Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 61. Tamu Reliance Industries


__ADS_3

# Reinhard Group


Pagi itu setelah mendengar permintaan ibu Lena pada Fano untuk segera memberikan cucu, Dakota masih memikirkan perkataan mama mertuanya itu dan membuatnya tidak ingin bertemu dengan suaminya itu, dia sengaja belum keluar dari kamar agar suaminya itu lebih dulu berangkat.


Akhirnya Siti yang mengantar Dakota berangkat ke kantor, suaminya Fano sudah lebih dulu berangkat. Kemarin siang saat Dakota sudah sadar dia sudah mengirim pesan melalui whatsapp pada Susi, namun pesan singkat yang dikirim oleh Dakota itu belum di read oleh atasannya itu hingga pagi itu dia sampai kekantor. Dakota yakin Susi akan marah padanya, dia sudah menyiapkan mental untuk menghadapi atasannya itu.


“Pagi bu Susi” ucap Dakota menyapa Susi saat dia masuk keruangannya. Tidak ada respon yang diberikan oleh Susi. Susi mengabaikan sapaan Dakota beranjak menuju ruangannya.


“Hingga mereka selesai briefing dengan atasan mereka, Susi tetap mengabaikan keberadan Dakota. Karena Dakota merasa bersalah dia memutuskan untuk menemui Susi diruangannya.


“Bu Susi” ucap Dakota menghadap pada Susi.


“Hmmm” ucap Susi acuh tak acuh.


“Bu Susi, sebelumnya saya minta maaf tidak mengabari ibu kemarin, saya sedang sakit bu” ucap Dakota.


“Kenapa kau baru hari ini memberitahukannya padaku, kalau kamu sakit apa tidak bisa langsung menghubungiku” ucap Susi sinis.


“Maaf bu Susi saya salah” ucap Dakota.


Tidak berapa lama kemudian Naon sudah masuk keruangan Susi memotong pembicaraan Dakota dan Susi.


“Susi, tamu dari Reliance Industries India, 20 menit lagi akan tiba. Diharapkan untuk bagian Desain Interior segera bersiap menyambut, terlebih untuk nona Dakota segera mempersiapkan diri” ucap Naon.


Mendengar nama Dakota yang disebutkan oleh Naon membuat Susi semakin emosi, dia juga sudah menguasai bahan dari kemarin.


“Baiklah manajer Naon” ucap Susi. Dakota juga ikut mengangguk.


“Kalau begitu untuk nona Dakota bisa ikut dengan saya keruang rapat” ucap Naon mengajak Dakota.


“Iya manajer Naon” ucap Dakota. Susi hanya mengangguk pertanda dia setuju.


Dakota dan Naon keluar dari ruangan Susi beranjak menuju ruang rapat.


Dakota sudah mempersiapkan dirinya diruangan itu. Perwakilan dari kepala bidang dari bagian Desain interior, bagian Konstruksi dan bidang lain juga sudah berkumpul keruangan rapat. Mereka sudah berbisik-bisik.

__ADS_1


“Apa proyek kali ini akan sukses” bisik yang satu,


“bagaimana bisa Presdir mempercayakan proyek besar ini pada anak baru, hanya desain pembantu lagi” bisik yang lain,


“apa gunanya Susi sebagai desain utama” bisik karyawan yang sudah berkumpul diruangan itu.


Mereka yang berbisik itu tidak menyadari bahwa karyawan yang lain bisa mendengarnya, termasuk Susi yang duduk disamping mereka. Susi sangat emosi mendengar bisikan dari mereka, dia merasa harga dirinya sudah terkoyak-koyak.


Tidak berapa lama kemudian, Fano sudah masuk bersama tamu dari Reliance Industries di ikuti Naon dan Yunas dari belakang. Semua karyawan langsung berdiri menyambut tamu undangan itu.


“Selamat datang tuan-tuan” ucap para karyawan menyambut tamu undangan. Semuanya saling berjabat tangan.


