Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 96


__ADS_3

INGATAN PAK ADMIDJAYA DAN FANO


# Enam Bulan Kemudian


Waktu terus berjalan, 6 bulan kemudian menjadi waktu kehancuran yang bersamaan bagi keluarga Reinhard juga keluarga Admidjaya. Pemberitaan media sudah tersebar dimana-mana saat itu Reinhard Group mengalami kerugian bahkan hampir bangkrut, karena ulah dari saudara tiri dari Pak Purnomo yaitu Sutan Reinhard. Kerja sama besar-besaran perusahaan Reinhard Group dengan Pemerintah saat itu mengeluarkan uang yang banyak, namun Sutan menarik semua uang proyek itu membuat perusahaan rugi besar. Sutan membawa uang itu kabur, anaknya Boya Reinhard sebagai penanggung jawab dari proyek, karena saat itu Pak Purnomo mempercayakan Boya untuk proyek itu, dia harus bertanggung jawab. Semua media sudah meliput kasus korupsi tersebut jatuh ketangan Boya. Boya bahkan sangat sedih sekaligus sangat menyayangkan sikap ayahnya yang bertindak keji membiarkan putranya terseret kasus korupsi.


Sutan melakukan hal itu karena anaknya Boya dan Pak Purnomo saling menyayangi, bahkan Boya lebih sayang pada Purnomo dari pada dirinya ayah kandung dari Boya. Sutan yakin masalah ini akan menjadi tanggung jawab Purnomo untuk segera melepaskan Reinhard Group. Namun Sutan salah, semua tuduhan sudah jatuh ketangan Boya. Ibu Boya yang mendengar kabar itu, karena sudah sakit komplikasi, mendengar anaknya korupsi uang negara, bahkan jumlahnya sangat besar, Boya tidak tahu berapa lama akan di penjara, setelah pemberitaan dari media, ibu Boya langsung meninggal dunia.


Purnomo bergerak cepat mencari tahu keberadaan Sutan, mencari bukti bahwa Sutanlah yang melakukan korupsi, hingga mereka mendapatkan bukti itu, namun mobil yang di bawa Sutan kabur jatuh kejurang, saat itu banyak media yang meliput bahwa mayat Sutan tidak bisa ditemukan, berita Sutan meninggal langsung tersebar. Karena Sutan sebagai ayah dari Boya juga penanggung jawab proyek, semua tuduhan dijatuhkan pada Boya. Purnomo yang bingung juga stres mencari bantuan dana dari teman-teman bisnisnya, terpaksa Purnomo mengirim Boya dan Istrinya keluar negeri. Keluarga Boya tidak lagi memakai nama Reinhard, namun saat itu Tasya anak Boya masih tinggal di Indonesia bersama ibu Lena.


Melihat Reinhard Group hampir hancur, Admidjaya Group membantu menyuntikkan dana, walau Purnomo tidak ingin dibantu oleh Milen, namun karena sudah tidak bisa bergerak lagi, Purnomo terpaksa menerima dana suntikan itu sampai perusahaannya pulih. Namun semua pemilik saham menginginkan pembaharuan reorganisasi perusahaan, karena kasus korupsi tersebut membuat semua pemegang saham kecewa pada Pak Purnomo selaku Presdir dari Reinhard Group. Ada banyak pandangan miring padanya. Untuk mempertahankan eksistensinya, Purnomo meminta Fano kembali ke Indonesia, padahal studi Fano masih berjalan 2 semester di usianya yang ke 18 tahun. Purnomo dengan paksa meminta Fano untuk kembali ke Indonesia.


Pak Purnomo sudah menghajar habis-habisan istrinya ibu Lena karena tidak bisa membujuk anaknya untuk segera kembali ke Indonesia, padahal waktu pemilihan pemimpin Reinhard Group sudah dekat. Bahkan saat Fano baru saja tiba dari Jerman ke kediaman Reinhard, emosi Pak Purnomo langsung memuncak melihat kedatangan putranya itu tidak sesuai dengan jadwal yang disepakati saat diperintahkan olehnya.


“Buukkk ....” telapak sepatu Pak Purnomo melayang di wajah Fano.


“Pa, tolong jangan hancurkan wajah Fano” tangis ibu Lena di ruang tamu, melihat putranya baru tiba langsung dihajar oleh Pak Purnomo.


“Apa kau tuli, sudah kuperintahkan untuk segera kembali, kau bahkan menunda kepulanganmu selama seminggu, anak kurang ajar, apa kau tidak tahu aku sudah stres disini” ucap Pak Purnomo melayangkan tendangannya kembali kearah perut Fano.


“Brughhh ....” tubuh Fano langsung rebah kelantai sambil memegangi perutnya. Semua orang dirumah itu tidak ada yang berani melerai Pak Purnomo, pelayan dan pengawal semuanya menjauh, termasuk Mail.


“Pa, tolong ... jangan pukul Fano lagi” ucap ibu Lena menghampiri Fano, bahkan ibu Lena sudah berlutut pada suaminya memohon.


