penari utama. Walau penari itu berpakaian terbuka, kau harus tau aku juga ekstra mengawasi mereka” ucap Haris, akhirnya dia meminta maaf pada Fano.


“Aku tidak butuh alasanmu. Aku hanya ingin tahu apa yang kau janjikan pada istriku ikut terlibat dengan acara seperti ini” ucap Fano pada intinya.


Haris sangat terkejut dengan ucapan Fano. Fano memang orang yang bisa membaca situasi.


“Aku tidak bisa memberitahumu apa yang istrimu dapatkan mengikuti acara ini” ucap Haris.


“Kau tidak bisa menjelaskan, baiklah” ucap Fano, dia mulai bergegas meniggalkan Haris.


“Tunggu dulu” ucap Haris menghentikan langkah Fano. Fano kembali menoleh.


“Aku harap kau tidak menanyakan hal ini pada istrimu tujuannya ikut acara ini. Dia sudah bergabung sejak SMP, aku rasa kau tau bahwa dia sudah menjadi penari sejak SMP. Tapi dia memiliki alasannya sendiri. Aku yakin dia akan menceritakannya padamu suatu saat nanti. Tolong jangan pernah marah padanya karena hal ini dan membuat dia menangis nanti” ucap Haris memohon pada Fano.


“Kau terlalu berlebihan mengurusi keluargaku, dia itu istriku bukan istrimu” ucap Fano keluar dari ruangan itu.


“Siapa yang akan membuat dia menangis” batin Fano kesal keluar dari ruangan itu.


Keluar dari ruangan khusus, Fano masuk kembali ke Aula untuk memeriksa keberadaan istrinya. Fano memperhatikan istrinya sudah duduk di pojokan. Sebenarnya dia ingin sekali membawa istrinya itu pulang dengannya, namun mengingat perkataan Haris tadi, terpaksa dia meminta Siti untuk mengawasi Dakota dari kejauhan.


Ternyata Siti juga berada di Aula, dia tidak mengikuti acara, tugasnya hanya mengawasi nyonya mudanya. Siti selalu melaporkan apa yang terjadi pada Dakota, ketika dia melihat Yohana sahabat Dakota sudah memapah nyonya mudanya, dia langsung mengabari Fano.


BERSAMBUNG........


Hai Pembaca yang setia. Terima kasih sudah mampir. Jadiin novel ini favorit untuk up selanjutnya.Jangan lupa like dan komentar.🙏🌹


Vote juga boleh😊

__ADS_1


See You🙋🙋🙋


__ADS_2