Dakota sangat terpukau melihat suaminya itu, pasalnya penampilan suaminya itu berbeda dari biasanya, dia melihat suaminya memakai stelan jas yang pas dipakai oleh Fano serta gaya rambutnya yang berbeda dari biasanya membuat suaminya itu terlihat lebih muda.


Fano melangkah kekursinya, semua tamu undangan sudah mengambil posisi duduk disamping Fano. Fano tidak bisa berbahasa India, dia hanya fasih berbahasa Inggris, namun Dakota dia sedikit memahami bahasa India juga tidak fasih berbahasa Inggris seperti orang bule pada umumnya. Namun untuk presentasi yang di lakukannya dia harus memakai bahasa Inggris. Untuk penerjemah bahasa India ke Indonesia dan Inggris ke India sudah hadir diruangan itu.


Rapat dibuka oleh Yunas. Yunas sebagai moderator membuka acara itu dengan berdoa. Selesai itu Yunas langsung memperkenalkan sejarah Reinhard Group melalui video singkat yang ditayangkan di layar. Yunas juga menjelaskan visi dan misi hingga target pasar dari Reinhard Group. Para penerjemah sudah sibuk menerjemahkan apa yang disampaikan oleh Yunas, mereka berbisik-bisik dengan tamu undangan. Setelah Yunas memperkenalkan profil dari Reinhard Group, dia mempersilahkan Fano untuk memberikan kata sambutan.


“Terima kasih saya ucapakan kepada tamu yang sudah hadir saat ini, teruntuk tamu dari Reliance Industries tuan Rapijay selaku Ceo dari Reliance Industries, selamat datang tuan Rapijay di Reinhard Group, saya selaku Presdir dari Reinhard Group mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya” ucap Fano.


“Bagaimana ini, kalau sampai dia tahu nama asliku nanti, dia sangat kenal dengan ibuku, apa lagi nama India ibuku juga diturunkan padaku” batin Dakota.


Selesai Fano memberikan sambutannya, Yunas kembali memoderatori rapat itu.


“Terima kasih kepada Presdir Fano sudah memberikan sambutan, selanjutnya kita akan membahas untuk proyek kerja sama. Untuk proyek kerja sama ini, Dakota Kaif selaku penanggung jawab dari proyek ini saya persilahkan dengan segala hormat” ucap Yunas.


Dakota beranjak dari duduknya, dia membungkuk sedikit dihadapan para tamu undangan untuk meminta izin tampil mempresentasikan proposalnya.


Semua orang yang ada dalam ruangan itu membalas salam Dakota. Dakota langsung mengambil posisi dan Yunas kembali ketempat duduknya.


“Teima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh bu Yunas. Terima kasih juga saya ucapkan untuk semua pihak yang sudah terlibat dalam rapat ini yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu” ucap Dakota mengawali presentasinya.


“Saya Dakota Kaif selaku penanggung jawab dari proyek kerja sama ini akan memaparkan proposal yang sudah saya susun. Untuk mendukung kerja sama dari pemerintah yang baru saja dikukuhkan dalam Mou (Memorandum of Understanding) dimana pemerintah Indonesia dan pemerintah India sepakat meningkatkan kerja sama dibidang kebudayaan baru-baru ini, saya selaku penanggung jawab juga mengangkat tema menggabungkan budaya tradisional dari Indonesia dan India. Dapat kita perhatikan dari hasil rancangan ini, Dakota menampilkan gambar Resort yang akan dibangun, bagian ruangannya hingga furniturenya bercorak budaya India dan batik khas Indonesia. Dia kembali melanjutkan presentasinya, dia menjelaskan hasil surveinya selama kelapangan hingga waktu pelaksanaan. Dakota tidak sadar bahwa suaminya sudah memandanginya, begitu juga dengan Pak Rapijay yang terkejut sedari tadi mulai Yunas menyebut nama Dakota Kaif. Pak Rapijay sudah memandangi Dakota.


