
# IndoBoutik
Acara Pameran dan peragaan busana dari IndoBoutik sudah dimulai. Semua tamu undangan dari dunia fashion ikut turut hadir meramaikan acara perdana dari IndoBoutik begitu juga dengan Fano. Fano sudah tiba di dalam Aula IndoBoutik. Walau Fano sibuk berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya, sekali-kali pandangan Fano melihat sekitar untuk mencari keberadaan istrinya. Bahkan tangan Fano sudah cekatan mengetik pesan whatsapp untuk Dakota.
{Sayang, kamu dimana?} tanya Fano.
{Aku masih di balik layar} balas Dakota.
{Masih lama disana} kirim Fano.
{Bentar lagi aku keluar, aku harus memastikan model yang memperagakan busana rancangan kami sudah stand by semua} balas Dakota.
{Baiklah, hati-hati disana, aku sudah melihat keberadaan Beni dan Sena} balas Fano.
{Iya, suamiku} balas Dakota mengakhiri pesan mereka.
Tidak lama MC untuk acara peragaan busana sudah membuka acara.
“Hadirin yang berbahagia, sebelum kita menyaksikan peragaan busana dari IndoBoutik, mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk tamu undangan yang sudah hadir ditempat ini.
“Prok ... prok ....” tepuk tangan yang meriah dari tamu undangan.
“Terima kasih untuk kehadiran kalian. Ini kali pertama IndoBoutik melakukan pameran besar-besaran. Sepertinya semua tamu undangan sudah tidak sabar, mari kita saksikan inilah dia rancangan gaun malam dari desainer IndoBoutik, dengan merek label DAKA, dirancang oleh Dakota Kaif Admidjaya dan kawan-kawan, saksikanlah ....” ucap MC.
“Prok ... prok ....” Tepuk tangan yang meriah kembali dari tamu undangan saat model yang memperagakan busana gaun malam itu keluar dari balik layar di iringi musik penuntun mengiringi langkah kaki model-model cantik itu.
Peragaan busana terus berlanjut. Pandangan Fano masih tertuju pada para model yang sudah mengenakan gaun malam rancangan istrinya.
“Lumayan juga, istriku ini memang berbakat” batin Fano.
Fano tidak sadar sudah dipandangai oleh Irma dan Sena dari kejauhan. Tidak lama Beni sudah menghampiri Fano. Beni mengambil posisi duduk di samping Fano.
“Presdir Fano” ucap Beni. Fano tidak mendengar ucapan Beni. Beni semakin mendekatkan dirinya pada Fano.
“Presdir Fano” ucap Beni kembali.
“Ah, kau siapa ya” ucap Fano menatap pada Beni. Fano pura-pura tidak kenal dengan Beni.
“Aku Beni, mungkin kau terlalu sibuk sampai lupa denganku, aku juga orang yang menginvestasikan uangku untuk IndoBoutik” ucap Beni.
__ADS_1
“Apa aku bertanya padamu mengenai IndoBoutik, aku bertanya kau siapa, kau malah jawab lain” ucap Fano.
“Aku Beni, aku pernah bertemu dengan Presdir Fano saat ulang tahun Reinhard Group. Aku juga dekat dengan Pak Purnomo” ucap Beni.
“Oh, kau Beni si pebisnis gelap” ucap Fano menyindir Beni.
“Terserah padamu mau mengatakan apa mengenaiku, setidaknya aku mampu mengeluarkan uang yang banyak, bahkan aku sudah menjadi salah satu investor disini” ucap Beni sambil mengembangkan senyumnya.
“Kau sangat bangga dengan hal itu” ucap Fano.
“Tentu saja aku bangga, dengan uang yang aku miliki saat ini, aku mudah mendekati wanita manapun yang aku mau, termasuk pemilik IndoBoutik ini, aku berharap bisa dekat dengannya” ucap Beni. Mendengar ucapan Beni tangan Fano mulai mengepal.
“Presdir Fano saja yang tidak mau menggunakan uang untuk mendekati wanita, bahkan saat ini status Presdir Fano masih lajang tua” ucap Beni.
“Kau sudah tahu aku sudah menikah, tapi masih bisa berpura-pura tidak tahu” batin Fano.
“Untuk apa aku menggunakan uangku, tanpa aku gunakan pun, dengan wajahku ini, ada banyak wanita yang dekat denganku” ucap Fano.
“Haha, begitu ya” ucap Beni.
Beberapa menit kamudian, Fano melihat Sena datang menghampiri mereka.
“Presdir Fano” ucap Sena ikut bergabung dengan mereka. Fano masih mengabaikan keberadaan Sena.
Tidak lama setelah semua model selesai memperagakan gaun malam. Dakota sudah muncul ke atas panggung. Ada dua orang anak kecil sudah menyambut Dakota dengan rangkaian bunga mawar berwarna putih. Kedua anak kecil itu pun menyerahkan rangkaian bunga mawar itu pada Dakota. Dakota langsung menerima bunga itu.