“Anak malang, kau hanya akan jadi bonekaku saja. Sudah seharusnya kau membalas kebaikanku” ucap Pak Purnomo.

__ADS_1


“Pa, aku masih muda, usiaku baru 18 tahun” ucap Fano berlutut memberikan alasan menolak perintah Pak Purnomo.


“Kau sudah dibesarkan tapi tidak tau terima kasih, apa perlu aku menampari wajah ibumu ini, agar kau sadar. Sadar kau dibesarkan untuk jadi apa” tegas Pak Purnomo.


“Tapi ... hiks ....” air mata Fano mulai menetes.


“Aku sudah bilang jangan pernah menangis dihadapanku. Aku sudah berbaik hati megangkatmu jadi Presdir, kau pikirkanlah baik-baik, dua hari lagi kau harus tiba dalam rapat pemegang saham, kalau kau tidak tiba, aku tidak tahu apa yang akan kulakukan padamu” tegas Pak Purnomo mengingatkan Fano dan ibu Lena yang sedang berlutut, Pak Purnomo langsung keluar dari kediaman itu.


“Fano, tolong menurut lah nak. Tolong bantu ibumu ini, kau dilahirkan kedunia ini untuk menjadi pemimpin Reinhard Group, tolong Fano jangan buat ibumu ini bunuh diri nak” pinta ibu Lena pada Fano dengan air matanya yang mengalir.


Namun Fano menghiraukan perkataan mamanya dia pergi menghilang untuk menenangkan diri di Kota X, kebetulan dia sangat sayang dengan Tasya keponakannya, dia tahu kabar kebangkrutan perusahaan Reinhard Group, bahkan kakaknya Boya sudah di tuduh jadi seorang koruptor, dia tahu dari mamanya kalau Tasya masih tinggal di Indonesia, karena Tasya sangat dekat dengan Haris, Tasya ikut dengan Haris ke Kota X untuk merayakan ulang tahun ibu Milen, yang akan berlangsung besok.


###


Saat semua orang yang ada dirumah sudah berangkat ke Kota X untuk merayakan ulang tahun ibu Milen, Melda yang masih tinggal di Jakarta menyelidiki sikap dan perubahan suaminya itu padanya. Dia memeriksa kamar pribadi suaminya, berharap menemukan sesuatu, tidak berapa lama kemudian begitu terkejutnya dia sudah menemukan hasil tes DNA dirinya dengan Haris, sama sekali tidak memiliki kecocokan hasilnya 0%.


“Jadi dia sudah tahu Haris bukan anakku, pantesan ibu mertua terlihat cuek padaku saat arisan kemarin. Kenapa mereka tidak bertindak untuk menyingkirkan aku, apa mungkin Pak Admidjaya belum mereka beritahu, karena Haris itu anaknya dengan Endangsi, setahuku Pak Admidjaya tidak menyukai Endangsi. Tidak.. tidak.. aku harus memusnahkan anak dan ibu ini. Kalau Pak Admidjaya, dia masih penerus dari Admidjaya Group, dia sudah tua juga, kelak Haris yang akan jadi penerusnya” gumam Melda.


Tidak berapa lama, Melda sudah menghubungi nomor baru, handphonenya sudah tersambung dengan nomor baru itu.


“Halo tuan MP” ucap Melda, pria misterius itu ternyata berinisial MP.


“Kenapa nona Melda, kau menghubungiku pasti ada yang penting” jawab pria misterius dari balik handphone Melda.


“Benar tuan, aku sangat membutuhkan bantuanmu, selama ini kau sudah berjasa membantuku menyembunyikan kehamilanku, kali ini aku boleh minta bantuanmu” ucap Melda.

__ADS_1


“Kenapa aku harus membantumu” tanya pria itu.


“Karena musuh anda adalah Pak Purnomo, selama ini anda bergerak dengan tersembunyi dan rapi, tidak diketahui oleh siapapun, padahal Pak Purnomo sangat pandai, ternyata anda lebih pandai dari beliau, untuk itulah aku minta bantuan pada anda yang lebih pandai” ucap Melda.


“Haha ... apa yang kudapatkan kalau aku membantumu” tanya pria itu.


“Tuan sudah memiliki banyak uang dan segalanya, saya akan merahasiakan anda dari Pak Purnomo” ucap Melda.


“Bagaimana dengan tubuhmu” tanya pria itu.


“Kalau tuan tergiur dengan tubuh saya, saya siap melayani tuan, hanya saja tolong bunuh suami dan mertua saya, tanpa saya harus terlibat” ucap Melda.


“Ternyata kau cinta uang ya, bahkan suamimu harus lenyap” ucap pria itu.


“Temui aku malam ini di Hotel saat pertama kali kita bertemu” ucap pria itu memutus panggilan.


BERSAMBUNG..............


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah setia menunggu lanjutan kisah Dakota dan Fano,🙏


Jangan lupa like dan komentar ya,😊


Oya, Sesekali Vote juga😘


See You 🙋🙋🙋

__ADS_1


__ADS_2