Dakota kembali memaparkan format rancangan Resort yang akan dibangun itu dalam bentuk video yang menarik. Melihat video itu membuat para tamu undangan dan orang-orang yang ada dalam rapat tersanjung dengan rancanagan Dakota. Sebagai pembantu muda desain Reinhard Group dia sudah menunjukkan kemampuannya. Semua orang yang ada di ruangan itu tepuk tangan setelah video menarik itu selesai diputar.

__ADS_1


“Saya rasa pemparan saya sudah selesai, jika ada saran dan kritik atau pertanyaan saya persilahkan” ucap Dakota.


“Apa keuntungan yang akan kami dapatkan sebagai investor, saya menghargai proses sebagaimana yang sudah nona Dakota jelaskan tadi. Namun kami hanya mengharapkan hasil” ucap Pak Rapijay.


“Terima kasih tuan Rapijay. Keuntungan yang didapatkan; pertama, setelah Resort itu dibangun dengan tema kebudayaan tadi pastinya pemerintah juga ikut kerja sama, bukan hanya itu vila dan penginapan juga akan dibangun di samping Resort itu. Kedua, dengan tema itu kita sudah menarik para wisatawan yang menyukai kebudayaan Indonesia dan kebudayaan India, mereka akan senang menginap di vila dan resort tersebut. Ketiga, bukan hanya pengusaha besar yang ada di Indonesia saja akan terlibat bahkan sampai penjualan kecil ikut masuk menawarkan produknya nanti. Saya rasa bukan hanya itu keuntungan yang akan didapatkan, tapi kepercayaan dan kepuasan dari pengunjung juga didapatkan” ucap Dakota menjelaskan jawaban dari pertanyaan Pak Rapijay.


Pak Rapijay hanya tersenyum mendengar jawaban Dakota. Dia hanya mengangguk.


Setelah itu Dakota kembali ketempat duduknya. Mereka yang ada diruangan memberikan tepuk tangan. Namun inti dari rapat itu adalah penandatangan kontrak kerja sama. Dakota sangat gugup seharusnya selesai Dakota memaparkan presentasinya kontrak kerja sama sudah dilaksanakan. Mereka break sebentar menikmati hidangan yang sudah tersedia.


“Apa kau yakin investor itu akan menanda tangani proyek ini” bisik karyawan,


“aku tidak tahu” ucap karyawan yang satu menjawab,


“Proposal nona Dakota sangat bagus, aku yakin pasti kontrak didapatkan olehnya” ucap Karyawan berbisik.


“Baiklah setelah saya berdiskusi dengan tamu undangan juga dengan Presdir dari Reinhard Group, saya ingin nona Dakota Kaif selaku penanggung jawab menjadi saksi penandatangan kontrak kerja sama ini” ucap tamu penerjemah dari India ke Indonesia.


Mendengar penandatanganan kontrak, semua karyawan dalam rapat terkejut karena Dakota berhasil mendapatkan kontrak itu. Dakota maju bersama Fano juga Pak Rapijay selaku Ceo dari Reliance Industries.


“Cekrek ... cekrek ....” ternyata wartawan sudah berada diruangan itu mendokumentasikan kerja sama kedua perusahaan itu, diketahui juga bahwa Reliance Industries merupakan perusahaan yang berpengaruh besar bagi dunia.


Fano dan Pak Rapijay sudah menanda tangani kontrak kerja sama itu, bahkan Pak Rapijay mengajak Dakota untuk ikut berfoto bersama mereka.


“Deren, saya harap kamu dapat memandu saya nanti” bisik Pak Rapijay pelan pada Dakota. Dakota sangat terkejut, ternyata Pak Rapijay sudah mengenalinya. Dakota tersenyum dan mengangguk membalas bisikan dari pak Rapijay. Fano yang berdiri diantara mereka mendengar apa yang dibisikkan oleh Pak Rapijay.


“Menarik, tuan Rapijay sudah mengenali nama samaran istriku. Apa mereka bertemu saat acara itu” batin Fano.


BERSAMBUNG.......


Hai Reader, 😊


Jadiin Favorite + Vote ya😘


Oya, tinggalkan like dan komentar kalian. See you😍

__ADS_1


__ADS_2