“Hadirin yang berbahagia, berikan tepuk tangan yang meriah untuk Dakota Kaif Admidjaya” ucap MC.
“Pork ... prok ....” Tepuk tangan dari tamu undangan. Dakota balas menunduk pada semua tamu undangan pertanda ucapan terima kasih.
Semua kamera sudah mengambil gambar Dakota. Dakota pun mengembangkan senyumnya pada kamera sambil memegangi rangkaian bunga mawar itu. Fano tidak mau mengabaikan momen itu, diam-diam Fano mengambil foto istrinya. Setelah mengambil foto istrinya, Fano langsung mengirim foto Dakota untuk anaknya Alfata melalui handphone ibu Lena. Beberapa menit kemudian balasan pesan whatsapp datang dari ibu Lena.
{Ayah, kenapa ayah tidak foto bareng dengan bunda} balas Alfata.
{Bentar lagi ayah foto sama bunda, bunda sangat sibuk} balas Fano. Fano langsung menutup layar handphonenya. Sementara itu, karena Fano mengabaikan Sena, Sena dan Beni sudah main mata.
“Presdir Fano, aku harus menemui Dakota” ucap Beni beranjak dari duduknya.
“Aku tidak peduli kau mau menemui siapa” ucap Fano. Walau Fano sangat kesal mendengar ucapan Beni, Fano masih bisa bersabar.
__ADS_1
“Harusnya saat ini akulah yang menyambut istriku turun dari panggung itu, tapi tidak apa-apa, aku harus bersabar mengikuti permainan mereka” batin Fano.
Fano sudah memandangi Beni menyambut Dakota turun dari panggung, walau Haris juga ikut menyambut Dakota. Setelah peragaan busana, acara pameran pun terus berlanjut. Hingga acara hiburan juga tersedia untuk menghibur tamu undangan. Karena semua tamu undangan adalah kalangan atas, semua tamu undangan juga sibuk berbincang-bincang untuk melakukan kesepakatan bisnis.
Walau Fano mengabaikan Sena. Kemana pun Fano melangkah, Sena tetap ikut mengekor. Fano membiarkan Sena mengikutinya, karena itu semua adalah bagian dari rencana mereka. Begitu juga dengan Dakota, dia sudah sibuk berbincang-bincang dengan para investor. Sedari awal Dakota turun dari panggung, Beni sudah mengekor mendampingi Dakota.
“Haris, kau bisa pergi, aku tidak apa-apa” bisik Dakota pada Haris.
“Kau yakin tidak apa-apa, aku melihat Irma juga hadir, namun aku belum melihat pria yang mendampinginya. Kau hati-hatilah dengan Beni, aku akan menghampiri Irma” bisik Haris. Haris pun memberikan celah untuk Beni dekat dengan Dakota.
“Nona Dakota” ucap Beni.
“Iya” singkat Dakota sambil membalas chat dari anaknya Alfata.
“Dari tadi kau belum istirahat, kita duduk dulu” ajak Beni.
“Boleh juga” ucap Dakota. Dakota dan Beni melangkah mencari tempat duduk. Sembari membalas chat, Dakota juga mencari keberadaan suaminya. Saat Dakota menemukan keberadaan Suaminya bersama dengan Sena. Dakota pun main mata pada Fano. Fano balas main mata pada istrinya.
“Kenapa aura suamiku terlihat berbeda ya, dia semakin tampan saja” batin Dakota.
Namun entah mengapa, dari sekian banyak meja untuk tamu undangan, hanya meja yang diduduki oleh Irma dan Haris yang kosong. Beni juga sengaja mengajak Dakota untuk bergabung semeja dengan Irma. Dakota terpaksa duduk di meja yang sama dengan musuh lamanya.
“Ini pertama kalinya aku bertemu dengannya setelah insiden itu” batin Dakota.
“Dakota, lama tidak berjumpa” ucap Irma sambil mengangkat tangannya untuk berjabat tangan dengan Dakota.
“Senang bertemu kembali denganmu” balas Dakota menjabat tangan Irma.
“Kalian kenapa terlihat canggung” ucap Beni.
“Wah, Beni apa kau mengenal Irma” ucap Dakota. Sengaja Dakota menanyakan hal itu pada Beni.
“Aku tidak kenal dengan pria ini” ucap Irma.
“Haha, aku baru pertama kali bertemu dengan wanita ini, siapa tadi namamu, Irma bukan” ucap Beni sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dakota dan Haris saling menatap.
“Beni, kau masih berpura-pura denganku” batin Dakota.
BERSAMBUNG.............
__ADS_1
Mohon like dan komentar ya, di Vote juga boleh🙏